Liner Notes: Taifun oleh Barasuara

0
[Musix Match]

Taifun oleh Barasuara merupakan salah satu masterpiece dari peradaban umat manusia millennial. Mengusung aliran musik rock, Barasuara tetap memberikan cita rasa Indonesia yang bisa dinikmati dalam setiap lagu pada album ini.

Bukan sekadar angin segar, tahun 2015 silam, superband Barasuara menghempaskan angin kencang melalui Taifun di perindustrian musik umat manusia di Indonesia. Karya ini seakan menghantam dunia musik tanah air untuk kembali melahirkan musik-musik Indonesia dengan lirik puitis dan nilai filosofi tentang kehidupan, tidak hanya sekadar lagu cinta yang melankolis.

Baca juga: Liner Note: Kisah Klasik Untuk Masa Depan oleh Sheila on 7

Taifun oleh Barasuara dibuka dengan lagu Nyala Suara . Lirik berima yang padat dan komposisi instrumental yang cukup menghentak mengobarkan semangat pendengar kala menikmati album ini.

Masuk ke lagu berikutnya, Barasuara menurunkan sedikit kekuatan. Tiga lagu berikutnya memiliki ritme lebih pelan, tetapi masih memiliki ciri khas musik yang membara. Melalui lagu Sendu Melagu, Bahas Bahasa, dan Hagia, Barasuara ingin menyampaikan pesan bagi umat manusia untuk lebih menghargai hal-hal yang ada di sekitar kita.

Sendu Melagu mengingatkan kita untuk menghargai waktu. Bagaimana kita sebaiknya menggunakan waktu yang dengan baik untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, dan berkumpul dengan mereka yang kita cintai. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini.

Sementara itu,Bahas Bahasa  mengingatkan umat manusia untuk berhati-hati dalam bertutur kata. Lagu ini bisa menjadi pengingat bagi para humanoid untuk tidak bertindak impulsif dan tergesa-gesa ketika hendak mengutarakan sesuatu. Memikirkan baik-buruk segala hal yang kita pikirkan, sebelum akhirnya diucapkan. Karena apa yang keluar dari mulut, tak bisa ditarik lagi.

Kemudian Hagia merupakan salah satu lagu yang juga tak kalah menarik. Tidak asing lagi dengan judul tersebut? Wajar, mengingat judul itu diambil dari nama sebuah Gereja Orthodox yang kemudian beralih fungsi sebagai Masjid, dan sekarang menjadi museum budaya di Istanbul. Dengan lirik repetitif yang mengutip sepotong doa Umat Nasrani, lagu ini bermaksud mengingatkan manusia untuk menghargai keanekaragaman kepercayaan yang ada di

Semangat kembali menghentak pada dua lagu berikutnya yang bertajuk Api dan Lentera serta Menunggan Badai. Dengan lirik yang penuh amarah dan emosi, kedua track ini bisa dibilang merupakan puncak kekuatan dan semangat dari album Taifun oleh Barasuara satu ini.

Pada tiga lagu penutup, Barasuara hendak mengajak kita umat manusia untuk merenung dan intropeksi diri melalui track Tarintih, Menguci Ingatan, dan Taifun. Diracik dengan komposisi instrumen yang lebih melankolis dan lembut dibandingankan track-track sebelumnya, liriknya pun lebih membahas tentang kehidupan dengan orientansi pada diri manusia itu sendiri.

Bila ditilik lebih dalam lagi, kumpulan lagu dalam Taifun serupa dengan fase hidup manusia. Di masa kecil, kita belajar tentang bagaimana cara bersemangat. Pada pertengahan hidup, semangat kita sedang berkobar dan seakan, kita ingin melakukan segala hal dalam hidup ini. Dan kala kita menua, kita pun sadar bahwa kita harus lebih sering merangkul kesunyian, berkontemplasi, dan juga merenungi segala hal yang pernah kita lakukan. Sebuah pelajaran yang berarti bagi para humanoid.

“Saat kau menerima dirimu dan berdamai dengan itu
Kau menari dengan waktu tanpa ragu yang membelenggu” 
-Taifun