Film-Film Bertemakan Musik

1
91
views

Siapa yang tidak suka musik? Tuhan saja cinta mati pada musik – itu kenapa kalau sedang ingin memuja Tuhan kalian harus bernyanyi.

Ya, benar, sik… sik… sik… semua orang suka musik. Kami pun juga suka musik.

Wait! Kami sebut Tuhan adalah orang?

Ah, lupakan, sensitif, nanti kami dituntut. Sekarang kami sedang ingin mengayomi setiap jengkal penggila musik di luar sana, dan mungkin juga para pemburu film yang sedang ingin mencoba tema berbeda.

Maka, biarkan kami menyajikan rekomdasi sinema-sinema terbaik di planet bumi yang bertemakan musik.

Sedikit catatan, nilai rating diakses pada 16 Februari 2017.

The Doors (1991)

Sutradara : Oliver Stone

IMDB : 7.2

Rotten Tomatoes : 54%

Bukan karena kami adalah makhluk berlagak psychedelia yang berteriak “Halu” melulu, tapi karena menurut kami The Doors adalah biopik yang apik. Profil Jim Morrison sebagai seniman garis keras tersampaikan sempurna pada kami yang kurang beruntung karena baru lahir setelah era 70-an. Lalu juga lika-liku kehidupan Morrison dengan Ray Manzarek, Robby Krieger, dan John Densmore pun tergambarkan nyata. Tepat untuk yang ingin lebih tahu tentang The Lizard King sebelum dia bergabung dengan Klub 27.

Almost Famous (2000)

Sutradara : Cameron Crowe

IMDB : 7.9

Rotten Tomatoes : 89%

Masih dengan setting tahun 70-an. Almost Famous adalah film yang berfokus pada elemen-elemen pembentuk sebuah band. Seperti hubungan internal antar anggota band, hubungan band dengan penggemar, dan hubungan band dengan media. Sudut pandangnya diambil dari seorang jurnalis muda yang ditugaskan untuk menulis artikel tentang Stillwater, band pendatang baru yang sedang menjalani tur Amerika.

Control (2007)

Sutradara : Anton Corbijn

IMDB : 7.7

Rotten Tomatoes : 87%

It’s a pilgrimage to post-punk-mecca.

Mungkin banyak yang belum pernah dengar nama Ian Curtis ataupun Joy Division, tapi tidak untuk kalian yang mengaku anak indies, yang koar-koar cinta skena musik Madchester. Control adalah biopik yang begitu sempurna, rapi, manis, dan menurut kami, lebih baik daripada The Doors. Sam Riley benar-benar berhasil menghidupkan kembali figur Ian Curtis pada layar hitam putih.

24 Hour Party People (2002)

Sutradara : Michael Winterbottom

IMDB : 7.4

Rotten Tomatoes : 86%

Berbahagialah kalian yang suka menjelejah skena musik kota Manchester, sebab film-film berlatarkan Madchester selalu dirampungkan dengan baik.

24 Hour Party People adalah sinema yang tepat untuk mendeskripsikan industri musik kota Manchester pada tahun 70-an sampai awal 90-an. Lebih spesifik, film ini berfokus pada Tony Wilson dan Factory Records. Dua nama yang jadi alasan mengapa kita bisa mengenal band-band seperti Joy Divison, Happy Mondays, atau The Stone Roses.

Sid And Nancy (1986)

Sutradara : Alex Cox

IMDB : 7.1

Rotten Tomatoes : 89%

Gary Oldman memerankan Sid Vicious. Gary Oldman jadi tokoh skena musik punk-rock.

Mau minta apalagi?

Sid And Nancy mungkin lebih berfokus pada hubungan asmara sang bassist dengan gadis Amerika, tapi lewat film ini kalian juga bisa lihat kenapa Sid dan Sex Pistols-nya bisa menjadi salah satu ikon pop-culture tanah Britania.

Montage of Heck (2015)

Sutradara : Brett Morgan

IMDB : 7.6

Rotten Tomatoes : 98%

Kami maniak Kurt Cobain dan Nirvana, jadi kalian boleh saja menduga kalau Montage of Heck masuk rekomendasi karena penilaian subjektif.

But wait! Lihat lagi rating yang diberikan oleh Rotten Tomatoes.

See? See? See? That’s what we’re talking about!

Ada banyak berkeliaran di luar sana dokumenter yang membahas sosok si famous Cobain, tapi percayalah, tak ada satu pun yang kualitasnya mendekati garapan Brett Morgan.

Amy (2015)

Sutradara : Asif Kapadia

IMDB : 7.8

Rotten Tomatoes : 95%

Entah kenapa kalau bentuknya dokumenter lantas jadi punya kualitas jempolan.

Amy merupakan potret intim kehidupan penyanyi jazz Amy Winehouse yang meninggal pada usia ke-27 di pertengahan tahun 2011 silam. Salah satu alasan kenapa mengajukan Amy adalah karena dokumenter ini mampu menunjukkan mengapa si pelantun Rehab pantas jadi salah satu ikon besar di sejarah industri musik Inggris, meski hanya menelurkan 2 album saja.

Searching For Sugar Man (2012)

Sutradara : Malik Bendjelloul

IMDB : 8.2

Rotten Tomatoes : 94%

Lagi-lagi dokumenter. Ya, dokumenter memang selalu menarik, apalagi kalau cerita yang dibicarakan luar biasa liar untuk dipercaya.

Film ini mengisahkan perjalanan dua orang manusia Afrika Selatan, yang berusaha mencari tahu kebenaran dari berita duka tentang musisi idola mereka. Film yang menampilkan kenyataan pahit seorang musisi besar, yang bahkan jauh lebih populer daripada Bob Dylan, tapi hanya di Afrika Selatan. Sementara di rumahnya sendiri, di Amerika Serikat, justru hanya seorang penduduk biasa.

The Beatles: Eight Days A Week – The Touring Years (2016)

Sutradara : Ron Howard

IMDB : 7.9

Rotten Tomatoes : 95%

Ron Howard dan The Beatles. Enough said.

High Fidelity (2000)

Sutradara : Stephen Frears

IMDB : 7.5

Rotten Tomatoes : 91%

Keluar dari jalur dokumenter sebentar. High Fidelity mungkin bukan tayangan yang berfokus pada dunia musik. Malahan, High Fidelity mengisahkan tema klise dengan selimut komedi ala-ala John Cusack.

High Fidelity berfokus pada Rob Gordon yang sedang menggerutu, mengeluhkan masalah cinta-cintaan serta relationship. Nah, yang harus kalian ketahui, Rob Gordon adalah juga seorang pemilik kios musik rilisan fisik, jadi silakan nikmati ratusan dialog yang mengambil referensi dari jutaan musik di planet bumi.

Straight Outta Compton (2015)

Sutradara : F. Gary Gray

IMDB : 7.9

Rotten Tomatoes : 87%

Mari kembali pada jalur biopik dengan menaruh serta film yang berpusat pada kelompok N.W.A. Straight Outta Compton menceritakan bagaimana kelima orang, Ice Cube, Dr. Dre, Eazy-E, DJ Yella, dan MC Ren memulai karir mereka sebagai musisi bicara cepat. Membuka lagi konflik-konflik yang pernah datang mengganggu dan lalu mendewasakan mereka sebagai musisi.

Sempurna dan tepat sasaran untuk yang ingin lebih tahu perihal industri musik rap dan ingin memastikan stereotype kehidupan orang-orang kulit hitam di negeri Paman Sam.

I’m Not There (2007)

Sutradara : Todd Haynes

IMDB : 7

Rotten Tomatoes : 76%

Daya tarik? Bob Dylan diperankan oleh Christian Bale, Heath Ledger – yep! Batman and Joker in one frame – serta Cate Blanchett.

Buat penikmat musik dan ratusan kata-kata hasil olahan Bob Dylan, film ini adalah jalan yang tepat untuk melihat sosok pemenang Pulitzer tahun 2016 dari sudut pandang yang beragam jenis.

Amadeus (1984)

Sutradara : Miloš Forman

IMDB : 8.3

Rotten Tomatoes : 95%

Suka musik bukan berarti cuma bicara band dan musisi solo saja. Ya, Amadeus adalah film yang menceritakan si legendaris Wolfgang Amadeus Mozart. Nilai bonusnya? Kisah sang komposer diceritakan dari sudut pandang Antonio Salieri, seorang rival yang harus menghabiskan waktu di sebuah asylum.

Sing Street (2016)

Sutradara : John Carney

IMDB : 8

Rotten Tomatoes : 96%

Ah, kami masih kesal kalau La La Land dapat perhatian yang melimpah ruah daripada Sing Street. Bukan berarti La La Land adalah film yang buruk, tapi menurut kami Sing Street lebih menarik. Kalau tidak percaya, silakan coba. Kalau tidak suka, ya nasib.

Anyway, sedikit preview, Sing Street menceritakan seorang anak sekolahan yang memulai sebuah band di kota Dublin pada periode 80-an. Jadi sambil menonton, silakan siapkan sensasi nostalgia bersama The Cure, The Cash, Duran Duran, The Jam, dan populer 80-an lainnya.

Begin Again (2013)

Sutradara : John Carney

IMDB : 7.4

Rotten Tomatoes : 83%

Idealnya, we don’t need to put Begin Again into this list. Kalau sudah ada nama Adam Levine, pasti cepat populer. Sulit rasanya menemukan orang yang belum menyimak karya John Carney sebelum Sing Street – wait? Did we say Sing Street?

Yep. Tujuan menaruh Begin Again adalah cuma karena  ingin mengingatkan kalau Sing Street dan Begin Again dikerjakan oleh orang yang sama. Jadi, kalau suka Begin Again, silakan lanjut ke Sing Street.

OASIS: Supersonic (2016)

Sutradara : Mat Whitecross

IMDB : 8

Rotten Tomatoes : 83%

Memutar laju kembali pada dokumenter. Dan spesial teruntuk manusia-manusia millenial yang pasti sudah akrab dengan Oasis, pertengkaran si Gallagher bersaudara di atas panggung, dan juga “But don’t look back in anger… I heard you say…”

Supersonic adalah sinema yang tepat untuk melihat lebih dekat tingkah polah Noel dan Liam Gallagher selama berkarir di bawah bendera Oasis. Lewat Supersonic kalian bisa lihat mengapa tensi di antara kedua orang tersebut berujung pada bubarnya Oasis di tahun 2009.

La La Land

Sutradara : Damien Chazelle

IMDB : 8.5

Rotten Tomatoes : 93%

Yep, the only reason we put La La Land into this list is just because we’re also jumping into the hype train.

Well… itulah rekomendasi kami untuk kalian para music-geek kelas berat. Silakan dicoba, dan kalau nanti beda selera, ingat salahkan Tuhan.