‘Cakrawala’, Karya dan Harapan Dul Jaelani

0

Manusia memang sudah seharusnya memiliki keberanian dalam menghadapi hidup. Dengan itu, jatah kegagalan akan satu persatu jatuh dan menghilang. Yang tersisa hanya keberhasilan pun kemenangan.

Dul Jaelani, tak banyak orang tau kalau anak dari maestro musik Indonesia, Ahmad Dhani ini memiliki keberanian yang cukup tinggi dalam urusan menentang arus di belantika musik lokal negeri ini.

Disaat anak seusianya bergerombol membuat boyband, Dul memilih menjeritkan suaranya lewat sebuah band beraliran grunge bernama Backdoor. Dengan band besutannya tersebut, Dul dikenal memiliki reputasi yang tidak buruk dalam kancah grunge lokal.

 

Photo Credit: Instagram

Tak puas dengan itu, pertengahan Juni 2017 lalu melalui #MukeTalk, sebuah program video obrol-obrol di youtube, Dul mengutarakan rencananya untuk bersolo karier.

Pilihan untuk berkarya sebagai solois dibuktikan beberapa bulan berikutnya. Dul melepas ‘Kamu dan Aku’ pada Agustus 2017 sebagai single perdana project solonya tersebut. Kemudian pada 7 Maret 2018, Dul menancapkan pengaruhnya lebih dalam lagi dengan melepas ‘Cakrawala’, sebuah track berdistorsi kasar yang enak didengar sebagai single keduanya.

Dibantu Wahyu Sudiro sebagai music director sejatinya Dul telah merekam 9 lagu dalam format master, namun karena pilihannya untuk tidak ikut ke dalam label orang tuanya, Dul belum bisa merilis materi-materi tersebut dalam format album.

“Menurut saya pondasi tim saya belum kuat untuk mengeluarkan album. Karena saya kan jalan sendiri, tidak ikut label kedua orang tua saya dan belum bertemu pihak yang berani mengeluarkan album saya,ujarnya ketika kami hubungi via platform chat WhatsApp.

Semua materi lama, direkam sekitaran tahun 2016, termasuk ‘Kamu dan Aku’, ‘Mungkin Nanti’, ‘Cakrawala’ dan ‘Burung Gereja’ yang sebentar lagi akan saya rilis, lanjutnya.

Ketika ditanya tentang apa pesan yang ingin ia sampaikan via lagu ‘Cakrawala’, Dul mengaku lagu tersebut tidak dalam rangka menyampaikan sebuah pesan. Melainkan sebuah kata dan nada yang mungkin mewakili kegelisahan, keresahan dan harapan orang-orang yang sedang menjalani hidup, mengejar mimpi-mimpinya seolah mendaki puncak Mahameru.

Di balik ambisinya merilis lagu-lagunya, Dul berharap akan banyak lagi orang-orang yang berkarya, dan memiliki keberanian untuk memunculkan karya-karyanya.

“Yang dibutuhkan bangsa ini adalah karya anak bangsa, bukan vlog atau sekedar video cover. Banyak youtubers bersuara emas, tapi hanya puas meng-cover lagu-lagu milik orang lain. Harapan saya, dengan saya merilis lagu-lagu saya, akan banyak orang termotivasi untuk membuat karya bagus yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia, yang jauh lebih berkualitas dari karya saya,” ungkap Dul panjang lebar.

Dul juga mengeluhkan perihal kecenderungan produser-produser musik yang mengkotak-kotakkan jenis lagu idealis dan lagu komersil. Menurutnya, seharusnya para produser lebih bijak dan memberikan kesempatan kepada karya-karya tulus untuk naik kepermukaan. Dul mengaku bahwa mungkin pandangannya hanyalah pandangan subjektif semata, tapi dari pengalamannya, Dul merasa terbebani jika harus ada pakemĀ “jualan” dalam membuat karya.

 

Photo Credit: Instagram

Menjadi solois ternyata menjadi pengalaman yang berbeda. Ini dirasakan Dul Jaelani setelah band terdahulunya Lucky Laki dan Ahmad Bersaudara yang kini dipeti-eskan lantaran kakaknya El saat ini menjalani kuliah di London, dan Al, sudah memiliki banyak kesibukan-kesibukannya sendiri.

“Kalau Backdoor ‘kan memang hampir tidak ada bedanya yaa dengan Dul Jaelani, tim internalnya pun masih sama. Perbedaan terbesarnya mungkin hanya dalam hal pembagian uang, sekarang jadi lebih besar, begitulah pendapatnya kala mengakhiri obrolan kami.

Cakrawala‘ bisa didengar di platform pemutar musik digital Joox, Spotify dan iTunes. Video pendampingnya juga resmi bertengger di kanal Youtube dan telah ditonton lebih dari 35 ribu kali.