Beauty and The Beast (1991): Bercerita dengan Plin-Plan

1
Beauty and The Beast 1991 film
[Screenrant]

Mari berbicara tentang kisah klasik yang sedang hangat-hangatnya dipertunjukkan kembali di planet Bumi, Beauty and The Beast. Cerita fantasi dari planet Disney yang mendapat banyak kritik positif serta penghargaan. Mulai dari nominasi Golden Globe Award untuk kategori Musical or Comedy, nominasi Academy Award untuk kategori Best Picture, Best Original Song, dan Best Original Score, sampai pada tahun 2010 pernah disebut sebagai sinema animasi terbaik sepanjang masa oleh IGN. Rotten Tomatoes bahkan memberi nilai 93% pada waktu perilisan.

Seperti yang sudah-sudah, [SPOILER ALERT], mari kembali pada kisah Belle dan Beast terlebih dahulu.

Baca juga Liner Notes: Meteora oleh Linkin Park

RINGKAS CERITA

Di negeri Perancis – namun penduduknya berbicara dengan bahasa Inggris, hiduplah seorang pangeran tampan rupawan. Ia tinggal di istana besar, tidak begitu jauh dari keramaian desa, hanya terlalu dalam di tengah-tengah hutan.

Narasi dimulai ketika seorang peri menyamar menjadi wanita tua yang ingin menginap semalam di istana pangeran dengan bayaran setangkai mawar. Merasa curiga karena tiba-tiba ada orang tak dikenal meminta tempat untuk menginap, pangeran menolak mentah-mentah permintaan peri yang jahil, lantas mengusirnya jauh-jauh.

Peri yang jahil lalu marah dan mengutuk pangeran menjadi binatang buas, buruk rupa, mengerikan atau biasa disebut Beast, juga mengubah serta para pelayan menjadi perabotan rumah tangga, karena.. ya, namanya juga sedang jahil.

Sang peri kemudian memberi Beast sebuah cermin ajaib, di mana cermin itu dapat membantu Beast untuk melihat tempat-tempat yang jauh dari dalam istana, sambil secara tidak langsung memberitahu Beast kalau makhluk berwajah buruk rupa tidak akan pernah diterima hadirnya oleh umat manusia.

Kejahilan peri gaib tidak berhenti sampai di sana saja, sang peri juga memberi Beast sekuntum mawar merah ajaib. Kenapa ajaib? Sebab bunga mawar merah tersebut bisa bertahan hidup lebih dari dua hari lamanya tanpa air dan tanah gembur. Sementara kelopaknya akan layu, dan jatuh satu per satu sampai usia pangeran (Beast) mencapai angka 21.

Peri yang jahil menyebutkan kalau Beast dan penghuni istana lainnya akan dapat kembali berubah menjadi manusia, apabila Beast mampu mencintai seseorang dan cintanya dibalas, sebelum kelopak mawar yang terakhir jatuh. Apablia tidak, maka para penghuni istana akan sedia dalam wujud kutukan selamanya.

Bertahun-tahun terlewati, hiduplah seorang gadis cantik, seksi, suka membaca, punya hasrat untuk pergi bertualang, bernama Belle, tinggal di desa dekat lokasi istana Beast berada. Belle tinggal bersama ayahnya, Maurice, yang merupakan seorang penemu. Oleh para penduduk desa, Belle seringkali dinilai aneh, asing, serupa alien karena hobi membacanya.

Suatu ketika, Maurice hendak menunjukkan penemuan terbarunya ke pameran, meninggalkan Belle sendirian di rumah. Ketika Belle sedang asyik membaca, tiba-tiba datanglah Gaston, seorang pria pemburu berpenampilan gagah perkasa idaman gadis-gadis desa karena dadanya penuh rambut, datang untuk melamarnya.

Gaston memang sudah lama terobsesi pada sosok Belle, tapi Belle menolak mentah-mentah lamaran Gaston. Sebaliknya dari penduduk desa, Belle menilai Gaston adalah weirdo.

Setelah Gaston pergi, Belle mendapati kuda yang dikendarai ayahnya, Philippe, kembali pulang tanpa ayahnya. Belle segera tahu kalau ayahnya sedang terjebak bahaya, maka dia pun menyusul ke hutan. Diungkap kemudian jika ternyata Maurice sempat tersesat di hutan dan diserang oleh kawanan serigala. Ia menyelamatkan diri dengan bersembunyi ke dalam istana Beast, yang entah kenapa bisa baru pertama kali dijumpai oleh Maurice setelah sekian lama hidup di dekat hutan.

Beast mendapati seseorang tak dikenal masuk ke dalam istananya tanpa izin, lantas marah besar. Beast lalu mengurung Maurice di penjara sebagai hukuman. Setelah beberapa saat, Belle berhasil menemukan ayahnya kembali. Melihat kondisi buruk ayahnya, dia menawarkan dirinya menjadi tawanan Beast yang baru, menukarkan dirinya dengan sang ayah.

Walau Maurice bersikeras tidak rela, Beast sudah terlalu lama tidak berjumpa dengan wanita, maka ia memasukkan Maurice ke dalam kereta, yang lalu membawa pria tua itu pergi, menukar posisi tawanan dengan Belle. Belle kemudian sedih dan bersikeras tidak mau bicara atau berhubungan apa-apa dengan Beast.

Sementara itu, Beast tiba-tiba jatuh hati kepada Belle. Penghuni istana lainnya pun mendukung Beast untuk mendapatkan balasan cinta dari Belle, sebab mereka sudah muak menjadi perabotan rumah tangga. Beast memberi Belle kamar sendiri dan mengizinkan Belle bermain ke semua wilayah istana, kecuali ke dalam ruang di West Wing. Di kamarnya, Belle berkenalan dengan Wardrobe dan Ibu Potts serta anak-anaknya. Sebelumnya, Belle sempat lebih dulu menolak tawaran makan malam bersama oleh Beast.

Beast kembali marah dan melarang siapapun memberikan Belle makan malam kalau Belle tidak mau makan bersamanya. Merasa lapar, Belle keluar dari kamarnya, pergi ke dapur, menemukan pelayan-pelayan Beast yang tidak mendengarkan perintah Beast, dan memberi Belle makan malam bagaikan pesta. Setelah makan, Belle tur keliling istana bersama Lumiere dan Cogsworth.

Belle tertarik ke West Wing, lalu mengabaikan peringatan Lumiere dan Cogsworth, dan masuk ke dalam kamar. Di sana, Belle menemukan bunga mawar ajaib pemberian si peri jahil. Penasaran, dia membuka penutup bunga mawar dan pada saat yang bersamaan, Beast datang seketika membentak Belle untuk pergi dari kamarnya. Belle terkejut, lalu memutuskan kabur dari istana, pergi meninggalkan janjinya kepada Beast.

Baru sampai di hutan, Belle diserang oleh kawanan serigala, tapi untunglah Beast segera datang ibarat pahlawan, dan menyelamatkannya. Merasa tidak enak hati, Belle mengurungkan niat untuk kabur dan membawa Beast yang terluka kembali ke istana. Belle membalut luka Beast, mengucapkan terimakasih, lalu mulai memperbaiki hubungannya dengan Beast.

Setelah kejadian itu hubungan Beast dan Belle mulai semakin dekat. Beast memberi banyak kejutan kepada Belle, supaya gadis itu membalas cintanya sebelum kelopak bunga mawar ajaib yang terakhir jatuh. Dia memberi perpustakaan, makan malam berlimpah ruah, pesta dansa romantis, dan rambut-rambut yang lebih banyak daripada kepunyaan Gaston.

Belle sendiri mulai ikut jatuh hati ketika melihat Beast bermain salju dan burung, serta gaya makannya yang serupa anak-anak.

Beast hendak menyatakan cintanya pada Belle, namun dia belum berani. Belle malah teringat ayahnya.

Beast menunjukkan cermin ajaibnya pada Belle, supaya Belle dapat melihat kondisi ayahnya, dan  ternyata Maurice sedang sakit. Belle ingin sekali menjenguknya. Beast yang hatinya sudah menjadi lembut, lalu membebaskan Belle dari tawanannya. Beast juga memberi Belle cermin ajaibnya supaya Belle masih bisa melihat Beast kalau dia rindu kepada Beast.

Kembali di desa, Belle lagi-lagi berhadapan dengan Gaston yang masih terobsesi untuk menikahinya. Gaston sedang menyiapkan petugas asilum untuk menangkap Maurice karena menganggap Maurice sudah kehilangan akal sehat ketika menyebut keberadaan Beast dan istananya di tengah hutan.

Belle yang terpancing agar segera menolong ayahnya, terpaksa mengeluarkan cermin ajaibnya untuk membuktikan keberadaan Beast, tapi di saat itu juga Gaston lantas merasa cemburu. Ia melihat kalau Belle ternyata mencintai Beast. Dibutakan obsesi, Gaston menghasut penduduk desa bahwa Beast adalah makhluk yang jahat dan akan mencuri anak-anaknya. Belle dan Maurice ingin melindungi Beast, namun justru dikurung di ruang bawah tanah oleh Gaston, sementara Gaston dan penduduk desa pergi ke hutan mencari Beast.

Chip dan sejumlah peralatan rumah tangga lainnya datang membantu Belle dan Maurice keluar dari kurungan. Mereka lalu segera menyusul ke istana Beast. Sementara di istana, perabotan rumah tangga lainnya sedang menanggapi penduduk desa yang ingin menyerang, dan Gaston menerobos ke lantai atas istana memburu Beast.

Gaston berusaha menyerang Beast, sedangkan Beast masih terlalu sedih untuk menanggapi Gaston. Belle kemudian menyusul tiba di istana dan memohon Gaston untuk berhenti. Kedatangan Belle membuat Beast kembali bersemangat. Beast lantas menanggapi serangan Gaston, memenangkan duel, namun tidak membunuh Gaston, justru melepaskannya.

Sayang, Gaston malah dengan licik menusuk Beast dari belakang.

Setelah itu Gaston jatuh terpeleset dari menara dan meninggal karena kehilangan keseimbangan.

Belle mengira Beast sudah meninggal. Dia pun mengakui bahwa dia mencintai Beast sebelum kelopak bunga mawar ajaib yang terakhir jatuh. Beast tiba-tiba berubah menjadi manusia, begitu juga setiap perabotan rumah tangga di istana, mereka semua kembali berwujud manusia.

Film lantas berakhir ketika Belle dan Beast menari di ruang dansa, bersama Maurice dan pelayan-pelayan Beast. Belle pun tidak jadi pergi berpetualang seperti yang ia mimpikan dan nyanyikan pada pembuka cerita.

KENAPA PLIN-PLAN?

Pada kulitnya, Beauty and The Beast memang terlihat menampilkan nilai moral yang sudah klise pada cerita-cerita romantis di Bumi. Seperti kisah Edward Scissorhands, King Kong, The Phantom of The Opera, atau Bacary Sagna.

Beauty and The Beast meneruskan kembali tradisi narasi super-klasik yang pernah dituliskan di abad kedua oleh Platonicus, Cupid and Psyche. Bercerita tentang wanita cantik yang sedang jatuh cinta kepada makhluk misterius dan selalu enggan menunjukkan wajahnya. Tapi tentu tidak masalah, sebab makhluk itu tinggal di istana yang megah.

Manusia-manusia di planet Bumi memang punya ketertarikan tinggi pada dongeng-dongeng berkisah tentang manusia berpenampilan menarik – tampan atau cantik, sedang dimabuk asmara oleh makhluk lainnya yang berpenampilan mengerikan. Lewat narasi Beauty and The Beast, Disney ingin menyatakan jika penampilan bukanlah hal yang utama, tapi personalitas seseorang adalah nomor satu.

“She warned him not to be deceived by appearances, for beauty is found within.”

Maurice, digambarkan sebagai manusia absurd dan eksentrik, sehingga Gaston serta teman-temannya seringkali mendiskreditkan kehadirannya, padahal ia adalah seorang inventor yang jenius. Gaston, digambarkan sebagai manusia overly-manly-man dengan kuncir kuda, otot-otot menonjol, dan rambut dada begitu lebat, sehingga penduduk desa, utamanya para gadis, seringkali memujanya.

Belle, merupakan satu-satunya penduduk desa yang tak mau menilai buku dari sampulnya saja, karena dia adalah satu-satunya penduduk desa yang tahu caranya membaca buku. Tapi sayang, Disney justru mengabaikan mentah-mentah pesan moral tersebut, dengan mengubah kembali penampilan Beast menjadi pangeran berwajah rupawan, lalu memberi kesimpulan baru bagi penonton – walau rupawan di dalam hatinya, akan lebih baik lagi jika si pangeran rupawan di penampilan juga.

Belle yang sudah mencintai sosok buruk rupa mengerikan namun baik hati, lantas diberi hadiah oleh Disney seorang pangeran berwajah tampan.

Serupa pada narasi pembuka, tujuan peri yang jahil mengubah pangeran menjadi makhluk menyeramkan adalah untuk memberi pelajaran agar jangan pernah meremehkan seseorang hanya dari penampilannya. Tapi lagi-lagi pribumi Disney mengabaikan pesan moral yang baik. Si pangeran tidak pernah mendapatkan pelajaran “jangan pernah meremehkan seseorang hanya dari penampilannya saja”. Pada sepanjang film berputar, Beast justru jatuh cinta pada gadis cantik, seksi menggairahkan, dan berambut pirang, bernama Belle, yang datang dengan sendirinya ke muka pintu rumah.

Lainnya lagi, pada awal kisah, Belle diceritakan sebagai karakter perempuan yang kuat, mandiri, serta berpikiran terbuka. Sementara perempuan-perempuan desa lainnya lebih sering disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga dan merawat anak-anak, Belle justru lebih senang mengisi hari-harinya dengan membaca buku dan bernyanyi-nyanyi bagaimana ia ingin sekali bertualang ke ujung horizon. Sebagaimana Mary Poppins setelah mendengarkan suara musik untuk pertama kalinya.

Bedanya, bila Mary Poppins kemudian menyatakan mimpinya berkelana, pergi melintasi pegunungan Swiss dan menyelematkan keluarganya dari jeratan politik, Belle menetap nyaman di istana bersama pangeran. Layaknya putri-putri Disney pada umumnya yang selalu merindukan Prince Charming, dan pada akhirnya justru menukar mimpi bertualang menjelajahi “the great wide somewhere” dengan bilik tertutup berupa istana megah.