12 Strong, Kekuatan Untuk Bertahan dan Pulang

0

Hanya ada dua pilihan dalam perang: membunuh atau dibunuh

Genre : Action, Drama, History

Distributor : Lionsgate

Bagaimana rasanya berada di antara dua pilihan yang kamu cintai: negaramu dan keluargamu?Mungkin kamu akan lebih memilih keluargamu, tetapi komitmen akan mengikatmu untuk memilih negara. Bila ingin tahu bagaimana dilemanya, tanyakan saja pada  Mitch Nelson (Chris Hemsworth) satu di antara sekian prajurit dalam film 12 Strong yang harus meninggalkan keluarganya untuk menjalankan misi berbahaya ini.

“Ada satu hal penting yang harus kamu bawa dalam medan pertempuran: alasan kuat mengapa kamu berada di sini” – Kolonel Mullholand

Baca Juga : Chris Hemsworth perankan Thor di Avenger

Bertugas di bagian utara Afghanistan, Nelson dan prajurit lainnya harus meyakinkan seorang pemimpin di Afghanistan. Jendral Dostum, pimpinan aliansi bagian utara untuk bergabung dengan pasukan AS guna melawan kelompok Taliban dan sekutunya Al Qaeda.

Mengatasi saling ketidakpercayaan dan budaya perang membuat pasukan elit AS harus mengadopsi teknik perang rudimenter dengan cara berkuda. Musuh yang terlampau banyak dan kejam membuat mereka harus tetap menjaga ikatan dengan aliansi bagian utara walaupun kurang nyaman dengan teknik peperangan yang dilakukan.

Aliansi dan Kapten

Kaki di Medan Perang, Hati di Tengah Keluarga

Ditangan Jerry Bruckheimer dan partnernya, Molly Smith, Trent Luckinbill and Thad Luckinbill, skenario film ini menjadi film drama perang yang menegangkan tetapi juga mampu memancing sedikit air mata.

Sebagai prajurit,  mereka harus menjalankan tugas atas nama nasionalisme, kemanusiaan, dan bakti pada negara. Berkorban nyawa pun harus dilakukan bila terdesak. Namun sebagai seorang ayah, anak, dan juga saudara, mereka harus memenuhi satu kewajiban pada keluarga mereka: pulang hidup-hidup.

Masalahnya, berapa persen kemungkinanmu untuk bisa pulang dengan selamat? Untuk bisa pulang dengan utuh, tak hanya dalam urusan fisik tetapi juga jiwa? Sudah menjadi rahasia umum bahwa para veteran perang banyak yang pulang tak hanya dengan membawa luka tubuh, tetapi juga luka dalam jiwa mereka: Post-Traumatic Stress Disorder. Dapatkah mereka menjadi orang yang sama saat pulang?