Musik-Musik Idealis Indonesia Peneman 2018

0
[Flickr]

Awal tahun, akhir tahun, pertengahan tahun. Musik akan senantiasa bersuara sepanjang waktu. 

Tidak terasa pertengahan tahun 2018 sudah di depan mata. Berbagai keriuhan di awal tahun sudah dilewati dan dinikmati bersama. Dari mulai film-film keluaran terbaru sampai dengan konser artis luar negeri, dari mulai keriaan Record Store Day, sampai dengan pameran buku Big Bad Wolf.

Album dan karya terbaru musisi lokal Indonesia pun tak kalah ambil bagian meramaikan sepertiga tahun penuh warna ini. Sisanya, masih menunggu waktu untuk dikeluarkan.

Tidak akan pernah ada waktu yang habis untuk musik. Termasuk pada 2018 ini. Era boleh berganti, musik bernuansa elektronik boleh saja lebih digandrungi. Namun, tetap ada tempat untuk musik-musik dengan nuansa lain, dari para musisi idealis Indonesia.

Bila Anda rindu dengan idealisme para musisi yang tertuang lewat irama dan jalinan bait, maka, inilah karya-karya mereka yang akan dilepas pada sisa tahun 2018 ini.

SERINGAI

Sejak akhir tahun 2017, melalui vlog pada berbagai platform termasuk Youtube, Seringai sudah mengabarkan bahwa mereka tengah memasuki proses produksi album terbaru milik mereka.

Menurut keterangan Edy Khemod, sang penabuh drum kepada awak media, 11 track dengan 1 buah intro akan memadatkan komposisi album terbaru mereka yang direncanakan lepas rilis setelah lebaran.

“Album sudah selesai proses mixing, saat ini sedang tahap mastering. Yang agak lama justru pembuatan cover-nya, karena digambar tangan oleh vokalis kami, Arian,” lanjut Edy Khemod

THE FLASH

Band rock asal Jogjakarta, The Flash dikabarkan akan merilis album perdananya pada pertengahan tahun 2018. Tidak tanggung-tanggung, album bertajuk ‘#7Tahun’ dari mereka akan memuat 19 lagu, dengan track berjudul ‘NANANINA’ sebagai single andalan.

“Baru saja selesai shooting video klip untuk lagu NANANINA. Awal bulan Mei ini kita akan rilis dulu di radio-radio, baru setelah itu kita akan merilis album secara keseluruhan,” jelas Ichon sang Gitaris dalam wawancaranya dengan kami.

The Flowers

Kabar serupa juga datang dari band kenyang pengalaman The Flowers. Band rock & roll lokal angkatan lama ini sudah memasuki proses produksi album terbarunya sejak akhir tahun lalu.

Izzy, Road Manager The Flowers memberikan sedikit bocoran bahwa album tersebut akan dilepas rilis sebelum akhir tahun 2018.

Album judulnya ‘Kembali ke Akar’, sesuai judulnya ya, The Flowers sedang berusaha kembali ke dasar bermusik mereka. Untuk lagu saya beri bocoran sedikit. Ada track berjudul ‘Ngehe’ dan ‘Bernyanyi Sampai Mati’. Di salah satu lagu dalam album itu juga ada lagu yang berkolaborasi bersama Jason Ranti,” terang Izzy.


“Untuk tanggal pasti rilisnya belum dipastikan. Yang pasti proses rekaman sudah 90% dan diusahakan keluar sebelum akhir tahun,” pungkas Izzy.

IAKANLAH

Musisi asal kota kembang yang terkenal sebagai artis serba-bisa ini juga dikabarkan akan melepas rilis single terbarunya pada pertengahan tahun 2018.

Berbeda dengan karya-karyanya yang terdahulu, single terbaru berjudul ‘Maya Citra’ kali ini akan dikemas dalam format band. Sebuah eksperimen Ian dalam meningkatkan petualangan bermusiknya.

“Maya Citra akan diusahakan rilis sebelum lebaran, saya mencoba untuk meninggalkan gitar akustik, melupakan lirik-lirik khas pop balada yang cengeng dan mulai memasukkan unsur drum dan pedal distorsi,” ungkap Ian kepada kami.

Peron Satoe

Band rock-reggae asal timur Jakarta ini juga berencana menggebrak industri musik lokal dengan merilis ulang album terakhir milik mereka.

Setelah sebelumnya album bertajuk ‘Timoer Djakarta’ dirilis dalam format aplikasi pemutar musik google (APK/GooglePlaystore), Peron Satoe kembali melakukan eksperimen dengan melepas lagi album tersebut ke dalam bentuk kaset pita.

“Sampai saat ini proses produksi masih berjalan. Jadi belum ada tanggal pastinya kapan kita rilis, tetapi kemungkinan sebelum akhir tahun ini,” jelas Rino, gitaris Peron Satoe kepada kami.

Jadi, siapa bilang musik-musik idealis sudah mati?