The Smiths Rilis Ulang ‘The Queen Is Dead’?

1
[consequenceofsound.net]

The Smiths beri indikasi bila akan segera merilis ulang album klasik ‘The Queen Is Dead’.

Band ikonik asal Manchester tersebut memperkenalkan ‘The Queen Is Dead’ pertama kali di bulan Juni 1986.

Album ketiga dari Morrissey, Johnny Marr, Andy Rourke, dan Mike Joyce tersebut sering diberi predikat salah satu yang terbaik, berpengaruh, dan penting oleh sejumlah kritikus musik.

Sebelumnya, pada hari Rabu dan Kamis kemarin (14 dan 15 Juni 2017), halaman resmi The Smiths di media sosial Facebook mengunggah dua arsip foto – menunjukkan seorang wanita dan sekelompok orang sedang mengangkat peti mati, lengkap dengan keterangan, “TQID” dan “#TQID 16.06.17”.

Spekulasi lantas bermunculan ramai dari para penggemar jika unggahan tersebut akan berarti perilisan-kejutan pada 16 Juni 2017 waktu setempat.

Pada bulan April yang lalu, ketika perhelatan Record Store Day 2017, The Smiths sempat lebih dulu merilis ulang dua single ‘The Boy With The Thorn In His Side’ dan ‘Rubber Ring’, yang dihidupkan kembali dari versi rekaman demo.

Sementara pada tahun 2016, Morrissey sempat memberi klaim jika label Warner Music menolak ide perilisan ulang ‘The Queen Is Dead’ dalam rangka perayaan usia yang ke-30.

“I am sorry that Warner UK or Sire US cannot provide any celebrations for the anniversaries of both recordings, but, perhaps some label bosses have their eye on a tatty OBE, and perhaps other simply have detachable heads.

It would not quite be The Smiths if not clasically ignored by the dried-out lawns of the establishment. I urged Warner UK to issue a special ‘The Queen Is Dead’ single release for the first week of June … but … brick wall.” [via FACT].

Morrissey juga tanpa henti menjadi objek spekulasi oleh para penggemar akan kemungkinan reuni The Smiths bersama Marr, Rourke, dan Joyce, sejak memutuskan bubar di tahun 1987.

Juga pada tahun 2016 yang lalu, Marr mengungkapkan bila ia dan Morrissey sempat mendiskusikan kemungkinan menghidupkan kembali The Smiths, namun pada akhirnya tetap menemukan jalan buntu.

“People just don’t want to let go of this fractured band business – You know, we were never gonna be together for 30-40 years. We weren’t REM, we weren’t U2, you know it’s just nonsense. We had 70 songs in the bank. That was enough.” [via NME]