Game of Theories III: Trailer Terbaru ‘Game of Thrones’

1

Kami sedang ingin bicara ‘Game of Thrones’.

Lagi, lagi, dan lagi.

Maklum, Westeros dan Essos adalah dunia yang terlalu luas untuk digali lewat satu-dua kali tulisan saja. Apalagi kalau ditambah dengan bulan Juli 2017 yang sudah begitu dekat dengan pintu depannya, bulan yang akan segera menjadi kick-off epilog ‘A Song of Ice and Fire’ versi televisi.

Baca juga: Pesan Detail dari Trailer Utama ‘Game of Thrones’

Edisi sekarang, mari fokus pada trailer kedua untuk musim ke-7 yang baru saja dirilis pada akhir pekan kemarin.

BREAKDOWN

Sebagai pembuka, ‘Game of Thrones’ beri cuplikan Dragonstone dan si-wanita-rambut-perak-dengan gelar-bejibun. Daenerys Targaryen akhirnya kembali pulang.

Dragonstone tampak lebih beringas daripada deskripsi yang tertulis oleh GRRM, lebih banyak bebatuan karang berukuran besar dan lebih banyak patung gargoyle berukuran raksasa.

Dragonstone merupakan pulau volkanik dengan sejumlah gua yang penuh oleh batu obsidian (dragonglass) – salah satu materi ampuh untuk membunuh kaum whitewalker.

Maka jelas sudah alasan utama Jon Snow sempat terlihat di pasir pesisir pulau milik dinasti rambut perak.

[nydailynews.com]

Dragonstone sebelumnya sudah lama berada di bawah bendera Targaryen, berabad-abad, sampai kemudian diambil alih oleh Robert Baratheon, lalu diserahkan kepada saudara laki-lakinya, Stannis Baratheon.

Dragonstone lantas menjadi basis pasukan rusa dan The Lord of Light pada periode The War of Five Kings.

Tapi mengingat Stannis sudah tiada(?), sudah saatnya Dany segera mendekorasi ulang istana para pengendali naga, dan memulai rapat strategi dengan Tyrion Lannister untuk mendominasi Seven Kingdoms.

Drogon, naga kesayangan si putri Targaryen juga sempat tampil sejenak, dan sudah tumbuh begitu besar.

Drogon tampak begitu serupa dengan Balerion the Black Dread, seekor naga yang populer di catatan sejarah Westeros sebagai tunggangan agung nan mengerikan dari Aegon the Conqueror, sang Targaryen pertama yang menjajah Westeros pada ribuan tahun yang lalu sebelum kisah ‘Game of Thrones’ dimulai.

Foreshadowing?

Dany resmi menapaki jejak leluhurnya.

Untuk mengambil alih Westeros, Dany masih harus berlayar dari Dragonstone ke pulau utama Seven Kingdoms, yang seharusnya bukanlah pekerjaan berat.

Kalau tidak ada Euron Greyjoy.

Berlanjut dari Dragonstone, tampak jelas si-kandidat-kuat-pengganti-Joffrey-Baratheon-dan-Ramsay-Bolton menyerang pasukan Targaryen di atas laut dengan semacam senjata eksplosif dan mematikan. Yara dan Theon Greyjoy pun segera cemas – Yara lantas turun ke medan tempur, sementara Theon hanya mampu sedih dan terdampar di tepi pantai.

Sebab kemudian diperlihatkan Euron Greyjoy dan pasukan kapal lautnya singgah di King’s Landing, besar mungkinnya kalau pertempuran melawan Yara Greyjoy berakhir dengan kemenangan untuk si bengis.

Lalu kenapa singgah di King’s Landing?

Cersei Lannister jadi jawabnya.

The Mad Queen sendiri terlihat sedang berada di ruang bawah tanah Red Keep, yang menjadi tempat penyimpanan tengkorak-tengkorak naga Targaryen dari masa lalu. Mungkin pada musim kali ini, Cersei akhirnya menyadari ancaman nyata dari Daenerys Targaryen dan naga-naganya, lalu segera mencari ide alternatif untuk melawannya.

Sekadar pengingat, meski makhluk yang super kuat dan berukuran super masif, naga bukanlah makhluk yang anti-kematian di saga ‘Game of Thrones’. Sejarah Westeros mencatat beberapa naga pernah mati di tangan umat manusia oleh bantuan senjata-senjata ampuh, seperti scorpion-bolt, panah beracun, bahkan juga pernah oleh tangan-tangan kosong para penduduk desa yang tiba-tiba beringas.

Jadi, Daenerys dan ketiga ekor naganya masih belum sepenuhnya mendominasi ‘Game of Thrones’.

Apalagi kalau menghitung kemampuan magis Brandon Stark, Bloodraven, dan The Night King untuk mengontrol pikiran makhluk hidup jenis apapun.

Pada beberapa bab literasinya, Euron Greyjoy pun juga diisukan mampu mengendalikan para naga dengan mengandalkan Horn of Joramun.

Jadi sekali lagi, pihak Targaryen boleh saja terlihat powerful sepanjang saga, tapi hari yang buruk masih dapat dan akan segera terjadi pada mereka.

Tapi untuk sementara, mari lupakan bahaya yang menjelang The Mother of Dragons.

Pada sekilas, trailer juga perlihatkan medan pertempuran di daerah selatan Westeros, dimana Dany, Drogon, dan pasukan berkuda Dothraki dengan riang gembira menggempur pasukan Lannister yang dipimpin oleh Jaime Lannister dan Bronn.

Medan tempur tampak begitu panas dan kacau akibat semburan api dari para naga Targaryen. Tampak menyerupai catatan sejarah Field of Fire – ketika Aegon the Conqueror memimpin ketiga naga Targaryen untuk memanggang hangus ribuan tentara dari pihak berlawanan.

Foreshadowing?

Lagi, lagi, dan lagi tentu.

Sudah begitu, bagaimana dengan Jaime?

Jaime tampak berkuda menyeberangi medan perang dengan murka melukis di wajahnya – siapa yang sedang ia serang?

Mustahil kalau Dothraki dan para naga. Mati cepat bisa jadi ujungnya.

Tapi kembali lagi, pada edisi literasi, Jaime percaya jika ia tak akan pernah mati selama Cersei juga masih bernyawa.

“I cannot die while Cersei lives… We will die together as we were born together.” [Jaime IV, ‘A Storm of Swords’]

Ada sejumlah teori dari penggemar yang mendukung kutipan dari Jaime tersebut. Silakan singgah ke komunitas Reddit saja kalau penasaran. Kami malas menulisnya.

Baca juga Game of Theories – Game of Thrones

Yang utama, medan tempur Lannister versus Targaryen bisa dipastikan akan menjadi salah satu momen eksplosif di musim ketujuh.

Selain Yara versus Euron Greyjoy.

Selanjutnya, musim ketujuh ‘Game of Thrones’ juga masih tetap menjanjikan adegan sensual pada tayangannya, dan kali ini Grey Worm dan Missandei yang jadi pelakunya.

Kedua orang yang juga merupakan anggota lingkaran terdalam Daenerys Targaryen tersebut muncul pada trailer ketika sedang menikmati momen intim, (mungkin) sebelum pasukan Unsullied menyerang benteng utama Lannister, Casterly Rock.

Menariknya, trailer memperlihatkan kalau para Unsullied justru membuka pintu gerbang Casterly Rock dari sisi dalam.

Bagaimana mereka bisa masuk?

Tyrion Lannister.

Casterly Rock adalah tempat dimana si-kerdil-cerdas-bijaksana tumbuh sebagai bahan olok-olokan dinasti Lannister. Casterly Rock adalah rumahnya. Dan ketika ia masih berumur 16 tahun, ayahnya, Tywin Lannister, pernah menugaskannya untuk bertanggung jawab atas seluruh saluran drainase dan sumur air di Casterly Rock.

Tyrion mungkin saja tahu beberapa celah pintu belakang rumahnya, yang lalu digunakan oleh Grey Worm untuk mengendap-endap masuk, dan menyerang diam-diam benteng si singa emas. Seperti di saat Dany mengambil alih Meereen.

Cersei Lannister pun bisa dipastikan segera murka.

Setelahnya, Jaime Lannister juga tampak sedang melangkah penuh semangat di bawah langit cerah di sebuah istana, melewati seonggok mayat tergeletak di mukanya.

Apa Jaime baru saja memimpin sebuah serangan?

Besar mungkinnya.

Kepada siapa?

Highgarden, rumah dari dinasti Tyrell, yang beraliansi dengan Sand Snakes, yang mendukung Dany untuk menyingkirkan Cersei Lannister, boleh jadi taruhannya.

Jaime menyerang Tyrell dan Sand Snakes, membalas dendam kematian Joffrey dan Myrcella Baratheon, putra dan putrinya, lalu berhasil, namun kemudian bertemu pasukan Targaryen di perjalanan pulang menuju King’s Landing(?).

Sepuluh ribu rupiah untuk skenario di atas.

Sekarang, lupakan kondisi panas di selatan Westeros, mari pindah ke temperatur dingin di daerah utara.

Dany mungkin bukan satu-satunya karakter yang kembali pulang ke rumah pada musim ketujuh, Arya Stark pun juga bisa menjadi salah satunya. Si kecil menakutkan tampak berkuda di bawah cuaca gelap nan dingin daerah utara, mungkin menyapa lagi Winterfell, kemudian bereuni dengan saudara-saudaranya, setelah berpisah lama dari musim pertama.

Serigala utara akhirnya berkumpul lagi.

Sayang, Littlefinger tampak sudah bersiap memecah belah dinasti Stark kembali – mengadu domba Sansa dan Arya, dua saudari yang memang sering berbeda pendapat sejak awal mula saga.

“Don’t fight in the north or the south. Fight every battle, everywhere. Always. In your mind,” sebut Littlefinger pada trailer.

Littlefinger mungkin berpendapat kalau dirinya adalah orang yang cerdas-tingkat-tinggi, meski sebenarnya sepanjang saga rencana-rencananya hampir setiap saat hanya mengandalkan Sansa Stark agar mengkhianati “the wolfpack” – yang pada trailer tampak akan gagal kalau memperhatikan ucapan si wanita rambut merah.

“When the snows fall and the white winds blow, the lone wolf dies, but the pack survives.”

Kutipan tersebut juga pernah diucapkan oleh Eddard “Ned” Stark kepada Arya Stark, jauh pada edisi literasi nomor satu, ‘A Game of Thrones’, dan memiliki pesan tentang solidaritas dinasti Stark – terus bersatu untuk survival.

Maka, kami bertaruh Sansa akan mengabaikan doktrin dari Littlefinger, lalu mempersilakan Arya Stark untuk membunuh si penyebab konflik panjang di Westeros dengan pisau belati bermaterikan bijih besi Valyrian milik Littlefinger sendiri, yang pernah digunakan olehnya di saat mengkhianati Ned Stark.

Arya pun tuntaskan dendam.

Ned dan Catelyn Stark lantas tersenyum senang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anggota keluarga Stark lainnya, Brandon, turut serta tampil pada trailer yang kedua. Bersama Meera Reed, Bran akhirnya tiba di pintu gerbang The Wall, lalu Winterfell – duduk di atas kursi roda di muka Godswood bersama seorang pria tua berjubah hitam.

Davos Seaworth?

Maester Wolkan?

Atau arwah Bloodraven? – seperti Obi-Wan Kenobi.

Sulit dijelaskan. Tapi bisa dipastikan, potensi Brandon Stark sebagai seorang cenayang akan memainkan sejumlah peran penting pada musim kali ini.

Untuk pengingat saja, pada akhir musim yang keenam, Bran sudah mengetahui kenyataan tentang siapa ibu Jon Snow sebenarnya – Lyanna Stark.

Bom emosional untuk musim ketujuh.

Meski HBO sudah pernah mengonfirmasi Rhaegar Targaryen adalah ayah dari Jon Snow, pada saga ‘Game of Thrones’, Bran belum mendapat informasi tersebut.

Jadi, pertanyaan selanjutnya bagi Brandon Stark adalah siapa ayah Jon Snow sebenarnya.

Juga di Winterfell, dua karakter ikonik Brienne dan Podrick sempat singgah pada layar trailer. Entah apa yang sedang dikerjakan oleh mereka berdua, tapi kehadiran mereka berdua selalu menjanjikan momen unik di narasi ‘A Song of Ice and Fire’.

Berpindah ke wilayah North of The Wall, momen epik lantas tersaji di saat Jon Snow terlihat sedang menjalani misi berbahaya bersama dengan sejumlah petarung kelas “A” dari tanah Westeros. Ada Tormund Giantsbane, Sandor “The Hound” Clegane, dan Beric Dondarrion yang mencuri perhatian penggemar ‘Game of Thrones’ dengan pedang berapi di tangannya.

The Avengers of Westeros: Age of The Whitewalker.

Memang belum bisa dipastikan apa tujuan utama petarung-petarung terbaik Westeros tersebut menantang maut, bermain-main ke wilayah kekuasaan The Night King. Tapi sejumlah penggemar dari berbagai komunitas ada yang menyebut bila adegan tersebut kurang lebih menyerupai cerita ‘Last Hero’ pada edisi literasi.

“So as cold and death filled the earth, the last hero determined to seek out the children, in the hopes that their ancient magics could win back what the armies of men had lost. He set out into the dead lands with a sword, a horse, a dog, and a dozen companions. For years he searched, until he despaired of ever finding the children of the forest in their secret cities. One by one his friends died, and his horse, and finally even his dog, and his sword froze so hard the blade snapped when he tried to use it. And the Others smelled the hot blood in him, and came silent on his trail.” [Bran IV, ‘A Game of Thrones’]

Pada layar trailer, Jon Snow pergi ke sisi berbahaya dalam regu yang berjumlah 12 orang, bersama pedang legendaris ‘Longclaw’, dan anjingnya (serigala), Ghost – atau mungkin saja The Hound.

Dongeng ‘Last Hero’ menceritakan jika teman-teman dari si pahlawan semuanya tewas satu per satu, beserta dengan kuda dan anjingnya. Si pahlawan bahkan juga harus kehilangan pedangnya. Mungkin apa yang terjadi pada ‘Last Hero’ merupakan kisah yang terjadi pada cuplikan Jon Snow di alam liar The North of The Wall – ia berdiri sendiri menghadapi para zombie, lalu kabur cepat dengan seekor kuda. Ia memang masih memiliki pedang dan seekor kuda, tapi sekali lagi, ia sendiri.

Apa Tormund, The Hound, Beric, dan Ghost tewas di tangan whitewalker?

Besar mungkinnya kalau mengingat ciri khas ‘Game of Thrones’.

Dongeng ‘Last Hero’ turut menyebutkan kalau si pahlawan hampir tertangkap oleh para whitewalker, namun berhasil diselamatkan oleh The Children of The Forest.

Foreshadowing?

Bisa saja.

Beranalogi jika pada akhirnya Jon Snow diselamatkan oleh kemampuan magis Brandon Stark – lihat sekelompok burung gagak yang terbang di atas pasukan zombie The Night King, salah satunya ada yang memiliki mata berwarna putih.

Dikendalikan oleh si serigala lumpuh?

Brandon Stark akhirnya dapat terbang, persis yang dijanjikan oleh Bloodraven di awal jumpa.

“You will never walk again, Bran… but you will fly.” [Bran II, ‘A Dance with Dragons’]

Terakhir dan spesial dari trailer kedua ‘Game of Thrones’ musim ketujuh, Clegane Bowl semakin dekat jadi nyata.

Tentu masih spekulasi – berdasarkan adegan dimana The Hound terlihat menarik pedangnya keluar di bawah sinar matahari terik daerah selatan Westeros.

Sedang berada di King’s Landing?

Mungkin.

Siapa yang sedang berada di King’s Landing?

The Mountain.

Begitulah humani, janji manis HBO akan musim ketujuh ‘Game of Thrones’ yang semakin epik, masif, dan dashyat.

Dany, Arya, Brandon kembali pulang, Drogon dan adik-adiknya mulai turun menjajah Westeros, Brandon akhirnya terbang, serigala-serigala utara akhirnya berkumpul lagi, dan umat whitewalker siap membumisaljukan Westeros.

Terakhir, alien Sigur ucapkan selamat menanti episode pertama.

Salam tepuk perut.