Memahami Perempuan Lewat Film Chick Flick

0
[Marie Claire]

Film Chick Flick adalah sebutan khusus bagi film bertema kehidupan suka duka umat manusia perempuan. Kisah yang diangkat sebagai ide cerita biasanya tentang kehidupan percintaan, persahabatan, karir, dan usaha untuk mendapat status sosial.

Film Chick Flick bukan merupakan genre film, melainkan gaya cerita sebuah film dengan karakteristik tertentu. Pada umumnya gaya cerita film ini memiliki pemeran utama karakter wanita. Gaya cerita biasanya dibawakan dengan bumbu humor dan problematika dunia perempuan yang ringan dan relevan pagi para humanoid perempuan.

Tinggalkan sejenak deretan rekomendasi film-film menguras otak dengan dialog berat dan alur cerita yang mengasah pemahaman. Berikut beberapa rekomendasi Film Chick Flick klasik yang bisa kalian saksikan untuk lebih mengerti lagi spesies humanoid perempuan, yang konon katanya, susah dimengerti.

Baca juga: Mengenal dan Melihat Lebih Dekat Film Noir

CLUELESS (1995)

Cher (Alicia Silverstone) adalah gambaran gadis sempurna yang cantik, kaya, dan memiliki reputasi di SMA Beverly Hills. Ketenarannya tidak membuatnya sombong dan menyebalkan, ia justru suka membantu orang-orang di sekitarnya. Mulai dari menjodohkan kedua gurunya yang masih melajang samapi membantu murid baru bernama Tai untuk memiliki persona yang lebih memesona.

Apakah Cher memang malaikat tanpa pamrih yang suka menolong atau hanya gadis opportunist yang melakukan kebaikan hanya untuk mendapatkan penghargaan? Simak lika liku kehidupan Cher si gadis populer Clueless.

Clueless merupakan film chick flick yang khas dan ikonik pada masanya. Dengan setuhan humor ringan dan kepribadian Cher yang berbeda dengan gadis populer angkuh pada umumnya, Clueless menyajikan kisah gadis populer dengan gaya berbeda yang lebih menyenangkan untuk disaksikan.

THE CRAFT (1996)

Film Chick Flick tidak melulu tentang sekumpulan humanoid perempuan dengan bumbu humor dan kisah semanis gula, The Craft bisa menjadi pilihan bagi kalian humanoid yang suka film dengan genre spiritual.

Ikuti kisah spiritual Bonnie (Neve Campbell), Rochelle (Rachel True), Nancy (Fairuzah Balk), dan Sarah (Robin Tunney), sekelompok remaja yang melakukan ritual dengan sihir hitam untuk membuat kehiduapan mereka lebih baik. Sifat dasar manusia adalah tidak pernah puas, itu ‘lah yang terlihat dalam film The Craft.

Pada intinya remaja-remaja ini memiliki masalah yang sama; merasa tidak puas dengan apa yang mereka miliki. Merasa kurang cantik, merasa kurang beruntung, kurang populer, kurang dicintai, membuat mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi hasrat remaja mereka yang menggebu-gebu.

MEAN GIRLS (2004)

Mean Girl merupakan film chick flick era 2000-an yang cukup populer dan sangat revelan dengan gaya hidup remaja SMA hingga era ini. Mengisahkan tentang gadis lugu yang baru pertama kali mengecap kehidupan sekolah formal, Cady Heron (Lindsay Lohan), berusaha untuk beradaptasi dengan pola kehidupan baru dan berbagai macam karakter manusia di sekolah barunya.

Setelah merasa dikhianati oleh teman barunya, Regina George (Rachel McAdams), Cady dengan bantuan kedua teman baiknya, Janis Ian (Lizzy Caplan) dan Damian (Daniel Franzese) untuk merencanakan balas dendam yang mengharuskan Cady untuk tetap berteman dengan geng Regina dan menjadi musuh dalam selimut.

Akankah rencana balas dendam Cady berhasil? Atau justru dia terbawa oleh perannya dan secara berlahan berubah menjadi perempuan kejam seperti Regina? Mean Girl sangat seru untuk disaksikan dengan kisah yang ringan dengan sentuhan humor namun memiliki pesan moral yang mengedukasi bagi remaja planet bumi.

THE DEVIL WEARS PRADA (2006)

Memiliki karier cemerlang merupakan impian bagi beberapa humanoid perempuan dengan keprbadian mandiri dan pekerja keras. The Devil Wears Prada mengisahkan perjuangan Andy (Anne Hathaway) dalam meraih mimpinya sebagai seorang jurnalis.

Alih-alih bekerja di koran ternama yang selalu ia dambakan, Andy harus memulai karirnya di sebuah remaja fashion, Runaway. Hal ini mengharuskan keluar dari zona nyamannya dan menghadapi bos yang suka bertindak semena-mena dalam balutan pakaian bermerk dan berkelas.

The Devil Wears Prada menyajikan kisah yang cukup relevan bagi humanoid perempuan beserta dilemanya dalam mempertahankan idealismenya atau harus mengubah dirinya untuk beradaptasi dan lebih bersifat realistis meski bertentangan dengan prinsip pribadi.