Along With The Gods: The Two Worlds, Bukti Bakti Anak di Persidangan Akhirat

0

Alih-alih cinta, bagaimana apabila film Korea membahas tentang kehidupan sesudah kematian?

Kematian selalu menjadi sesuatu yang ditakuti manusia, tetapi juga sering dibahas di berbagai karya lantaran misterinya yang memancing rasa ingin tahu. Termasuk juga dalam film Korea berjudul ‘Along With The Gods: The Two Worlds’. Film ini mengisahkan seorang pemuda bernama Kim Ja-Hong meninggal saat  menyelamatkan salah satu korban kebakaran. Kim Ja-Hong terjatuh dan membuatnya harus memulai alam akhirat.

Ja-Hong menjadi salah satu arwah sempurna yang mendapat tiket masuk khusus ke alam akhirat. Hal ini tak lain disebabkan oleh pekerjaannya sebagai pemadam kebakaran semasa hidup. Bersama 3 penjaga yakni Gang-Lim, Hewonmak (Ju Jo Hoon), dan Deok Choon (Kim Hyang Ghi). Ja Hong memohon  agar Gang-Lim, Hewonmak, dan Deok Choon membantunya melewati semua persidangan. Ja Hong ingin menyampaikan pesan terakhir kepada ibunya.

Ja-Hong harus melewati beberapa persidangan. Mulai dari Neraka Pembunuh, Neraka Kemalasan, Neraka Kebohongan, Neraka Kekerasan hingga Neraka Kebaktian. Setiap  persidangan memiliki cerminan kehidupan Ja-Hong saat masih hidup di dunia. Setiap kebaikan dan keburukan dari Ja Hong telah tercatat detail pada cermin karma.

Tak disangka, sebagai arwah sempurna ia juga pernah melakukan tindakan kurang baik yang dinilai perlu diadili. Meski begitu perbuatan buruk tersebut dilakukan demi adik dan ibunya. Untuk itu, saat melewati Neraka Kebohongan, Ja Hong harus diadili.

Baca juga: Wind River Film Crime Penuh Nilai Moral

Namun, Gang-Lim, Hewonmak, dan Deok Choon sebagai pengawal Ja Hong meminta persidangan gabungan di Neraka Kebaktian. Neraka Kebaktian pun mengungkap baktinya sebagai seorang anak.

Bukan Kisah Afterlife yang Egois

Kisah tentang kehidupan setelah kematian biasanya disampaikan dalam bentuk yang egois. Seseorang akan menghadapi pengadilan, surga, neraka, dan atribut terkait hal tersebut sendirian saja. Tanpa adanya kaitan dengan orang lain yang hidup di dunia.

Namun ‘Along with The Gods: The Two World’ sedikit berbeda. Tokoh utama kita masih memiliki keterikatan dengan orang-orang yang dia cintai di Dunia. Inilah yang membuat persidangannya menjadi ‘berbeda’. Bila ingin disamakan dengan film Hollywood, ada sedikit kemiripan dengan film ‘What Dreams May Come’ yang dibintangi oleh Robin Williams. Hanya bedanya, yang dihadapi di film itu bukanlah persidangan, melainkan pencarian terhadap istri yang jatuh ke neraka.

Film ini membuat kita sadar betapa pentingnya konsep cinta. Ia menembus ruang dan waktu. Bahkan, Ja-Hong sangat berambisi melewati semua persidangan supaya dapat bereinkarnasi kembali, demi bertemu sang ibu yang bisu di dunia.

Kendati awalnya sedikit bertele-tele, tetapi film ini cukup menyenangkan untuk dinikmati. Setidaknya, membuat kita sadar bahwa kehidupan di dunia tak semestinya dibuang percuma.