Noel Gallagher Bicara Tentang Thom Yorke

1
[Consequence of Sound]

Noel Gallagher sebutkan kalau dirinya tidak pernah menulis lagu ketika sedang sedih – dan menyerahkan kemampuan [menulis lagu ketika sedih] tersebut kepada Thom Yorke.

Mantan gitaris Oasis yang kini menjalani karir sebagai musisi solo itu sedang berbicara dengan Rolling Stone, ketika mengatakan eksplorasinya untuk menulis lagu dengan nuansa penuh harapan bukan saja menghalangi kesempatan reuni Oasis, tapi juga membedakan dirinya dari pentolan Radiohead.

Baca juga: Radiohead Abaikan Status Hall of Fame

“Aku merasa tertarik melihat orang-orang menyebut hubunganku dan Liam menarik,” ujar Gallagher. “Itu [hubunganku] hanya akan menarik kalau kami adalah sepasang partner penulis lagu dan harus membuat karya yang berhasil. Tapi semua lagu-laguku punya semacam harapan di dalamnya. Aku mencoba untuk mendapatkan harapan tertentu dan rasa senang di dalamnya. Aku menulis ketika aku merasa bahagia, dan aku bahagia hampir di setiap waktu. Ketika aku sedih – [dan] aku tidak pernah terlalu sedih – aku tidak akan menulis.”

“Aku pikir sudah cukup banyak omong kosong di dunia ini. Kamu bisa saja duduk dan menulis tentang berita. Seseorang sedang melakukannya sekarang – Thom Yorke, mungkin. Dan aku pikir sudah terlalu banyak yang seperti itu. Sangat mudah menulis tentang rasa cemas. Aku justru merasa sulit,” lanjutnya lagi.

Sebelumnya, meski mengakui Radiohead punya kualitas apik, Gallagher juga menyebutkan kalau ia “tidak pernah mood” mendengarkan mereka, dan memberi klaim kalau kucing peliharannya lebih “rock ‘n roll” daripada Thom Yorke dan kolega. [via Irish Independent]

“Ini adalah satu hal yang selalu kupegang berlawanan dari mereka,” jelasnya. “Istriku selalu punya reaksi fisikal kepada mereka [Radiohead], ketika mendengarkan mereka. Seperti : ‘Tidak – tidak bisa.’ Mereka bukan band pesta. Tapi aku punya beberapa lagu mereka di handphone-ku. Tapi aku tidak pernah berada pada momen dimana aku berpikir, ‘Oh, sedikit cemas boleh juga!’”

Noel Gallagher sendiri pada akhir bulan November kemarin baru saja merilis album solo terbarunya, ‘Who Built The Moon’. Mengandalkan kolaborasi atmosfer skena musik Inggris di periode 1980-an dan 1990-an, Noel segera menyenggol dominasi ‘As You Were’ – album solo milik Liam Gallagher – di puncak tangga album UK. Sejumlah kritikus bahkan memberi klaim ‘Who Built The Moon’ sebagai karya terbaik Noel Gallagher sejak ‘(What’s the Story) Morning Glory?’.