Franz Ferdinand: Rock, Post-Punk, Dansa, Retro, dan Indie

1
[Flickr] Foto oleh Begoña

Bentang alam cantik negeri Skotlandia agaknya punya pengaruh banyak untuk memaksa industri musik terus melahirkan musik yang unik. Mulai dari Shirley Manson yang populer di periode rock-alternatif 1990-an, hingga Chvrches yang berhasil mencuri perhatian arus utama dengan synth-pop. Tentu tanpa melupakan salah satu ikon di balik derasnya laju “indie” era millenial, Franz Ferdinand.

Mengambil inspirasi nama dari pangeran Austro-Hungaria yang ditembak mati, lalu menjadi pelatuk bagi Perang Dunia I, Alex Kapranos bersama kolega membawa musik rock kembali menjadi unik dan ikonik dengan atmosfer retro yang kental.

Baca juga: Yockie Suryo Prayogo – Pemberi Nyawa Musik Lintas Genre

Memang musik Franz Ferdinand punya segmen tersendiri, tidak semua manusia Bumi dapat menikmatinya. Tapi bukan berarti tidak pantas didengar, coba saja kalian putar karya-karya terbaik mereka

DARTS of PLEASURE

Bukan sekadar kesenangan bagi para pendengar musik. Pada awal kemunculannya, ‘Darts of Pleasure’ yang dirilis sebagai bagian dari album self-titled ‘Franz Ferdinand’ sering disebut-sebut sebagai “the next big thing” oleh para kritikus musik.

ELEANOR PUT YOUR BOOTS ON

‘Eleanor Put Your Boots On’ punya nuansa dinamis dan ceria, serta atmosfer cinta yang kental. Saking kuatnya aroma cinta terpancar dari track, bahkan sampai muncul rumor yang menyebutkan kalau nama Eleanor pada track merujuk pada Eleanor Friedberger, musisi asal Amerika yang pernah memiliki hubungan spesial dengan Alex Kapranos.

THE FALLEN

Bagi sebagian besar pendengar, Franz Ferdinand memang sering dianggap memiliki lirik-lirik yang susah dicerna. Track ‘The Fallen’ adalah salah satu yang sering masuk ke dalam kategori membingungkan.

‘The Fallen’ seringkali dikorelasikan dengan kisah “Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang” dan cerita tentang Maria Magdalena.

WALK AWAY

Franz Ferdinand tampaknya kurang berbakat untuk menulis lagi patah hati yang klise. Berbicara tentang perpisahan, Alex Kopranos dan kawan-kawan justru menyajikan narasi putus cinta yang berjalan lancar dan ditemani dengan rasa lapang dada.

NO YOU GIRLS

Sudah berhasil melupakan mantan kekasih dengan ‘Walk Away’, sekarang Alex Kopranos akan mengajak kalian semua untuk membuka lembaran baru. Masih tetap dengan musik ceria khas Franz Ferdinand, ‘No You Girls’ bercerita tentang rasa kagum umat pria Bumi kepada para wanita.

BULLET

Seperti apa rasanya cemburu? Banyak manusia mendefinisikan cemburu dengan cara yang berbeda-beda. Franz Ferdinand memberi analogi peluru di dalam kepala untuk kata cemburu. Panas, membuat pening, dan jelas menyebalkan.

Tapi track ‘Bullet’ bukanlah musik menyebalkan.

ALWAYS ASCENDING

Baru saja dirilis pada minggu terakhir bulan Oktober 2017 sebagai bagian dari rencana album ke-6, yang akan resmi beredar pada bulan Februari 2018.

‘Always Ascending’ menawarkan Franz Ferdinand yang mengandalkan skena post-punk dan art-pop, lalu mengajak kalian menikmasi sensasi berkendara mesin waktu, seakan-akan terlempar ke dekade 1980-an.

TAKE ME OUT

Track yang mengaburkan posisi Franz Ferdinand di skena indie. Popularitasnya terlalu masif sejak awal kemunculan, membuat mereka terlihat seperti musisi yang sudah lama berkelana di arus utama.

Meski berbicara cinta berujung frustasi, Franz Ferdinand berhasil untuk melukiskan klise ke dalam nuansa post-punk revival yang dinamis, sesuai dengan identitas musik mereka.