Barisan Film Terbaik Hasil Adaptasi Literasi Stephen King

0
[Taste of Cinema]

Sejak memulai karir sebagai novelis, Stephen King telah merilis lebih dari 50 novel dan 200 cerita pendek.

Stephen King adalah novelis ikonik. Ia memiliki gaya menulis yang khas, dengan sentuhan horor, menegangkan, serta kemampuan mempermainkan pikiran dan jiwa para pembacanya. King juga terampil merangkai percakapan yang terjadi di antara karakter-karakter ciptaannya. King telah mengantongi ramuan ampuh untuk menciptakan literasi berkualitas.

Tapi bukan berarti mengadaptasi salah satu literasi Stephen King ke layar lebar akan menjamin hadirnya film dengan kualitas sama tingginya.

Baca juga: Album Konsep – Bercerita dengan Musik 

Roll film tentu berbeda dengan barisan aksara. Imajinasi para pembaca novel dan visualisasi sang kreator film pun kadang perlu bersatu padu demi tuai kritik-kritik positif. Belum lagi kalau mengingat permasalahan klasik pemotongan sejumlah detail cerita ketika diadaptasi menjadi film.

Beruntung, dari seluruh novel Stephen King yang pernah meracuni kepala sejumlah kreator film, ada beberapa yang berhasil diadaptasi apik ke dalam medium film.

The Shining (1980)

Kultus klasik. Stanley Kubrick memang terlahir untuk menjadi sutradara ‘The Shining’. This kind of story is his cup of tea.

Kubrick berhasil menyajikan nyata kegilaan selama proses pengambilan gambar. Membantu banyak agar menghidupkan atmosfer depresi dan paranoia yang dialami oleh Jack Torrance (Jack Nicholson) di hotel Overlook yang terisolasi, hanya bersama anak dan istrinya.

Stand by Me (1986)

Diadaptasi dari cerita pendek Stephen King yang berjudul ‘The Body’, ‘Stand By Me’ bercerita tentang sekelompok teman-tidak-terpisahkan yang sedang mencari jenazah dari seorang korban pembunuhan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kelompok tersebut terdiri dari Chris Chamber (River Phoenix), Gordie Lachance (Wil Wheaton), Teddy Duchamp (Corey Feldman), dan Vern Tessio (Jerry O’Connell).

Punya nuansa hangat nostalgia, ‘Stand by Me’ merupakan salah satu karya melankolis Stephen King, dan sutradara Rob Reiner berhasil menampilkannya pada layar lebar dengan baik, juga rapi, sesuai edisi literasi.

The Green Mile (1999)

Tom Hanks adalah jaminan film kelas istimewa.

Lupakan ‘The Shawshank Redemption’ untuk sementara. Cerita tentang kehidupan Andy Dufresne di balik penjara memang punya daya magis tersendiri. Tapi buah tangan Frank Darabont setelah membaca ‘The Green Mile’ pun punya nilai di atas rata-rata.

Bukan berkisah dari sudut pandang narapidana, ‘The Green Mile’ berpusat pada dilema serta tekanan moral yang harus dihadapi oleh para sipir penjara dan petugas hukuman mati, yang suatu hari dihadapkan dengan seorang tahanan berkemampuan spesial.

Seperti tulisan Stephen King, Frank Darabont juga berhasil menyajikan story development yang perlahan, namun jauh dari kata membosankan.

It (2017)

Saat pertama kali diadaptasi ke layar visual oleh Tommy Lee Wallace pada tahun 1990, Si Badut Pennywise gagal mendulang banyak kritik positif dan popularitas seperti pada tahun 2017 yang baru saja berlalu.

Mendapat kesempatan kedua untuk melahirkan Pennywise, Andres Muschietti bersama Bill Skarsgård berhasil total menampilkan persona seram dan mengancam dari balik topeng badut.

Tidak berhenti di situ saja, Muschietti juga berhasil merancang formasi The Loser Club sesuai detail pada novel, dan tetap dengan sentuhan komedi yang tepat di usia anak-anak menuju pubertas.

Gerald’s Game (2017)

Berawal dari satu “permainan” untuk menghangatkan kembali pernikahannya, Jesse Burlingame (Carla Gugino) harus terjebak di tempat tidur, dengan kedua tangan terikat oleh borgol besi, ketika suaminya, Gerald Burlingame (Bruce Greenwood) tiba-tiba terserang penyakit jantung dan harus meninggal di depan mata.

Mengandalkan premis romantis di awal cerita, Mike Flanagan kemudian berhasil membawa ‘Gerald’s Game’ menuju narasi menegangkan, menguras emosi, dan mencekam.

Keberhasilan Flanagan mengadaptasi ‘Gerald’s Game’ dengan apik pun lantas membawanya pada kesempatan terbaru – menjadi sutradara film ‘Doctor Sleep’, sekuel dari ‘The Shining’, yang juga berdasarkan literasi Stephen King.