Wonder Woman dari Dunia Musik Rock-Alternatif

3
20
views
[flickr.com] Foto oleh 'digboston'.

Diana, Princess of Themyscira, benar-benar menguasai industri film dalam sepekan terakhir. Mendulang 100 juta Dollar Amerika hanya di minggu pertama perilisan – mengalahkan ‘Thor’, ‘Guardians of the Galaxy’, juga ‘Batman Begins’. Meraih sejumlah kritik positif dari para penggila DC dan pencinta film, bahkan mendapat lampu hijau dari studio produksi untuk segera mempersiapkan edisi sekuel.

Satu yang jadi nilai positif, bukan sebab pesona manusia wanita bernama Gal Gadot yang super-duper-indah dan sempurna, tapi karakter Wonder Woman yang tersajikan begitu apik dan tepat seperti yang dimunculkan oleh William Moulton-Marston pertama kali. Seorang wanita dengan kekuatan di atas rata-rata, baik mental dan fisik, setara Zeus, di antara para manusia jantan yang punya stereotype jauh lebih perkasa.

Baca juga: Rekomendasi Lima Seri Komik Wonder Woman

Bicara wanita perkasa di dunia para lelaki, Wonder Woman bukanlah yang satu-satunya di planet Bumi. Ada beberapa “Wonder Woman” lainnya yang juga berhasil menghapus beberapa stereotype tentang umat manusia kaum hawa. Salah satunya adalah tentang keperkasaan wanita di aliran musik rock.

Maka, segera siapkan telinga dan playlist, sebab Sigurian kembali datang dengan rekomendasi musik.

Inilah mereka, wanita-wanita perkasa dari industri musik rock!

JANIS JOPLIN

Legenda, ikonik, berpengaruh, dan tentu saja salah satu yang terbaik. Ia bukan sekadar hadir untuk menyenggol dominasi Jim Morrison dan Jimi Hendrix di akhir periode 60-an, tapi juga punya tanggung jawab besar atas tingginya standar musik rock di planet Bumi sampai sekarang.

Sayang, seperti musisi-musisi hebat lainnya di era yang sama, Joplin meninggal di masa muda akibat overdosis penggunaan heroin. Tepatnya di tahun 1970, ketika ia masih berusia 27 tahun, dan baru saja menyelesaikan album keempatnya, ‘Pearl’.

 

PATTI SMITH

GODMOTHER of PUNK!

Patti Smith adalah salah satu definisi seniman jujur di planet Bumi. Ia selalu melahirkan musik-musik yang mampu menggerakkan emosi para pendengarnya dan kemudian menjadi fondasi kuat pergerakan massa. Contohnya adalah pergerakan masif skena musik punk-rock di kota New York pada tahun 1975.

Sering mendapat sebutan “punk poet laureate”, Patti Smith juga terkenal akan kemampuan apiknya menyusun kata-kata menjadi puisi yang indah.

 

JOAN JETT

The Queen of Rock and Roll.

Dosa besar dan hukuman cambuk sampai 800 juta kali di neraka musik lapis ketujuh kalau sampai kami mengabaikan nama Joan Jett. ‘Cherry Bomb’ dan ‘I Love Rock n Roll’ boleh jadi sebagian kecil alasannya. Resmi bergabung dengan Rock and Roll Hall of Fame di tahun 2015, Joan Jett merupakan salah satu pemain lama yang masih aktif di industri musik rock sampai sekarang.

Konon juga sering berebut identitas “Godmother of Punk” dengan Patti Smith.

 

COURTNEY BARNETT

Lupakan para tetua, mari loncat menuju waktu yang lebih modern. Ada Courtney Barnett, musisi asal Melbourne yang menurut kami adalah putri dari Kurt Cobain dan Bob Dylan – meski secara sains sudah pasti tidak mungkin, biar sajalah kami berharap.

Mencuri perhatian dunia musik sejak tahun 2013, Barnett yang sering tampil layaknya musisi grunge, identik dengan gaya musik yang sederhana dan lirik-lirik jenaka tentang kehidupannya sebagai wanita yang gampang tegang.

 

KIM GORDON

Salah satu founding member Sonic Youth, band yang punya pengaruh besar di industri musik di periode awal 80-an sampai 90-an. Punya tanggung jawab sebagai pembetot bass, vokalis, dan penulis lagu, Gordon merupakan musisi yang ikonik di ranah rock-alternatif. Kehadirannya bersama Sonic Youth banyak menginspirasi musisi-musisi wanita lainnya, seperti Kim Deal (Pixies dan The Breeders), D’arcy Wretzky (Smashing Pumpkins), atau Ellie Rowsell (Wolf Alice).

 

KIM DEAL

Muncul pertama kali bersama Pixies di tahun 1986 – masih di era yang sama dengan Sonic Youth, Deal punya peran serupa seperti Gordon. Bukan sekadar memainkan bass saja, tapi juga menjadi salah satu penulis utama lagu bersama Black Francis. Lantas menjadi front-woman dari The Breeders ketika sempat berpisah dengan Pixies.

Deal adalah alasan kenapa para pencinta musik bisa mengenal band-band hebat seperti Nirvana, Radiohead, The Strokes, dan Blur.

 

AMY LEE

Industri hard-rock-alternatif di akhir 90-an harus banyak berterima kasih pada Amy Lee. Wanita dengan range suara dari Danny Elfman sampai Björk tersebut punya andil besar dengan menjadi front-woman, pendiri, dan penulis lagu-lagu Evanescence sejak tahun 1995, lalu populer berkat single ‘Bring Me To Life’ dan ‘Lithium’.

Amy bahkan dikenal bukan oleh suaranya saja, ia juga punya sejumlah kredit positif sebagai multi-instrumentalis.

 

ELLIE ROWSELL

Industri rock-alternatif setelah tahun 2010 memang sempat dianggap sepi akan kehadiran dari manusia-manusia kaum hawa. Figur-figur seperti Kim Gordon, Kim Deal, Patti Smith, atau Janis Joplin mulai hilang tanpa generasi penerus. Sampai akhirnya Ellie Rowsell, dengan Wolf Alice-nya, muncul menjadi harapan terbaru bagi eksistensi front-woman sebuah band rock-alternatif.

Bicara kualitas bukan jadi tanya lagi, album debut ‘My Love Is Cool’ adalah bukti nyata keperkasaan Ellie Rowsell.

 

BRITTANY HOWARD

Menutup daftar, mari menyebut nama vokalis utama dan gitaris band Alabama Shakes, Brittany Howard. Musisi yang memimpin kuartet asal kota Alabama menuju tiga kali penghargaan Grammy di tahun 2016 – ‘Best Rock Performance’, ‘Best Rock Song’, dan ‘Best Alternative Music Album’.

 

That is all humans earth! Para “Wonder Woman” dari dunia musik rock-alternatif di planet Bumi.

Ada yang kami lupakan?

Sebut di kolom kementar saja kalau begitu.

Over and out!