Alien Nonton Film: Beauty and The Beast (1991)

0
87
views
[screenrant.com]

Mari membicarakan kisah klasik yang sedang hangat-hangatnya dipertunjukkan kembali di planet Bumi, ‘Beauty and The Beast’. Cerita fantasi dari planet Disney yang mendapatkan ribuan kritik positif serta penghargaan dari umat manusia. Ada nominasi Golden Globe Award untuk kategori Musical or Comedy, ada nominasi Academy Award untuk kategori Best Picture, Best Original Song, dan Best Original Score, lalu di tahun 2010 pernah disebut sebagai sinema animasi terbaik sepanjang masa oleh IGN. Rotten Tomatoes bahkan memberi nilai 93% pada waktu perilisan.

Lalu bagaimana menurut kami? – para alien dari planet Sigur.

Tidak buruk, tidak juga baik.

Penuh tanda tanya, lebih susah dimengerti daripada ‘Inception‘.

Narasi plin-plan, lebih membingungkan daripada ‘The Catcher In The Rye‘.

Kenapa?

SPOILER ALERT, mari ingat cerita singkatnya lebih dulu.

SUMMARY

Di negeri Perancis – namun penduduknya berbicara dengan bahasa Inggris, hiduplah seorang pangeran tampan rupawan. Ia tinggal di istana besar, tidak begitu jauh dari keramaian desa, hanya terlalu dalam di tengah-tengah hutan.

Narasi dimulai ketika seorang peri menyamar menjadi wanita tua yang ingin menginap semalam di istana pangeran dengan bayaran setangkai mawar. Merasa curiga karena tiba-tiba ada orang tak dikenal meminta tempat untuk menginap, pangeran menolak mentah-mentah permintaan peri yang jahil, lantas mengusirnya jauh-jauh.

Peri yang jahil lalu marah dan mengutuk pangeran menjadi binatang buas, buruk rupa, mengerikan atau biasa disebut Beast, juga mengubah serta para pelayan menjadi perabotan rumah tangga, karena… well namanya juga sedang jahil.

Sang peri kemudian memberi Beast sebuah cermin ajaib, di mana cermin itu dapat membantu Beast untuk melihat tempat-tempat yang jauh dari dalam istana, sambil secara tidak langsung memberitahu Beast kalau makhluk berwajah buruk rupa tidak akan pernah diterima hadirnya oleh umat manusia.

Kejahilan peri gaib tidak berhenti sampai di sana saja, sang peri juga memberi Beast sekuntum mawar merah ajaib. Kenapa ajaib? Sebab bunga mawar merah tersebut bisa bertahan hidup lebih dari dua hari lamanya tanpa air dan tanah gembur. Sementara kelopaknya akan layu, dan jatuh satu per satu sampai usia pangeran a.k.a. Beast mencapai angka 21.

Peri yang jahil menyebutkan kalau Beast dan penghuni istana lainnya akan dapat kembali berubah menjadi manusia, APABILA Beast mampu mencintai seseorang dan cintanya dibalas, sebelum kelopak mawar yang terakhir jatuh. Apablia tidak, maka para penghuni istana akan sedia dalam wujud kutukan selamanya.

Bertahun-tahun terlewati, hiduplah seorang gadis cantik, seksi, suka membaca, punya hasrat untuk pergi bertualang, bernama Belle, tinggal di desa dekat lokasi istana Beast berada. Belle tinggal bersama ayahnya, Maurice, yang merupakan seorang penemu. Oleh para penduduk desa, Belle seringkali dinilai aneh, asing, serupa alien karena hobi membacanya.

Suatu ketika, Maurice hendak menunjukkan penemuan terbarunya ke pameran, meninggalkan Belle sendirian di rumah. Ketika Belle sedang asyik membaca, tiba-tiba datanglah Gaston, seorang pria pemburu berpenampilan gagah perkasa – idaman gadis-gadis desa karena dadanya penuh rambut, datang untuk melamarnya.

Gaston memang sudah lama terobsesi pada sosok Belle, tapi Belle menolak mentah-mentah lamaran Gaston. Sebaliknya dari penduduk desa, Belle menilai Gaston adalah weirdo.

Setelah Gaston pergi, Belle mendapati kuda yang dikendarai ayahnya, Philippe, kembali pulang tanpa ayahnya. Belle segera tahu kalau ayahnya sedang terjebak bahaya, maka dia pun menyusul ke hutan.

Diungkapkan kemudian kalau ternyata Maurice sempat tersesat dihutan dan diserang oleh kawanan serigala. Ia menyelamatkan diri dengan bersembunyi ke dalam istana Beast, yang entah kenapa bisa baru pertama kali dijumpainya setelah sekian lama hidup di dekat hutan.

Beast yang mendapati seseorang tak dikenal masuk ke dalam istananya tanpa izin, lantas marah besar. Beast lalu mengurung Maurice di penjara sebagai hukuman.

Setelah beberapa saat, Belle berhasil menemukan ayahnya kembali. Melihat kondisi buruk ayahnya, dia menawarkan dirinya menjadi tawanan Beast yang baru, menukarkan dirinya dengan sang ayah.

Walau Maurice bersikeras tidak rela, Beast sudah terlalu lama tidak berjumpa dengan wanita, maka ia memasukkan Maurice ke dalam kereta, yang lalu membawa pria tua itu pergi, menukarkan posisi tawanan dengan Belle. Belle kemudian sedih dan bersikeras tidak mau bicara atau berhubungan apa-apa dengan Beast.

Sementara itu, Beast tiba-tiba jatuh hati kepada Belle. Penghuni istana lainnya pun mendukung Beast untuk mendapatkan balasan cinta dari Belle, sebab mereka sudah muak menjadi perabotan rumah tangga.

Beast memberi Belle kamar sendiri dan mengizinkan Belle bermain ke semua wilayah istana, kecuali ke dalam ruang di West Wing. Di kamarnya, Belle berkenalan dengan Wardrobe dan Ibu Potts serta anak-anaknya. Sebelumnya, Belle sempat menolak tawaran makan malam bersama Beast.

Beast kembali marah dan melarang siapapun memberikan Belle makan malam kalau Belle tidak mau makan bersamanya.

Merasa lapar, Belle keluar dari kamarnya. Dia pergi ke dapur, menemukan pelayan-pelayan Beast yang tidak mendengarkan perintah Beast, dan memberi Belle makan malam bagaikan pesta. Setelah makan, Belle tur keliling istana bersama Lumiere dan Cogsworth.

Belle tertarik ke West Wing, lalu mengabaikan peringatan Lumiere dan Cogsworth, dan masuk ke dalam kamar. Di sana, Belle menemukan bunga mawar ajaib pemberian si peri jahil. Penasaran, dia membuka penutup bunga mawar dan pada saat yang bersamaan, Beast datang seketika membentak Belle untuk pergi dari kamarnya.

Belle terkejut, lalu memutuskan kabur dari istana, pergi meninggalkan janjinya kepada Beast.

Baru sampai di hutan, Belle diserang oleh kawanan serigala, tapi untunglah Beast segera datang ibarat pahlawan, dan menyelamatkannya. Merasa tidak enak hati, Belle mengurungkan niatnya untuk kabur dan membawa Beast yang terluka kembali ke istana. Belle membalut luka Beast, mengucapkan terimakasih, lalu mulai memperbaiki hubungannya dengan Beast.

Setelah kejadian itu hubungan Beast dan Belle mulai semakin dekat. Beast memberikan banyak kejutan kepada Belle, supaya gadis itu membalas cintanya sebelum kelopak bunga mawar ajaib yang terakhir jatuh. Dia memberi perpustakaan, makan malam berlimpah ruah, pesta dansa romantis, dan rambut-rambut yang lebih banyak daripada kepunyaan Gaston.

Belle sendiri mulai ikut jatuh hati ketika melihat Beast bermain salju dan burung, serta gaya makannya yang serupa anak-anak.

Beast hendak menyatakan cintanya pada Belle, namun dia belum berani. Belle malah teringat ayahnya.

Beast menunjukkan cermin ajaibnya pada Belle, supaya Belle dapat melihat kondisi ayahnya, dan  ternyata Maurice sedang sakit. Belle ingin sekali menjenguknya. Beast yang hatinya sudah menjadi lembut, lalu membebaskan Belle dari tawanannya. Beast juga memberi Belle cermin ajaibnya supaya Belle masih bisa melihat Beast kalau dia rindu kepada Beast.

Kembali di desa, Belle lagi-lagi berhadapan dengan Gaston yang masih terobsesi untuk menikahinya.

Gaston sedang menyiapkan petugas asilum untuk menangkap Maurice karena menganggap Maurice sudah kehilangan akal sehat ketika menyebut keberadaan Beast dan istananya di tengah hutan.

Belle yang terpancing agar segera menolong ayahnya, terpaksa mengeluarkan cermin ajaibnya untuk membuktikan keberadaan Beast, tapi di saat itu juga Gaston lantas merasa cemburu. Ia melihat kalau Belle ternyata mencintai Beast.

Dibutakan obsesi, Gaston menghasut penduduk desa bahwa Beast adalah makhluk yang jahat dan akan mencuri anak-anaknya. Belle dan Maurice ingin melindungi Beast, namun justru dikurung di ruang bawah tanah oleh Gaston, sementara Gaston dan penduduk desa pergi ke hutan mencari Beast.

Chip dan sejumlah peralatan rumah tangga lainnya datang membantu Belle dan Maurice keluar dari kurungan. Mereka lalu segera menyusul ke istana Beast. Sementara di istana, perabotan rumah tangga lainnya sedang menanggapi penduduk desa yang ingin menyerang, dan Gaston menerobos ke lantai atas  istana memburu Beast.

Gaston berusaha menyerang Beast, sedangkan Beast masih terlalu sedih untuk menanggapi Gaston. Belle kemudian menyusul tiba di istana dan memohon Gaston untuk berhenti.

Kedatangan Belle membuat Beast kembali bersemangat. Beast, lantas menanggapi serangan Gaston, memenangkan peperangan, namun tidak membunuh Gaston, justru melepaskannya.

Sayang, Gaston malah dengan licik menusuk Beast dari belakang.

Setelah itu Gaston jatuh terpeleset dari menara dan meninggal karena kehilangan keseimbangan.

Belle mengira Beast sudah meninggal. Dia pun mengakui bahwa dia mencintai Beast sebelum kelopak bunga mawar ajaib yang terakhir jatuh.

Beast tiba-tiba berubah menjadi manusia, begitu juga setiap perabotan rumah tangga di istana, mereka semua kembali berwujud manusia.

Film lantas berakhir ketika Belle dan Beast menari di ruang dansa, dilihat Maurice dan orang banyak, termasuk pelayan-pelayan Beast.

Belle tidak jadi pergi bertualang seperti yang ia mimpikan dan nyanyikan di pembuka cerita.

KENAPA PLIN-PLAN?

Kulitnya, ‘Beauty and The Beast’ terlihat menampilkan nilai moral yang sudah klise pada cerita-cerita romantis di planet Bumi. Seperti kisah ‘Edward Scissorhands’, ‘King Kong’, ‘The Phantom of The Opera’, atau Bacary Sagna.

‘Beauty and The Beast’ meneruskan kembali tradisi narasi super-klasik yang pernah dituliskan di abad kedua oleh Platonicus, yaitu ‘Cupid And Psyche’. Dimana Platonicus menuliskan cerita tentang wanita cantik yang sedang jatuh cinta kepada makhluk misterius, dan selalu enggan menunjukkan wajahnya – tapi tidak masalah, karena makhluk itu tinggal di istana yang megah.

Manusia-manusia di planet bumi memang punya ketertarikan tinggi pada dongeng-dongeng yang mengisahkan manusia berpenampilan menarik – tampan atau cantik, sedang dimabuk asmara oleh makhluk lainnya yang berpenampilan mengerikan.

Lewat serial ‘Beauty and The Beast’, Disney tampak ingin sekali menyatakan bila penampilan bukanlah hal yang utama, tapi personalitas seseorang adalah yang nomer satu.

“She warned him not to be deceived by appearances, for beauty is found within.”

Maurice, digambarkan sebagai manusia absurd dan eksentrik, sehingga Gaston serta teman-temannya seringkali mendiskreditkan kehadirannya, padahal ia adalah seorang inventor yang jenius.

Gaston, digambarkan sebagai manusia overly-manly-man dengan kuncir kuda, otot-otot yang menonjol, dan rambut dada yang begitu lebat, sehingga penduduk desa – terutama gadis-gadis, seringkali memujanya.

Belle, merupakan satu-satunya penduduk desa yang tak mau menilai buku dari sampulnya saja, karena dia adalah satu-satunya penduduk desa yang tahu caranya membaca buku.

Tapi sayang, Disney justru mengabaikan mentah-mentah pesan moral tersebut, dengan mengubah kembali penampilan Beast menjadi pangeran berwajah rupawan, lalu memberi kesimpulan baru untuk para penonton… walau sudah rupawan di dalam hati, alangkah lebih baiknya kalau rupawan di penampilan juga.

Belle yang sudah mencintai sosok buruk rupa mengerikan namun baik hati, lantas diberi hadiah oleh Disney seorang pangeran berwajah tampan.

Serupa juga pada narasi pembuka, tujuan peri yang jahil mengubah pangeran menjadi makhluk yang menyeramkan adalah untuk memberi pelajaran bahwa jangan pernah meremehkan seseorang hanya dari penampilannya yang buruk atau aneh. Tapi lagi-lagi pribumi Disney mengabaikan pesan moral tersebut. Si pangeran tidak pernah mendapatkan pelajaran itu di sepanjang film berputar, sebab nyatanya ia justru jatuh cinta pada gadis super-duper-cantik, seksi menggairahkan, dan berambut pirang, bernama Belle, yang datang dengan sendirinya ke muka pintu rumah.

Lainnya juga, di awal kisah, Belle diceritakan sebagai karakter perempuan yang kuat, independent, serta open-minded. Sementara perempuan-perempuan desa lainnya lebih sering disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga dan merawat anak-anak, Belle justru lebih senang mengisi hari-harinya dengan membaca buku dan bernyanyi-nyanyi bagaimana ia ingin sekali bertualang ke ujung horizon.

Seperti Mary Poppins setelah mendengarkan suara musik untuk pertama kalinya.

Bedanya, bila Mary Poppins kemudian menyatakan mimpinya berkelana, pergi melintasi pegunungan Swiss dan menyelematkan keluarganya dari jeratan politik, Belle menetap nyaman di istana bersama pangeran. Layaknya putri-putri Disney pada umumnya yang selalu merindukan Prince Charming, dan pada akhirnya justru menukar mimpi bertualang menjelajahi “the great wide somewhere” dengan bilik tertutup berupa istana megah.

Damn..