Menikmati Agungnya Paduan Suara Perbanas Institute Choir

0

Agung dan elegan, dua kata yang mungkin mewakili imaji sebagian kita saat mendengar kata “orchestra“. Perasaan megah yang sama juga sebagian dari kita akan rasakan saat mendengar kata “choir” atau paduan suara.

Meski dalam kenyataannya,  di dunia musik, dua unit ini sama sekali berbeda secara teknis.Yang satu mengandalkan bunyi-bunyian dari instrumen musik dan yang lain hanya mengandalkan suara manusia. Meski begitu, keduanya sama-sama dikelompokan sesuai kecakapan komposisi.

Dalam sebuah unit orchestra, personil dibagi dan dipisah menjadi kelompok alat musik gesek, alat musik perkusi dan alat musik tiup, sedang dalam choir atau paduan suara, pengelompokan dibagi sesuai jenis suara, tenor, bass, sopran dan lainnya. Keduanya, biasanya sama-sama bergerak di bawah komando seorang konduktor.

Kemegahan orchestra dan choir yang melekat dalam benak kita mungkin disebabkan karena keduanya dikenal sering membawakan nomor-nomor klasik seperti milik Beethoven ataupun Mozart, padahal sebenarnya kedua unit tersebut juga dapat diaplikasikan dalam segala jenis musik. Beberapa musisi rock dan metal bahkan tercatat pernah mengerjakan proyek bersama unit orchestra dan choir. Seperti misalnya Metallica, Steve Vai, dan Guns ‘N Roses.

Kembali ke paduan suara, salah satu unit paduan suara dengan kualitas menawan di Indonesia adalah Perbanas Institute Choir (PIC). Berawal dari kelompok kegiatan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Jakarta, PIC menorehkan berbagai prestasi gemilang di berbagai kompetisi tingkat lokal, dan berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia dalam berbagai kompetisi bertaraf internasional.

Rektor Perbanas, Bapak Prof. Dr. Ir Marsudi Wahyu Kisworo, melalui press release penggalangan dana PIC mengatakan bahwa pada tahun 2008, PIC berhasil memboyong 3 medali emas dalam Festival Paduan Suara Nasional ITB. Pada tahun 2010, PIC kembali meraih prestasi serupa dalam ITB International Choir Competition.

Bukan hanya di dalam negeri, kelonpok paduan suara ini juga berjaya di luar. Seperti misalnya pada The 5th Rumini International Choral Competition Italia pada tahun 2011 dan 0th Internationaler Chorwettbewer, Spittal, Austria pada tahun 2013

Lagu adalah media komunikasi paling universal. Para manusia dari berbagai latar belakang budaya di muka Bumi seolah akan saling terkoneksi satu sama lain lewat musik. Maka tak mengherankan bahwa kiprah PIC di kancah internasional memiliki potensi yang sangat besar. Satu humanoid saja berlagu, itu sudah menyenangkan. Apalagi bila sekelompok humanoid yang bernyanyi. Alien pun bahkan ingin segera bermigrasi untuk bisa mendengarkannya setiap hari.