Suka Musik? Mari Berkelana dari Satu Festival ke Festival

0
[Sajid Algar]

Manusia mana yang tidak dicandu musik? Retoris memang. Dan berpeluh-peluh di muka panggung festival adalah cara terbaik untuk menikmati candu tersebut.

Bagi humani Bumi, musik adalah intuisi, mengalir lewat nada, lalu merasuk ke dalam jiwa. Ketika mendengarkan musik, mereka akan merasakan sejumlah emosi mengalir, melalui dentum beat, degum bass, dan cabikan distorsi yang menjadi satu pada aliran darah.

Triwulan 2018 sudah berlalu, bulan berganti April, dan Jakarta International Java Jazz Festival telah usai membuka deretan panggung festival bagi manusia-manusia pencinta musik di Indonesia. Pertanyaannya, lalu akan ada apa lagi?

Baca juga: Alien Memperkenalkan Journey to Widelanes!

SOUNDRENALINE

Sesuai namanya, panggung Soundrenaline selalu memompa adrenaline. Pentas musik tahunan Soundrenaline rutin digelar di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali, sejak tahun 2015, setelah sebelumnya digelar di kota-kota besar Indonesia lainnya, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Pertama kali digelar pada tahun 2002, Soundrenaline konsisten menyajikan nama-nama besar dan populer dari industri musik, baik lokal Indonesia dan internasional. Mulai dari Sheila on 7, Seringai, Temper Trap, Jet, hingga Simple Plan, pernah menjadi bintang utama Soundrenaline.

Tahun 2018 pun Soundrenaline sudah siap hadir kembali, lihat informasi selengkapnya di sini.

DJAKARTA WAREHOUSE PROJECT (DWP)

Djakarta Warehouse Project (DWP) sudah rutin digelar sejak tahun 2008. Memilik format khusus bagi para pencandu musik dansa elektronik, DWP kerap menyajikan nama-nama besar dari industri electro dance music (EDM) sebagai bintang tamu. Pantas, kalau party goers di seluruh Indonesia dan Asia setia menunggu sajian terbaru DWP di tahun 2018 nanti.

Steve Aoki lagi?

WE THE FEST (WTF)

Kalau musim panas internasional identik dengan Glastonbury atau Coachella, lokal Indonesia bisa ikonik dengan We The Fest (WTF). Malah WTF sering disebut-sebut sebagai Choacella-nya Indonesia. Pada gelaran di tahun 2017, WTF bahkan berhasil menarik minat Presiden Indonesia, Jokowi, untuk berkunjung. Tahun 2018 pun WTF sudah siap memanaskan kembali ibukota Jakarta, simak informasi selengkapnya di halaman berikut.

JOURNEY to WIDELANES “Music for Society”

Sebelum We The Fest, gelaran “Music for Society” di Kuningan, Jakarta, akan menjadi pembuka yang segar bagi para manusia pencinta musik. Berbekal semangat kreativitas, Journey to Widelanes “Music for Society” bukan sekadar menyajikan harmoni musik di atas panggung, tapi juga diramaikan oleh beragam art performance lainnya yang tentu mampu memanjakan mata dan gairah seni umat manusia.

“Music for Society” akan digelar pada Sabtu, 28 April 2018 mendatang – menghadirkan deretan musisi lintas genre, serta seniman dari lokal Indonesia dan internasional. Mulai dari Basboi, Ramengvrl, The Goodnight Elctric, Pijar, Polka Wars, Reality Club, Swarvy, Kiefer, Mndsdgn, dan Mild High Club.

Agar dapat mengunjungi “Music for Society” pada akhir bulan April mendatang, kalian, humani Bumi tidak perlu bersusah. Silakan pesan dan beli tiket pengunjung yang sudah tersedia di halaman KiOSTiX (via ATM/Bank Transfer) dan Dyandra Tiket (via Credit Card), atau menghubungi langsung manusia bernama Rindra, di 081388867787.