Film-Film dengan Tema Coming of Age

2
[A24]

Bagi umat manusia, fase pubertas (coming of age) adalah periode yang unik. Punya banyak gejolak emosi dan cerita menarik. Pantas kalau kemudian para kreator film sering menjadikannya sebagai tema utama dari karya-karya mereka.

Sebagai alien, film merupakan salah satu media yang mempermudah kami untuk mendapatkan informasi tentang kehidupan di Bumi. Mengamati perilaku manusia melalui film tentu lebih mudah daripada harus mematai-matai dan berinteraksi dengan manusia secara langsung yang bisa membahayakan penyamaran kami.

Satu yang merebut perhatian kami, manusia dalam masa pubernya memiliki gejolak emosi, dilema, dan kisahnya masing-masing, yang meski sederhana, tetap menarik untuk disimak. Permasalahan remaja Bumi yang pada umumnya sama, mampu membuat film bertema pubertas (coming of age) memiliki sifat relevan bagi para penonton.

Ingat, relevansi adalah salah satu unsur yang membantu sebuah karya seni agar dapat diterima, sebab mampu menyentuh perasaan para penikmatnya.

Baca juga: Dead Poets Society – Alien Masuk Ruang Kelas

Kalau kalian masih buta tentang umat manusia pubertas, berikut film-film bertema coming of age yang dapat kalian coba.

THE BREAKFAST CLUB (1985)

Ketika siswa lain dapat menikmati hari Sabtu dengan santai di rumah, lima siswa tidak beruntung harus menjalani hukuman dengan menulis esai di perpustakan sekolah, dan diawasi oleh kepala sekolah yang semenah-menah (Paul Gleason).

‘The Breakfast Club’ menampilkan lima remaja Bumi dengan berbagai stereotype yang banal pada masa-masa sekolah. Ada si gadis cantik nan populer, Claire Standish (Molly Ringwald); bocah berandalan, John Bender (Judd Nelson); si pendiam dan aneh, Allison Reynolds (Ally Sheed); si tampan yang atletis, Andrew Clark (Emilio Estevez), dan si kutu buku, Brian Johnson (Anthony Michael Sheedy).

Pengalaman menghabiskan setengah hari bersama di sekolah lantas memberikan mereka kesempatan untuk saling berbagi cerita tentang delima mereka masing-masing sebagai remaja Bumi dari berbagai sudut pandang sifat remaja sendiri.

MY GIRL (1991)

Vada Sultenfuss (Anna Chlumsky) adalah gadis tomboy berusia 11 tahun dengan kepribadian menarik. Semenjak lahir, Vada tumbuh tanpa seorang ibu dan dibesarkan hanya oleh ayahnya, yang juga seorang pemilik jasa rumah duka.

Vada juga tumbuh dengan kepribadian esentrik yang membuatnya susah memiliki banyak teman. Berbeda dari anak-anak lainnya, Thomas J. Sennett (Macaulay Culkin), anak laki-laki yang lugu dan polos, bersedia berteman dengan Vada. Dengan kepribadian mereka yang saling bertolak belakang, keduanya menikmati hari-hari sebagai remaja dengan berbagai pengalaman dan konflik baru dalam masa-masa puber.

MOONRISE KINGDOM (2012)

Meski muncul ancaman badai yang akan melanda pemukiman di New Penzance, sepasang remaja berusia 12 tahun, Sam (Jared Gilman) dan Suzy (Kara Hayward), jatuh cinta dan memutuskan untuk melarikan diri karena sudah merasa tidak relevan dengan keluarga mereka.

Menghilangnya Sam dan Suzy lantas menimbulkan keributan dan pencarian besar-besaran oleh para penduduk New Penzance agar keduanya selamat dari badai. Kisah cinta pertama yang sederhana dan dibawakan dengan gaya quirky dan visual penuh warna khas Wes Anderson.

THE WAY WAY BACK (2013)

Duncan (Liam James) adalah remaja laki-laki yang pemalu dan canggung. Ia harus menghabiskan liburan bersama dengan ibu beserta pacar ibunya yang mengintimidasi beserta anak perempuannya yang tidak kalah menyebalkan. Merasa tidak nyaman dengan suasana di rumah pantai tempat mereka berlibur, Duncan lalu mencari tempat pelarian agar jauh dari pacar ibunya dengan bekerja paruh waktu di sebuah waterpark.

Dibimbing oleh manager waterpark, Owen (Sam Rockwell), liburan dan pengalaman kerja Duncan menjadi lebih berwarna dan memberi dampak positif untuk membangun rasa percaya dirinya.

BOYHOOD (2014)

Salah satu film bertema coming of age yang sempat populer di planet Bumi, oleh sebab memakan waktu sampai 12 tahun untuk proses pengambilan gambarnya. Sang sutradara, Richard Linklater, memang dikenal dengan proses produksi yang memakan waktu lama untuk kualitas film-filmnya yang berbobot.

‘Boyhood’ nampak seperti film dokumenter kehidupan Mason (Ellar Coltrane), satu manusia bumi, mulai dari usia anak-anak hingga tumbuh dewasa, bersama dengan gonjang-ganjing pernikahan ibunya.

Premisnya cukup sederhana, Mason bukanlah manusia berprestasi ataupun nakal dan suka membuat onar. Sosok Mason adalah gambaran remaja laki-laki umat manusia pada umumnya dengan fase kehidupan yang kurang lebih sama dengan remaja-remaja lainnya.

Bagi kami, menonton ‘Boyhood’ rasanya seperti menonton dokumenter National Geography tentang manusia saja – tepat guna ketika kami baru mulai mempelajari kehidupan umat manusia di Bumi.

LITTLE MAN (2016)

Persahabatan adalah cerita yang selalu melekat dengan kehidupan remaja. Kehadiran sahabat bisa membuat seorang remaja merasa memiliki figur yang selalu mendukung dan menemani kehidupan mereka.

Begitu pula bagi Jake Jardine (Theo Taplizt) dan Tony Calvelli (MIchael Barbieri) yang menjalin bersahabatan di tengah konflik kedua orang tua mereka, mengenai sengketa tempat tinggal. Jake yang pendiam dan tidak punya banyak teman, begitu menyayangi dan menghargai persahabatannya dengan Tony, dan berharap terus bersama, meski dihantui oleh konflik yang sedang terjadi.

LADY BIRD (2017)

Christine adalah gadis muda berjiwa bebas, keras kepala, dan memiliki pendirian yang kuat. Pada masa-masa akhirnya mengeyam pendidikan SMA, Christine mengalami konflik dengan ibunya, sebab tidak mendapat restu melanjutan pendidikan ke bangku universitas di kota New York.

Christine juga harus menghadapi problematika klise – percintaan dan persahabatan di masa remaja. Dengan segala masalah dan kepribadian yang menggebu-gebu, ‘Lady Bird’ mampu menyuguhkan kisah tentang bagaimana seharusnya remaja bumi yang sedang beranjak dewasa mulai mengendalikan diri, dan memperhatikan kehidupan sekitarnya dengan sentuhan humor ringan.