Film-Film Terbaik Sepanjang Tahun 2017

0
[The Young Folks]

Entah berupa remake, reboot, sekuel, biopik, adaptasi atau orisinal – tahun 2017 telah memberikan begitu banyak sajian bagi para pencinta layar lebar. Memang sempat sepi di awal tahun, tapi semakin mendekati akhir, gempuran para pembuat film pun semakin sporadis. Studio produksi ternama bersilih ganti merilis karya, saling menunjukkan kualitas.

Sekarang, membuka pekan terakhir di tahun 2017, adalah waktu yang tepat untuk memilih kreasi yang terbaik.

Baca juga: Album-Album Musik Terbaik di Tahun 2017

SONG TO SONG

Terrence Malick sudah lama dikenal dengan filmografi yang unik dan sarat makna. ‘Song to Song’ pun kembali menunjukkan keahliannya tersebut. Berani, indah, dan melankoli jadi deskripsi yang sempurna untuk eksperimen Malick di tahun 2017.

SPLIT

Night Shyamalan patut berterimakasih kepada James McAvoy. Bicara kelas, ‘Split’ masih jauh tertinggal dibandingkan dengan ‘The Sixth Sense’. Beruntung, performa Professor Charles Xavier muda berhasil mengangkat pamor Shyamalan kembali apik. Narasi mengerikan, menyeramkan, dan penuh kejutan lagi-lagi menjadi identitasnya.

THE BIG SICK

Kumail Nanjiani dan Emily V. Gordon berhasil menceritakan kisah mereka berdua dengan gaya mereka sendiri. Tidak berlebihan, tidak terlalu diagungkan, penuh intrik dramatis, namun tetap menghibur, penuh canda, dan punya atmosfer yang sejalan dengan pengalaman orang-orang kebanyakan.

YOUR NAME

Berbekal struktur cerita non-linear, ‘Your Name’ butuh lebih dari sekadar rasa percaya dari para calon penontonnya. Tapi sekali saja mereka menaruh keyakinan pada para penulis dan sutradaranya, balasan setimpal akan segera menyapa. Dengan animasi yang detail, serta narasi memikat, ‘Your Name’ adalah sensasi bermain di Taman Eden.

THE SHAPE OF WATER

Bicara dunia fantasi dan atmosfer gothic, tentu harus menyebut nama Guillerme del Toro. Sejak bertanggung jawab atas ‘Hellboy’ dan ‘Blade II’, sutradara asal Meksiko tersebut telah berkali-kali berhasil membawa makhluk-makhluk fantasi dari kegelapan menjadi nyata di layar lebar. Dan ‘The Shape of Water’ semakin menegaskan status tersebut.

THE PHANTOM THREAD

Kolaborasi Paul Thomas Anderson, Daniel Day-Lewis, dan Johnny Greenwood pertama kali mencuri perhatian pencinta film ketika ‘There Will Be Blood’ dirilis pada tahun 2007. 10 tahun berselang, mereka bertiga kembali bereuni, dan lagi-lagi memaksa pujian demi pujian datang dari segala penjuru.

Perpisahan cantik dari Day-Lewis yang baru saja ungkap rencana pensiun dari industri layar lebar.

ATOMIC BLONDE

Move away John Wick!

Di antara semangat para pejuang keseteraan gender yang belakangan sedang populer, Lorraine Broughton adalah salah satu pahlawan yang dibutuhkan. Diperankan oleh Charlize Theron, agen rahasia MI6 tersebut mampu menunjukkan kalau wanita juga punya potensi hebat untuk menggeser status James Bond sebagai mata-mata terhebat Britania.

LADY BIRD

Menonton ‘Lady Bird’ akan sama rasanya seperti menyalakan mesin nostalgia, lalu berkelana santai ke masa-masa sekolah bersama seorang teman. Menyapa satu per satu sudut memori yang manis, asam, dan pekat. Narasi yang pintar tanpa menggurui, kaya wawasan tanpa merendahkan, lucu tanpa kejam pada rasa.

THE LOST CITY OF Z

Diadaptasi dari buku non-fiksi populer karya David Grann, ‘The Lost City of Z’ menyajikan kisah petualangan Kolonel Percival Fawcett yang menghilang tiba-tiba dari rombongan tim ketika mencari kota misterius di hutan Amazon. Mengandalkan sinematografi memukau dan atmosfer klasik sinema di tahun 1970-an, percayalah, sutradara James Gray pasti akan berhasil mencuri satu tempat di hati kalian.

LOGAN

Punya bekal segudang kritik negatif pada dua film pendahulu, Hugh Jackman dan Sir Patrick Stewart sudah sewajarnya berhutang banyak pada James Mangold di tahun 2017. Meski kurang memuaskan pada sekuel ‘The Wolverine’ (2009), Mangold membayar tuntas ekspetasi para penggemar X-Men ketika ‘Logan’ dirilis. Sosok si manusia serigala abadi benar-benar tampil beringas, perkasa, bertenaga, penuh karisma, melakoli, dan menyentuh.

IT

Kalau kalian mencari film yang dapat memaksa jemari terus meremas bahu kursi… this is it.

T2: TRAINSPOTTING

Danny Boyle masih ingat betul peran sinematografik yang agresif namun melankolik terhadap ‘Trainspotting’. Bekerjasama dengan Anthony Dod Mantle, ‘T2:Trainspotting’ kembali mengagungkan “adiksi” sebagai tema utama. Tapi bukan tentang heroin, obat-obatan terlarang, kekerasan, atau seks, melainkan rutinitas yang sama dan zona nyaman.

WONDER WOMAN

Bukan hanya ‘Logan’ yang berhasil mengubah cara pandang pencinta teater terhadap dunia superhero. Sosok independen, lugu, atraktif, dan kuat Putri Diana dari Themyscira pun punya peranan besar. Seperti Batman, karakter Wonder Woman di tahun 2017 bahkan mampu mengangkat derajat semesta DC di hadapan kompetitior utamanya, Marvel.

BLADE RUNNER 2049

Sukses menelurkan ‘Prisoners’, ‘Sicario’, dan ‘Arrival’, denyut imajinasi Dennis Villeneuve terus melaju pesat sampai mengahsilkan ‘Blade Runner 2049’ pada bulan Oktober 2017 lalu. Seperti biasa, sutradara asal Kanada itu pun lagi-lagi menyuguhkan visual kelas atas yang kaya akan makna dan pesan kriptik. Sekuel terbaik di tahun 2017, salah satu film sci-fi terbaik sepanjang masa.

Penantian para penggemar selama 30 tahun akhirnya berbuah manis.

GET OUT

Menggunakan isu rasisme untuk mengisi plot utama dari sebuah film adalah perjudian maut. Tersinggung dan pujian berputar cepat dengan peluang tampil yang sama kuat. Beruntung ‘Get Out’ punya modal lengkap agar menuai kritik positf. Mengerikan, menyeramkan, namun secara bersamaan juga lucu, Jordan Peele pun menancapkan debut fantastis sebagai sutradara.

DUNKIRK

Christopher Nolan dan Hans Zimmer. Mau apalagi?

Ah iya! Juga tersedia idola semua wanita di planet Bumi, Harry Styles.