Mencintai Drum Tanpa Paksaan dalam Indonesia Drum Squad

0

“Elo harus jadi orang gila untuk bangun organisasi kaya gini.”

Kurang lebih begitulah yang dikatakan Dinda Gilang Orinas saat  ditanyakan perihal kunci bertahannya perkumpulan drummer lintas genre bernama Indonesia Drum Squad yang dipimpinnya.

Cowok gempal yang mudah akrab dengan siapa saja ini bertutur serius menceritakan konsistensinya membangun sebuah perkumpulan berisi para drummer yang tanpa sekat.

Berawal dari pertemuan di sebuah acara yang saya inisiasi bersama 101% Music Community, Gilang menjelaskan secara singkat bahwa IDS, sebutan bagi Indonesia Drum Squad, adalah sebuah forum yang terbentuk dari kegelisahan pribadinya. Selama ini, Gilang merasakan ada banyak sekali gap di dalam dunia drummer. Mulai dari gap antar profesional & amatir, gap antara selebriti & non-selebriti, sampai gap antar jenis musik

Banyak sekali komunitas drummer, yang basisnya terlalu tersegmentasi, semisal perkumpulan drummer metal, perkumpulan drummer jazz, perkumpulan drummer seleb dan lain-sebagainya. Jarak yang secara alamiah tercipta ini menurut Gilang amat sangat disayangkan.

 

Tak hanya sampai di situ keunikan IDS besutan Gilang ini. Di saat komunitas lain sibuk membuat dan mewajibkan anggotanya untuk memiliki ID Card dan mungkin membayar Iuran, IDS justru memberikan kebebasan kepada anggotanya. Sama sekali tidak ada kewajiban dasar yang mengikat didalam komunitas ini.

Gilang sengaja membuat suasana yang demikian agar perkumpulannya ini lebih menitik beratkan kepada sense of belonging, rasa saling memiliki. Tanpa tekanan, tanpa paksaan. Semua boleh datang, dan mungkin juga boleh pergi.

Saat elo punya rasa memiliki, elo pasti akan jaga sepenuh hati apa yang elo miliki itu, mungkin begitu kira-kira yang ada di benak Gilang.

Basis dasar komunitas ini sendiri adalah pendidikan. Anggota IDS yang sudah expert alias profesional, memberikan pengajaran rutin kepada anggotanya yang masih awam atau masih dalam tahap belajar. Semuanya gratis, tanpa uang pendaftaran, tanpa uang iuran, dan bahkan tanpa ada kewajiban apapun. Cukup dengan niat, stik, dan drum-pad, semua orang bisa menyisihkan waktu untuk datang, berteman dan belajar bersama Indonesia Drum Squad.

Maka tak heran bila ada banyak orang yang jatuh cinta secara alamiah dengan komunitas ini. Karena cinta sejati, tidak perlu paksaan, bukan?