Mengenal dan Melihat Lebih Dekat Film Noir

2
[Deviant Art] Artwork oleh '007Alfredo'

Mungkin selama ini kalian telah menonton beberapa di antaranya. Namun kalian tidak sadar bahwa beberapa tersebut adalah film noir.

Pada awalnya (sekitar tahun 1940-an sampai 1950-an), film noir adalah istilah yang digunakan untuk film-film Hollywood dengan tema “dark criminal”. Tema yang dimaksud bukanlah genre film, tapi lebih pada gaya sinematik yang terkesan gelap dan suram.

Istilah noir sendiri diambil dari bahasa Perancis yang berarti ‘gelap’ atau ‘suram’. Pada awal-awal kemunculannya, gaya film noir banyak dipengaruhi oleh masa-masa Perang Dunia II yang penuh rasa depresi, pesimis, dan gelisah.

Baca juga: Kimbra Segera Rilis Album Ketiga di Bulan April 2018

Film noir tidak pernah dikategorikan sebagai genre, namun lebih mengarah pada mood dan vibe penonton ketika menyaksikan film. Bagaimana sebuah film dapat menyuguhkan perpaduan antara sinematografi, scoring, dan alur cerita yang bisa membuat penonton merasakan emosi tertentu.

Namun, memang pada masa itu gaya film noir seringkali diterapkan pada film-film bertema kriminal. Sebut saja salah satu contoh yang ikonik dengan adegan wanita sedang mandi lalu berteriak tinggi, dan diiringi oleh scoring memekakkan telinga.

Ada yang tahu film apa? Yup, benar, ‘Psycho’ yang dirilis pada tahun 1960.

Apa kalian merasa ngeri dan tidak nyaman ketika melihat klip di atas? That’s the goal of noir. Memang sedikit susah didefinisikan karena ada beberapa yang beranggapan noir adalah genre, tapi ada juga yang tetap menilai jika noir condong pada sinematografi sebuah film.

Mari mencari contoh lain yang lebih kekikinian agar lebih modern. Adapun istilah yang sering dipakai untuk film noir modern adalah neo-noir. Beberapa contohnya adalah ‘Memento’ dan ‘American Psycho’ pada tahun 2000, ‘The Dark Knight’ pada tahun 2008, ‘Gone Girl’ pada tahun 2014, dan masih banyak lagi lainnya.

As we can see, kebanyakan film-film noir sering diaplikasikan pada narasi psychological-thriller. Mungkin karena definisi dari noir cocok pada tema-tema kriminal yang sering memaksa penonton memutar otak, menimbulkan rasa penasaran dan bingung, dan akhirnya rasa tidak nyaman karena benar-benar buta apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kembali pada definisi film noir yang lebih mengarah pada mood dan aura sebuah film, bagaimana jika gaya noir diaplikasikan pada film kartun? Sah-sah saja. Ada beberapa film animasi yang memiliki unsur noir, salah satunya yang mungkin kalian tidak sangkah adalah ‘Chicken Run’ yang juga dirilis pada tahun 2000.

Mengapa bisa? Meski bermodalkan ide sederhana, pengambilan sudut pandang yang tepat ternyata membuat film ini dapat menimbulkan nuansa ngeri pada setiap penonton.

‘Chicken Run’ mampu menampilkan horor ketika seekor ayam hendak di jadikan pie. Rasa ketidakpastian kenapa dirinya diikat, lalu dengung mesin yang memancing rasa gelisah, tentu berhasil menghadirkan efek tegang.

Well, yeah it seems funny thought, but would it still be funny if you are the chicken?

Lalu bagaimana jika noir diaplikasikan pada film yang lebih lembut lagi? ‘Mary and Max’ di tahun 2009 bisa menjadi bukti nyata kalau noir masih pantas disematkan pada jenis film yang menyentuh hati.

‘Mary and Max’ memiliki premis sederhana, tentang seorang gadis cilik dari Australia bernama Mary, yang secara tidak sengaja mulai bersahabat pena dengan pria Yahudi tua asal New York bernama Max.

Mary adalah gadis yang kesepian dan tinggal bersama ibunya yang pecandu rokok dan alkohol. Sementara Max juga tidak terlalu bahagia dengan hidupnya dan mengidap anxiety-attack.

Menggunakan konsep film hitam-putih, ‘Mary and Max’ mampu memiliki aura yang hangat namun tetap suram.

Tidak cukup dengan tema kriminal atau sadis saja untuk dapat dikategorikan sebagai film noir, ada ramuan khusus yang harus digunakan oleh seorang sutradara untuk menciptakan nuansa noir.

Film noir merupakan film yang mampu memaksa penonton merasakan emosi tertentu (gelisah, depresi, ngeri, atau suram), yang didukung oleh sinematografi, scoring, dan alur cerita yang unik.