Bernostalgia Bersama Album Fisik dalam Record Store Day 2018

0
[Record Store Day]

Kaum millenial yang kini terpapar oleh berkah kemajuan teknologi bernama internet mungkin amat akrab dengan pemutar musik digital, tapi tahukah mereka bahwa sebelum era internet berkembang, manusia menikmati musik via rilisan fisik seperti piringan hitam, cakram padat, ataupun pita kaset? Inilah yang ingin diusung oleh Record Store Day 2018

Menikmati musik dalam format rilisan fisik memang memiliki sensasi tersendiri bagi sebagian orang. Ada banyak perasaan yang tak terwakilkan jika dibanding mendengarnya via pemutar musik digital.

Baca juga: Alien Pergi ke Record Store Day Bandung 2017

Selain bisa disimpan sebagai koleksi, kemewahan era analog memungkinkan manusia mengenal lebih dekat personil band kegemaran, atau menghafal lirik dan menikmati artwork band tersebut hanya dari sampul rilisan fisiknya. Banyak juga yang berujar bahwa kualitas sound dalam format vinyl, pita kaset maupun CD lebih mendetail dan sempurna terdengar dibanding rilisan digital.

Perasaan gegap gempita seperti itulah kira-kira yang ingin disebarluaskan oleh sekumpulan pemilik toko rekaman independen di Amerika Serikat 11 tahun lalu dengan menginisiasi Record Store Day. Sebuah perayaan dan penyebaran budaya rilisan fisik di ribuan toko musik dari seluruh dunia.

Setahun setelah pertemuan tersebut, untuk pertama kalinya Record Store Day resmi dihelat, dan sejak saat itu keriaan ini menjadi acara tahunan yang paling dinanti oleh penikmat dan kolektor rilisan fisik dari seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, RSDI, sebutan untuk Record Store Day Indonesia, baru digelar untuk pertama kali pada tahun 2011. Dalam beberapa kesempatan, acara ini digelar di banyak kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Makasar dan Surabaya.

Untuk tahun 2018 ini keriaan tersebut akan digelar di Kuningan City, Jakarta Selatan pada tanggal 21 dan 22 April 2018, meski sebelum itu panitia juga menggelar pre-event yang sudah bisa dinikmati per 9 April sampai tanggal 20 April 2018.

[Record Store Day Indonesia]
Seperti sebuah tradisi dalam perayaan-perayaan sebelumnya, musisi-musisi senior maupun pendatang baru berebut panggung dengan merilis karya-karya mereka dalam bentuk fisik di event Record Store Day. Untuk keriaan ke-7 Record Store Day Indonesia, setidaknya ada 2 rilisan baru yang akan dilepas.

[Hanster and The Singlet Army]
Hanster and The Singlet Army adalah sebuah project solo pria bernama Hans Pardede. Meski merupakan project solo, karya beraliran rockabilly ini dikemas dalam format band.

Dengan dibantu band pengiring The Singlet Army, Hans berencana menggelontorkan album perdana berbentuk pita kaset berjuluk ‘Ini Waktu Kita Rockabilly dalam keriaan Record Store Day Indonesia 2018. Berisi total 8 lagu, Hanster and The Singlet Army siap mengajak semua penikmat karyanya untuk ber-boogywoogy bersama.

[Denny Irenk/Grassrock]
Cracked It! adalah sebuah kompilasi berisi karya-karya band musik keras Indonesia. Karya dari band kenyang pengalaman seperti Edane dan Roxx & Grassrock turut ambil bagian dalam rilisan ‘Cracked It!’. Mereka pun turut menemani karya band anak muda seperti Kelompok Penerbang Roket, Seringai dan kuartet beraliran rock magnetic, OMNI.

Berisi total 18 tracks dari 18 band, ‘Cracked It’ siap menyenangkan telinga para penggemar mereka yang dilepas dalam bentuk cakram padat atau Compact Disk (CD).

[Denny Irenk/Grassrock]
Jadi, mari merayakan lebaran bagi single, mini album & album dalam bentuk rilisan fisik sedunia dalam Record Store Day 2018, dan menjaga budaya mendengarkan musik dalam format rilisan fisik, tetap lestari.