Elek Yo Band: Teknokrat Bermusik

0

Jakarta International Java Jazz Festival tahun 2018 menyisakan cerita unik dan menarik. Adalah Elek Yo Band, para teknokrat lokal Indonesia yang jadi pemeran utamanya.

Perhelatan musik Jakarta International Java Jazz 2018 baru saja berlangsung pada akhir pekan kemarin. Perjamuan para musisi jazz seantero dunia di Indonesia dengan seluruh penggemarnya tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2005.

Jakarta International Java Jazz Festival (JIJJF) merupakan festival musik jazz terbesar di bumi pertiwi, dan diselenggarakan setiap tahun pada awal bulan Maret oleh Java Festival Production. Beberapa tahun terakhir, JIJJF selalu digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Baca juga: RL+KLAV – Hangat yang Berputar-Putar di Kepala

[Ngopibareng]

Keniscayaan sebuah karya seni dalam perwujudannya, membuat tidak adanya batas dalam bahasa musik. Membuat segelintir aristokrat pemerintahan sepakat tampil dalam panggung JIJJF 2018. Grup musik yang menamakan dirinya Elek Yo Band adalah grup musik yang beranggotakan para menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK. Para teknokrat yang mengarahkan tanah khatulistiwa ini untuk terus bekerja dan membangun. Elek Yo Band tampil pada Jumat, 2 Februari 2018 di hari pertama JIJJF 2018, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Formasi yang turun tampil adalah Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi dan Industri Kreatif) sebagai pemain keyboard, Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan) sebagai bassist, Hanif Dakari (Menteri Ketenagakerjaan) sebagai gitaris dan juga vokalis utama, kemudian Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri) sebagai vokalis, Basuki Hadimuljono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) sebagai penabuh drum, serta tidak ketinggalan Sri Mulyani (Menteri Keuangan) juga sebagai vokalis.

Mereka tampil menghibur para penikmat Jazz di panggung hall B1. Dengan lagu pembuka ‘Dia’ dari Anji, para menteri tampak percaya diri membuka penampilannya. Pengalaman 30 tahun yang lalu membuat para petinggi negeri ini mampu memberikan sesuatu yang berbeda walau baru tampil manggung 2 kali sejak pendiriannya, seperti yang dijelaskan Teten Masduki, Koordinator Staf Khusus Presiden RI dengan penuh canda saat memperkenalkan personil Elek Yo Band.

Kesibukan yang selalu melanda para pembantu Presiden ini dengan etos “kerja, kerja kerja,” tidak menutup gairah seni mereka untuk ikut bermain musik. Keseimbangan dalam menjalani kehidupan fana dengan tetap menikmati dan menghibur diri merupakan bagian dari hidup mereka.

Dengan menyandang gitar berwarna merah menyala, Hanif Dakari, Menteri Ketenagakerjaan, mengatakan, “Musik adalah bagian kami, hidup kami ‘kan kerja, kerja, kerja. Jadi musik untuk bersenang-senang.”

Elek Yo Band yang didukung Endah N Rhesa sebagai band pengiring kemudian tampil dengan membawakan alunan lagu ‘Ku Tak Bisa’ dan ‘Juwita Malam’ yang populer dibawakan oleh Slank, serta diakhiri dengan satu lagu hit dari Iwan Fals, ‘Bento’. Penonton turut bernyanyi bersama, mengikuti lagu-lagu yang dibawakan Elek Yo Band.

Ketujuh personil Elek Yo Band menuntaskan penampilannya dengan memberi penghormatan kepada penonton setelah sebelumnya melakukan juga sesi swafoto bersama. Tentu saja penonton memberikan sambutan yang luar biasa dengan tepuk tangan dan sorak sorai yang membahana.

“Terima kasih. Kami sudah kehabisan napas,” tutup Hanif Dakari yang disusul dengan gelak tawa penonton.

Sungguh suatu malam yang penuh suka cita dan kebahagiaan bagi para penonton Java Jazz 2018 dan tentu saja para menteri personil Elek Yo Band.