5 Rekomendasi Film Black Comedy

0
[Digital Trends] What We Do In The Shadow (2014)

Memiliki selera humor yang tidak biasa dan cenderung sarkastik? Film bertema Black Comedy bisa jadi hiburan yang membuat anda menertawakan hal yang tabu untuk ditertawakan.

Black Comedy adalah satu sub genre dari komedi yang memiliki ciri khas tersendiri dan menarik sebagai hiburan bagi para manusia yang bosan dengan materi komedi yang cenderung mengocok perut dengan cara yang menyenangkan. Jenis komedi satu ini juga biasa disebut sebagai Dark Comedy, dimana materi lawak yang dibawakan cenderung bersifat tabu dan tak lazim untuk ditertawakan. Biasanya berhubungan dengan tema kematian atau sarkasme.

Tidak semua materi Black Comedy dapat dieksekusi dengan sempurna. Jika komedi pada umumnya gagal dan tidak lucu, mereka mungkin hanya tidak mendapatkan tawa sebagai imbalan. Berbeda dengan aliran komedi satu ini. Salah – salah merancang bahan humor, bisa mengakibatkan cerita yang garing dan malah menyinggung perasaan penonton.

Berikut beberapa rekomendasi film bertema Comedy yang bisa dijadikan hiburan unik.

Baca juga: Menertawakan Tabunya Tindak Kriminal dalam ‘Game Night’

1. THE ADDAMS FAMILY (1991)

Pamor Wednesday Addams nampaknya lebih populer dibandingkan dengan film komedi yang menaungi karakter gadis cilik satu ini. Dibalik tampilan imutnya dengan rambut dikepang dua, menyimpan kekejaman dan obsesi akan tindakan kekerasan. Sayang jika umat manusia hanya berkenalan dengan anak perempuan keluarga Addams, saksikan kehidupan keluarga hantu The Addams Family.

Keluarga Addams baru saja dikaruniai seorang bayi dan membutuhkan pengasuh untuk merawat bayi mereka. Seorang pengasuh datang ke kediaman mereka dan mengaku sebagai saudara jauh Morticia (Angelica Huston) yang mengerti bagaimana cara mengasuh bayi. Wednesday (Christina Ricci) dan Pugsley (Jimmy Workman) mulai menyadari ada yang salah dengan pengasuh baru mereka yang nampaknya tak begitu paham cara mengasuh bayi yang benar.

Alur cerita The Addams Family secara keseluruhan nampak biasa saja dan mudah ditebak. Namun setiap percakapan dan adegan dalam film ini memiliki gaya Black Comedy klasik yang ringan untuk ditonton.

2. DEATH AT FUNERAL (2007)

Sebuah bekeluarga berkumpul kembali di rumah orang tua mereka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang ayah dalam sebuah upacara pemakaman. Tidak hanya untuk menghantarkan sang ayah keperistirahatan terakhirnya, masing-masing orang yang datang ke pemakaman tersebut memiliki urusan mereka masing-masing.

Martha sedang berusaha untuk memberikan kesan yang baik terhadap keluarganya bersama dengan tunangannya, Simon. Sementara putra pertama sang ayah, Daniel berusaha untuk menghadapi kakaknya yang sukses sebagai penulis, Robert. Belum lagi kehadiran tamu misterius, Peter, yang menyimpan kisah tentang masa lalu sang ayah.

Banyak hal terjadi dalam film ini namun saling berkesinambungan dan mencapai klimaks berupa kekacauan yang sempurna. Kekacauan merupakan intisari dari kisah ini, bagaimana setiap orang menimbulkan masalah yang memalukan dan tak lazim dilakukan dalam sebuah upacara pemakaman yang sakral.

3. A SERIOUS MAN (2009)

Black Comedy tidak melulu tentang kematian dan tema – tema gelap lainnya. Peliknya kehidupan juga bisa dijadikan bahan komedi yang miris untuk ditertawakan. Larry Gopnik (Michael Stuhlbarg) adalah seorang dosen fisika dan definisi sempurna dari pria yang membosankan. Meski pandai dalam fisika, Larry hampir selalu tidak memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya yang berujung petaka bagi kehidupannya.

Mulai dari istrinya yang tiba – tiba menggugat cerai dirinya, karirnya sebagai dosen yang diambang akhir karena ia menolak sogokan dari mahasiswa asing, hingga masalahnya denga tentangga soal teritorial halaman. Semua problematika dalam kehidupan terkadang membuat manusia berkata pada Tuhan, “Are you kidding me?”. Hal tersebut yang dirasakan oleh Larry, seorang laki – laki Yahudi yang taat agama dan mencari pertolongan pada Rabbi, mengharapkan pencerahan spiritual┬ádan bantuan yang nampaknya terlalu susah untuk dikabulkan.

4. WHAT WE DO IN THE SHADOWS (2014)

What We Do In The Shadows merupakan film mockumentary tentang kehidupan para vampir di era modern. Viago (Taika Waititi), Deacon (Jonathan Brugh), dan Vladislav (Jemaine Clement) adalah vampir dari abad pertengahan yang masih bertahan hingga era milenial. Mereka tidak lagi tinggal di sebuah kastil tua di Romania melainkan sebuah rumah tua sederhana di New Zealand. Dalam film dokumentasi satu ini, umat manusia bisa mempelajari bagaimana para vampir berburu, selera fashion mereka, dan cara menyesuaikan diri bahkan berusaha membaur dengan kehidupan malam yang menyenakan di New Zealand.

Film ini akan menghapus semua imajinasi pada manusia wanita mengenai gambaran vampir yang menawan dengan kulit berkilau seperti bola disko, vampir juga memiliki sisi payah dan konyol layaknya manusia. Terkadang mereka juga punya tugas piket membersihkan rumah dan mencuci gelas – gelas anggur mereka yang berorama darah. Mereka juga memiliki kegemaran seperti menari dan bermain musik sekali pun mereka payah dalam hal tersebut.

5. THE LOBSTER (2015)

Kaum jomblo memang merupakan sasaran empuk sebagai bahan bullying dan bercandaan. The Lobster menyuguhkan humor mengenai kaum jomblo pad level selanjutnya.

Sebuah masyarakat dystopian mempercayai bahwa tidak memiliki pasangan merupakan masalah serius layaknya penyait jiwa yang mengharuskan pengidapnya dikarantina. David (Collin Farrell) baru saja ditinggalkan oleh istrinya dengan laki – laki yang kemudian mengharuskan dirinya menjalani perawatan di sebuah hotel khusus bagi para jomblo seperti dirinya. Setiap penghuni hotel yang masih lajang memiliki waktu selama 45 untuk menemukan cinta sejatinya. Jika gagal, mereka akan diubah menjadi hewan dan dimasukan ke dalam kebun binatang khusus. David memilih untuk menjadi lobster jika programnya gagal.

Ciri khas film bertema dytopia selalu menarik untuk disaksikan. The Lobster memiliki cerita dengan ide original dan sangat mustahil untuk terjadi di sistem masyarakat manapun, namun memiliki makna yang relevan pada kehidupan manusia. Orang lajang terkadang dipandang menyedihkan dan menyenangkan untuk disinggung mengenai kehidupan asmara mereka. Film ini bisa membuat anda ngeri namun juga tertawa dengan kaum jomblo sebagai objeknya.