Liner Notes: Viva Hate oleh Morrissey

7
[rhino.com]

Bukan hal yang mengejutkan kalau album debut karir solo Steven Patrick Morrissey, ‘Viva Hate’, terdengar sama seperti album-album kepunyaan The Smiths. Band tersebut baru saja bubar pada tahun 1987, dan enam bulan setelahnya ‘Viva Hate’ dirilis oleh si mantan vokalis. Tepatnya pada 14 Maret 1988.

Rentang waktu enam bulan tentu bukan jarak yang cukup memuaskan untuk menentukan arah musik yang baru atau sekadar melebarkan batasan ide karya. Apalagi, sangat mungkin kalau materi-materi pada album ‘Viva Hate’ pada mulanya dipersiapkan sebagai bekal materi album The Smiths yang kelima, setelah merilis ‘Strangeways, Here We Come’.

Jadi, pantas saja kalau ‘Viva Hate’ masih mengikuti formula The Smiths.

Pertama, Morrissey mempertahankan posisi produser pada Stephen Street, yang sebelumnya sudah lama bekerjasama dengan The Smiths. Lalu meminta bantuan pada sejumlah gitaris yang memiliki gaya bermain kurang lebih sama dengan Johnny Marr. Dan yang terakhir, menuliskan lirik-lirik lagu menyerupai kebiasaannya pada saat berkarya dengan The Smiths. Ada yang bercerita tentang budaya populer Inggris pada masa itu (‘Little Man’, ‘What Now?’), ketegangan era pra-apocalypse (‘Everyday is Like Sunday’), dan cerita singkat akan kegelisahan politik (‘Margaret on the Guillotine’).

Lain kata, ‘Viva Hate’ boleh saja disebut sebagai album kelima The Smiths tanpa Johnny Marr, Andy Rourke, dan Mike Joyce.

Ironi? Mungkin.

Menyedihkan? Mungkin.

Tapi siapa yang peduli? – ‘Viva Hate’ masih tepat menyentuh selera musik pada masa perilisannya. Maksud kami, tepat mengisi relung-relung jiwa pencinta The Smiths yang masih sedih karena band itu membubarkan diri pada saat mendekati puncak populer.

Morrissey sendiri tentu tahu kondisinya, dan dia pun memberanikan dirinya mengambil keuntungan dari posisinya sebagai mantan frontman, mantan penulis lagu utama.

‘Viva Hate’ kemudian bertengger di peringkat 48 tangga musik Amerika – lebih tinggi daripada album-album milik The Smiths, dan menduduki peringkat 1 tangga musik U.K. Sementara ‘Suedehead’ dan ‘Everyday is Like Sunday’ yang sempat dirilis sebagai single menjadi hits di radio-radio kampus. Lalu seperti dua album terakhir The Smiths juga, ‘Viva Hate’ ikut masuk jajaran album dengan penjualan di atas 500.000 keping.

Dengan pencapaian memuaskan seperti itu, ‘Viva Hate’ pun lantas menunjukkan kalau perceraian The Smiths dengan setiap anggotanya memang sudah sewajarnya terjadi.

Terakhir, Selamat ulang tahun ‘Viva Hate’!