Alien Tanya Oscar

1
[istaddicts.com]

Oscar. Menarik di masa lalu, teka-teki di masa kini. Pernah jadi panduan, tapi sudah berlalu, malah sekarang jadi bualan. Begitulah kata dari sebagian besar pencandu sinema yang gagal menemukan nama-nama di atas. Benar atau tidak adalah bualan, yang tahu benar cuma ‘La La Land’.

Kenapa ‘La La Land’? Ya, karena di tahun ini apapun tanyanya, jawabnya ‘La La Land’.

Best sinematografi? ‘La La Land’. Best costume design? ‘La La Land’. Best original score? ‘La La Land’. Best music? ‘La La Land’ – seriously? Ada ‘Sing Street’, Car. Best actress? ‘La La Land’. Best actor? ‘La La Land’.

Lalu yang menang Best Picture… ‘Moonlight’.

Ahhh… nasibmu ‘La La Land’…

But wait, ‘Moonlight’?

Based on true story? Check. Menyayat hati bikin sedih-sedih basah? Check juga. Well, mau apalagi? Dua syarat utama kebiasaan Oscar di beberapa tahun terakhir sudah terpenuhi. Belum lagi tema cerita Moonlight berfokus pada kehidupan orang-orang kulit hitam dan homoseksual… ya, puas sudah Oscar dirayu Barry Jenkins.

Maklum, sineas Hollywood masih hangat-hangatnya kontra dengan Mister Trump. Memenangkan sinema dengan tema kulit hitam dan LGBT bisa jadi pernyataan kuat.

Anyway, mari kembali pada topik di ujung mula, perihal teka-teki dan dikata bualan. Kenapa?

SUICIDE SQUAD

Salah satu flop terbesar oleh DC, flop yang super-duper-mengesalkan setelah ‘Dawn of Justice’. Memang banyak tanya bermunculan saat ‘Suicide Squad’ masuk daftar nominasi, tapi semua tanya itu lantas hilang tanpa bekas setelah sadar kalau nama Joker dan kawan-kawan tertulis untuk kategori Best Makeup And Hairstyling. Tampilan Crocodile dan Enchantress boleh jadi argumen.

Tanya malah muncul lagi bertubi-tubi setelah nama ‘Suicide Squad’ yang jadi pemenang.

Kami pun ikut-ikutan bertanya.

Kenapa?

Ada nama ‘Star Trek’ di kategori yang sama. Kaum alien, kaum asing, kaum berwajah ultimate beda dari makhluk-makhluk planet bumi. Mereka perwakilan kami di industri film.

Ah, Oscar memang anti sekali superhero.

TOM ADAMS

Tom Hanks adalah favorit kami, kesukaan kita semua, kesukaan seluruh pencinta sinema. Mau itu di masa-masa ‘Forrest Gump’, sahabat Wilson, Woody, Captain Phillips, James Donovan, ataupun Sully di tahun kemarin. Jadi normal rasa-rasanya kalau bertanya kenapa tak ada nama si legenda tahun ini. Performanya berpura-pura menjadi pilot masih tetap di level tertinggi.

Lalu kenapa? Entahlah, namanya juga teka-teki. Mari anggap saja karena Oscar sudah bosan.

Ah, iya! Amy Adams pun teka-teki yang serupa dengan nihilnya Tom Hanks tahun ini. Sayang kami tak bisa menilai objektif kalau masalah tante Amy. Namanya juga kaum adam, mudah dibiaskan oleh wanita.

DEADPOOL

Bukan teka-teki sih kalau bicara Deadpool, genre superhero memang selalu dipandang sebelah mata oleh Oscar, biarpun si karakter utamanya adalah antihero-sarkastik-tipikal-Ferris-Bueller.

Lalu ‘Suicide Squad’?

Namanya juga teka-teki.

ZOOTOPIA

Mungkin satu-satunya teka-teki yang muncul di kategori animasi adalah di saat para pencinta sinema gagal menemukan nama ‘Finding Dory’. Tapi yah bukan masalah juga menurut kami, Pixar memang sudah mulai kehilangan sentuhan magisnya sejak ‘Toy Story’ berakhir.

Sama seperti ‘Suicide Squad’, tanya malah muncul di saat dengar nama pemenangnya. Kenapa bukan ‘Kubo and The Two Strings’? Kenapa bukan ‘The Red Turtle’?

Bukan berarti kalau ‘Zootopia’ over-rated, kami justru suka sekali dengan suara Jason Bateman. Cuma, menurut kami, ‘Kubo and The Two Strings’ adalah level yang beda, dan ‘The Red Turtle’ jauh lebih indah.

Kenapa ‘Zootopia’?

Mungkin sebab ‘Zootopia’ adalah sinema satire tentang rasisme di Amerika sana.

Manusia, memang suka yang relateable saja.

SILENCE

Menurut kami ‘Silence’ adalah tanda tanya terbesar untuk Oscar tahun ini. Bayangkan, karya terbaru si alis tebal cuma singgah di satu nominasi saja. Padahal kalau menurut kami, ‘Silence’ masih bisa menunjukkan kalau Martin Scorsese belumlah habis. Ra’s al Ghul, Kylo Ren, dan Peter Parker benar-benar mengundang tensi yang menarik selama kami menonton Silence.

LA LA LAND

Seriously? 14 nominasi? Kenapa? Why? Sinematografinya banyak yang mengingatkan pada sinema klasik? Jadi ingat Singin’ In The Rain? Jadi ingat Debbie Reynolds? Ceritanya sejalan dengan kisah-kisah seniman di Hollywood?

Manusia, cinta mati sekali dengan karya-karya yang relateable.

Ah, kami sudah malas bicara ‘La La Land’ lebih panjang lebar lagi. Silakan singgah menonton ‘Sing Street‘ atau ‘Across The Universe‘ saja sana.

SAMA-SAMA

Kalau diperhatikan, semakin kesini, nominasi-nominasi Oscar semakin punya banyak kesamaan. Temanya seringkali based on true story, genrenya seringkali drama kehidupan, dan yang sering memancing tanya adalah kenapa rilisnya hampir bersamaan semua, yaitu di penghujung tahun. Jarang sekali bisa melihat sinema Oscar yang datang dari rilisan awal tahun. Bahkan yang pertengahan tahun juga sedikit.

Kenapa? Si Oscar sendiri yang malas mengunjungi sinema di tengah tahun? Atau studio-studio film sendiri yang malas rilis di tengah atau awal tahun?

Atau mungkin Oscar sebenarnya ajang promosi? Supaya pencandu film jadi mau saja coba menonton rilisan-rilisan yang rendah daya jualnya kalau dirilis pada tengah tahun.

Cerdik!

Well, that’s all people!

Bagaimana?

Punya pertanyaan yang sama juga?

Atau justru jadi ikut bertanya-tanya?