Alien Nonton Film: Gone Girl

1
[flickr.com] Foto oleh Lindsay Silveira

‘Gone Girl’.

Moral of the story? Don’t get married.

Memang berlebihan sekali kalau kami sampai menyuruh jangan menikah, tapi mau bagaimana lagi? ‘Gone Girl’ memang punya daya bius yang sempurna. Meracuni otak manusia tepat di tengah-tengah cerebrum. Memaksa manusia kembali melihat tinggi nama David Fincher setelah ‘Se7en’, ‘Fight Club’, ‘Zodiac’, dan ‘The Social Network’.

Mari segera membongkar kepala dan mencari emas di balik kepala Amy Dunne. Wanita cantik berambut pirang yang cerdas, baik hati(?), dan penyayang(?). Tipikal wanita impian setiap laki-laki di planet bumi. Kaum adam seperti Hannibal Lecter atau Barney Stinson.

SPOILER ALERT, mari ingat lebih dulu kisah romansa Romeo dan Juliet abad 21.

SUMMARY

Jauh dari pusat keramaian kota Gotham, tampaklah Bruce Wayne yang sedang menjalani masa pensiun, karena film terakhirnya dengan Superman tak kunjung mendapat apresiasi tinggi. Ia tinggal bersama Amy Dunne, wanita cantik berambut pirang yang ia persunting lima tahun sebelumnya.

Suatu pagi, Bruce tiba-tiba menduga kalau istrinya telah hilang diculik, setelah ia kembali pulang ke rumah dan mendapati ruang tamu rumahnya berantakan. Kursi terbalik, kaca meja pecah berkeping-keping, seperti baru saja dikunjungi oleh sekelompok maling.

Sadar sudah menjual semua peralatannya selama menjadi Batman, Bruce kemudian memanggil seorang detektif untuk mencari tahu kemana istrinya pergi. Si detektif lantas datang, lalu menemukan tanda-tanda kekerasan di TKP, dan segera menyimpulkan cepat kalau Amy Dunne sudah mati terbunuh. Si detektif juga menjadikan Bruce sebagai tersangka utama, sebab si detektif menemukan buku harian yang sudah hampir habis terbakar di ruang bawah tanah di rumah orang tua Bruce.

Bruce dan si detektif pun jadi bermain kucing-kucingan dalam rentang waktu yang lama, saling memburu bukti untuk membenarkan diri mereka sendiri. Sampai kemudian Mister David Fincher mengungkap kalau Amy ternyata masih hidup dan sedang menyetir menuju kebebasan sambil menyantap Big Mac dan french fries penuh lemak.

Holy mother of sweet Moses!

Amy Dunne ternyata adalah orang di balik kronologi penculikannya sendiri. Ia menyusun skenario kriminal sebagai ajang balas dendam pada Bruce. Orang yang telah membawa kehidupannya berpindah dari pusat kota menuju tepi kota, lalu kehilangan pekerjaan sebagai kontributor majalah, dan kemudian justru beralih hati pada gadis muda bernama “Goooddd Giiiirrllll…”

Tak mau terjebak oleh perangkap Amy Dunne, Bruce lantas kembali ke pusat kota untuk meminta bantuan Lucius Fox sebagai pengacara. Lucius pun menyarankan Bruce agar mengaku salah dan meminta maaf dari balik layar televisi. Media informasi yang akan terus-menerus meramaikan berita hilangnya Amy, karena sebenarnya Amy bukan cuma istri biasa, tapi juga seorang penulis terkenal.

Sementara itu di tempat terpisah, Amy terpaksa kehilangan semua uangnya setelah benar-benar bertemu dengan pencuri. Sudah tak punya bekal tersisa, Amy kemudian segera menghubungi Barney Stinson untuk menumpang hidup di rumah si mantan kekasih. Barney tentu menyambut hangat permintaan itu, karena… well, it’s Barney. Barney lalu menjemput Amy dan menyarankannya untuk “Suit up!”

Di rumah Barney Stinson, Amy mendapat kesempatan menonton Bruce di layar televisi. Melihat Bruce berubah menjadi bintang televisi, Amy pun jatuh cinta lagi pada Bruce. Maka, pada malam selanjutnya Amy berbalik menyusun skenario baru untuk menjebak Barney. Dia menyusun perangkap supaya Barney terlihat sebagai orang yang telah menculik, menyandera, dan memperkosanya. Membebaskan Bruce dari segala macam tuduhan.

Dan Barney? Ia sibuk mengubah filosofinya tentang wanita.

Pada epilog, diceritakan kalau Amy ingin memulihkan lagi hubungannya dengan Bruce, yang jelas saja ditolak mntah-mentah oleh Bruce. Tapi sayang, Amy sudah menanamkan benih-benih sperma milik si Barney Stinson ke dalam uterusnya, dan media akan berbalik lagi menyalahkan Bruce kalau Bruce pergi meninggalkan seorang istri yang sedang hamil.

Jadilah Bruce terjebak bersama Amy selama-lamanya. Ibarat Warkop DKI, maju kena, mundur pun kena.

NARASI MENGUBAH REALITAS

Sudah jadi rutinitas Mister Fincher mengadaptasi novel atau cerita-cerita yang menyinggung kebiasaan manusia-manusia di abad ke-21. Contohnya ada ‘Se7en’, ‘Fight Club’, Facebook, atau juga ‘Gone Girl’ yang sedang kami bicarakan sekarang.

‘Gone Girl’ mendemonstrasikan dengan menarik bagaimana narasi yang tersusun baik dan juga rapi akan dapat menguasai realitas. Mister Fincher memberi proyeksi kalau umat manusia abad ke-21 selalu enggan atau tak bisa melihat kenyataan kecuali berasal dari layar televisi. Media yang rajin memberitakan narasi pada umat manusia, bohong atau cuma fiksi.

“We’re not gonna arrest anybody just ‘cause some blonde dunce says so.”

Narasi menurut Amy sendiri tersusun apik menyerupai reka-reka kriminal pada berita-berita televisi. Ada suami yang sering berlaku kasar, tipu daya asuransi hidup, dan klise dari semua kisah pertengkaran suami-istri di planet bumi, yaitu PERUT HAMIL.

“You need to package yourself, so that people will truly mourn your loss. And America LOVES pregnant women.”

Sebagai kelompok manusia yang membiayai hidupnya dari narasi, media pun tanpa henti mendulang emas dengan terus menayangkan kisah si Bruce Wayne dan Amy Dunne laksana si monster psikopat dan istri yang sempurna. Misalnya seperti di saat mereka mengubah sudut pandang senyum terpaksa Bruce Wayne menjadi bukti kalau ia adalah pria yang tak punya hati, atau seperti di saat mereka menjadikan foto selfie Bruce Wayne dengan seorang tante-tante-kurang-sentuh sebagai pemanas narasi.

Beruntung Bruce memiliki Lucius Fox, yang menyarankannya untuk tampil ke hadapan publik, berpura-pura sebagai pria ksatria, mengakui kesalahannya dan meminta maaf lewat program acara televisi. Supaya Bruce dapat mengambil alih lagi kontrol pada narasi yang sedang berjalan di antara Amy dan dirinya. Supaya media berpindah posisi tak lagi menyudutkannya sebagai pria-oh-sungguh-sadis-caramu.

“A guy admitting that he’s a gigantic asshole on television? People empathiZe with that.”

Satire yang indah sekali.

Kalau di muka televisi, lebih baik jadi manusia-yang-pernah-berbuat-salah-lalu-minta-maaf daripada jadi manusia-yang-sama-sekali-tak-pernah-berbuat-salah.

Realita dan fakta tak ada artinya, yang terpenting adalah narasi menarik.

Imbasnya pun terasa sampai penonton.

Pada setengah permulaan film, Mister Fincher memancing manusia untuk percaya kalau Amy adalah wanita idaman semua pria. Pintar, cerdas, suka membaca, indah, cantik, menarik, dan datang dari keluarga baik-baik tanpa sejarah penyakit diabetes atau kelamin. Mister Fincher menyajikannya lewat montase pada saat Amy menulis di buku hariannya. Semacam menulis status di kolom Twitter, tapi tanpa follower. Oleh karena tak ada follower, maka tak ada tuntutan bagi Amy untuk berbohong, kita pun jadi percaya narasi yang dituliskan Amy Dunne.

Lalu di saat Amy berubah menjadi Harley Quinn, penonton lantas sadar kalau sudah dipermainkan oleh ekspetasi.

Narasi versus realitas juga jadi alasan kenapa judul Gone Girl bukan cuma representasi Amy Dunne yang sedang hilang entah kemana dari rumahnya, tapi juga hilangnya personalitas si Amazing Amy pada epilog film.

Amy menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk memenuhi ekspetasi orang lain, karena orang tuanya telah menciptakan Amy sebagai The Amazing Amy ke hadapan publik. Sehingga lama-kelamaan batas di antara Amy Dunne dan The Amazing Amy menjadi bias. The Amazing Amy became Amy.

Namun The Amazing Amy pun harus ikut berubah ketika Amy bertemu Bruce Wayne, karena Amy percaya kalau Bruce Wayne lebih tertarik pada the-so-called-cool-girl. Dan ketika ia menemukan Bruce Wayne ternyata sudah berselingkuh dengan “Goooddd Giiiirrlll,” Amy pun menyebut Bruce sebagai pembunuh.

Pembunuh karakter lebih tepatnya.

Amy lantas tak lagi menjadi The Amazing Amy, tak lagi jadi menjadi the-so-called-cool-girl, kehilangan jati diri, dan berubah menjadi seorang weirdo.

Damn…

That’s it human! Our f***ing two cents about ‘Gone Girl’!

Terima kasih sudah baca.