Alan Moore : Bacaan dan Tontonan Wajib Bagi Pemula

1
[Numerama]

Maniak komik pasti nggak asing dengan nama besar Alan Moore – penulis edan asal Northampton, Inggris yang ditasbihkan sebagai peletak dasar komik superhero modern.

Eits, sebentar, jangan su’udzon dulu… Casing-nya emang kayak dukun amatir, tapi kontribusinya pada dunia penulisan cerita, khususnya medium komik, sudah masuk kategori di luar nalar. Pada tahun 1980-an, masa dimana medium komik kerap dicap sebagai medium nggak mutu yang hanya cocok untuk anak-anak, Alan Moore berhasil mengangkat derajat komik ke tempat terhormat. Salah satu karyanya (‘Watchmen’) bahkan dinobatkan oleh majalah Time sebagai salah satu dari 100 novel berbahasa Inggris terbaik di abad 20.

Soal impact karyanya jangan ditanya lagi, nggak terhitung berapa penulis kontemporer yang terpengaruh oleh karya-karyanya. Salah duanya adalah Neil Gaiman dan Warren Ellis; Dua penulis raksasa dunia komik yang mengarang masterpiece seperti ‘Sandman’ dan ‘Transmetropolitan’.

Ngomongin soal karyanya Alan Moore, jumlahnya sangat banyak, terlampau banyak untuk dibaca dengan sistem kebut semalam. Apalagi karyanya juga memiliki cakupan tema dan permainan lintas genre yang luas. Tingkat keanehannya pun bervariasi, dari yang sekedar nyleneh sampai yang hanya bisa dideskripsikan dengan bahasa Planet Namek.

Jadi, daripada Anda calon-calon alien newbie kesasar gara-gara baca karya Alan Moore yang bejibun dan super aneh, saya pilihkan 5 judul yang cukup bersahabat untuk kesehatan jiwa Anda (yang sedikit-sedikit masih ada bumbu superhero-nya); sebelum anda memasuki wilayah ‘liyan’ yang lebih esoterik, seperti ‘A Small Killing’, ‘Neonomicon’, atau ‘From Hell’.

Oh ya. Perlu diperjelas dulu. Racauan ini hanya berfungsi sebagai sarana PDKT pada body of work raksasa Alan Moore. Jika anda selesai mengonsumsi 5 artefak di bawah ini dan kemudian timbul hasrat untuk melanjutkan ke karya-karyanya selanjutnya, maka, saya ucapkan selamat… anda telah memasuki pintu gerbang pertama untuk menjadi dukun amatir junior-kelas bulu-mahzab Moorian.

Watchmen
[Amazon]

WATCHMEN

Tidak ada lagi judul yang pantas diletakkan di nomor pertama selain ‘Watchmen’ – karya pamungkas yang lahir dari rahim kreatif Alan Moore dan Dave Gibbons. Serial terbitan DC Comics yang rilis pada tahun 1988 ini sukses besar melakukan dekonstruksi pada stereotype komik superhero Amrik era Silver Age dan meletakkannya dalam bingkai realisme politik masa perang dingin antara Amrik dan Soviet.

Para superhero era Silver Age yang tadinya innocent dan berperan sebagai karikatur kompas moral masyarakat, dalam ‘Watchmen’ tiba-tiba sosok sempurna tersebut disulap jadi memiliki kepribadian cacat, bahkan dalam salah satu adegan, Nite Owl – salah satu anggota Watchmen – digambarkan mengalami ejakulasi dini! Suatu hal yang sangat tidak lazim digambarkan dalam komik superhero dimasa itu.

Gilanya, di luar segala kontroversi yang ditimbulkannya, serial ini justru laku besar di pasaran, dan membuat penerbit-penerbit komik di Amerika berlomba-lomba mencari “the next Watchmen”. Akibatnya lanskap komik superhero pasca ‘Watchmen’ tak lagi sama.

Di tahun 2009, ‘Watchmen’ sempat di-filmkan dengan mutu cukup baik oleh Zack Snyder. Orang awam mungkin pusing melihat betapa kompleksnya film superhero nyentrik satu ini. Tapi bagi alien-alien yang sudah khatam membaca versi aslinya, film itu hanya dianggap versi downgrade dari kompleksitas yang ditawarkan oleh novel grafisnya.

Bagaimana tidak? Salah satu bintang utama serial ‘Watchmen’ yang membedakannya dengan serial pengekornya adalah bagaimana Moore menciptakan dunia yang terasa begitu nyata, lengkap dengan mock-biografi, memoar, artikel majalah, dan lembaran profil psikologis tokohnya yang digambarkan dengan detail yang memukau. Sungguh sebuah totalitas yang kelewat batas…

Pokoknya jangan sampai anda lewatkan novel grafis Moore yang satu ini! Ini bukan anjuran! Ini perintah!

V for Vendetta
[Amazon]

V for VENDETTA

“Beneath this mask is an idea, and idea is bulletproof…”

Quotes dari Cak Tohir, penjual sembako subversif, dipopulerkan oleh tokoh bernama V.

Serial dystopia yang bercerita tentang perlawanan tokoh V dan Evey pada kekejaman pemerintahan otoritarian Inggris ini mempopulerkan topeng Guy Fawkes sebagai simbol perlawanan pada tirani. Tak hanya berhenti sampai disitu, topeng ikonik tersebut juga menjadi lambang dari grup hacker Anonymous dan sempat dipakai dalam aksi besar-besaran occupy Wall Street pada tahun 2011.

Apa lagi yang bisa dikatakan? Seberapa banyak sih produk budaya pop yang mampu dimanfaatkan oleh penikmatnya sebagai alat bantu gerakan transformasi sosial?

The Killing Joke
[Complex]

BATMAN: THE KILLING JOKE

Jika Anda pernah nonton ‘The Dark Knight’, film genre superhero rilisan tahun 2008 besutan Christopher Nolan, dan Anda ngefans dengan tokoh The Joker beserta interaksinya dengan sosok Batman, maka sekarang Anda bisa tahu komik apa yang menginspirasi film itu.

Komik hasil kolaborasi Alan Moore dan Brian Bolland ini mempertanyakan hal mendasar pada hubungan di antara Batman dan The Joker – bagaimana mereka bisa saling membenci tanpa terlebih dahulu mengenal satu sama lain?

Oh ya. Komik ini sudah dibuat versi animasinya. Kalo saya sih nggak menyarankan Anda menonton versi animasinya. Tapi kalo Anda memang ingin khilaf, ya apa boleh buat.

[My Comic Shop]

THE LEAGUE of EXTRAORDINARY GENTLEMEN

Bayangkan LXG seperti The Avengers, tetapi crossover-nya adalah tokoh-tokoh literatur pop Inggris era Victorian. Di novel grafis ini anda akan menemui Dr. Jekyll (tokoh karangan Robert-Louis Stevenson dalam Dr. Jekyll and Mr.Hyde), Mina Harker (tokoh karangan Bram Stoker dalam epos Dracula), Allen Quatermain (prototype Indiana Jones bikinan H. Ridder Haggard), Invisible Man (tokoh karangan H.G. Wells) dan Captain Nemo (tokoh nyentrik hasil imajinasi Jules Verne) berada dalam semesta yang sama. Premis yang menarik kan? Apalagi buah otak Alan Moore ini di-ilustrasikan dengan gaya psychedelic yang unik oleh Kevin O’Neill.

Bila di-ibaratkan makanan LXG bagaikan gado-gado intelektual. Gurih, bergizi tinggi, dan tentu saja… lezat!

PS: jangan tonton film-nya. Itu penghinaan terhadap novel grafis yang satu ini.

Saga of the Swamp Thing
[Comixology]

SAGA of THE SWAMP THING

Saga of the Swamp Thing adalah contoh klasik dekonstruksi a la Alan Moore. Lewat tangan dinginnya, Moore menyulap Swamp Thing, yang sebelumnya adalah kisah superhero generik yang gagal di pasaran, menjadi kisah anti-mainstream yang penuh teror, mencekam, menghipnotis, dan bernuansa spiritual. Keren abis!

Saran saya, sebagai titik awal, langsung baca ‘Saga of the Swamp Thing #2: Anatomy Lesson’. Saya jamin anda akan langsung tertarik untuk membaca sisanya. No spoiler!

Sekilas Info : pada serial inilah tokoh culas-tapi-keren John Constantine pertama kali diperkenalkan.

Oke. Sebagai pungkasan racauan saya kali ini. Agar pengalaman kalian semakin komplit, usai membaca 5 judul-judul yang sudah saya sebutkan di atas, tonton juga ‘The Mindscape of Alan Moore’, dokumenter yang menceritakan hidup dan karya-karya Alan Moore.