Delapan Lagu Menjadi Populer Berkat Sepakbola

2
[allmusic.com]

Sejumlah manusia pernah berucap kalau sepakbola adalah olahraga yang super-duper-populer di planet Bumi. Lebih populer daripada basket, balap motor, balap mobil, karate, atau bahkan voli pantai kategori putri. Saking tinggi level popularitasnya, rating tayangan sepak bola justru lebih sering bersaing dengan serial ‘Game of Thrones’ daripada dengan pertandingan NBA atau siaran MotoGP. Lapangan sepakbola pun kemudian berfungsi tak sekadar jadi arena olahraga saja, tapi juga jadi sumber popularitas karya seni.

Berlebihan?

Delapan lagu di bawah bisa jadi bukti nyata.

LIKE A STONE oleh AUDIOSLAVE

Sebagai alien Sigurian yang mendarat di Bumi pada periode awal 90-an, maka kolaborasi Tom Morello dan Chris Cornell tentu jadi daftar yang pertama. Muncul pertama kali di tahun 2002, ‘Like A Stone’ lantas menjelma sebagai salah satu lagu populer berkat kerjasamanya dengan salah satu seri permainan ‘Winning Eleven’.

FIRE oleh KASABIAN

Kasabian memang band yang cukup besar di tanah Britania. Tapi, liga sepakbola Inggris merupakan yang terpopuler di planet Bumi. Maka, pantas saja ‘Fire’ jadi semakin mendunia setelah mengambil kesempatan sebagai opening anthem.

UEFA CHAMPIONS LEAGUE oleh TONY BRITTEN

Pertanyaan kami… entah sepakbola yang harus berterima kasih pada Tony Britten atau sebaliknya?

SEVEN NATION ARMY oleh THE WHITE STRIPES

Jack White adalah salah satu gitaris terhebat di planet Bumi, dan menciptakan riff yang ikonik memang jadi salah satu identitasnya. Dan ia patut berterima kasih pada sepakbola, sebab tanpa kebiasaan para penonton sepak bola yang selalu menyanyikan riff utama ‘Seven Nation Army’ ketika sebuah gol tercipta, nama The White Stripes mungkin saja hanya akan populer di komunitas indie.

YOU’LL NEVER WALK ALONE oleh RICHARD RODGERS dan OSCAR HAMMERSTEIN II

Kalau mempertanyakan musik dan kota Liverpool, The Beatles adalah jawabannya. Kalau menambahkan elemen sepakbola, The Beatles malah jadi serpihan debu. Lalu yang jadi utama? Tentu saja lagu kebangsaan penduduk Anfield, ‘You’ll Never Walk Alone’, yang bermula dari opera klasik, kemudian berperan sebagai karakter loyalitas tanpa batas para pendukung Red Merseyside.

THIS IS THE ONE oleh THE STONE ROSES

Bagi MADchester, medio 90-an merupakan awal mula catatan buruknya di sejarah musik. Digempur sana-sini oleh grunge dan obat-obatan terlarang, bertahan hidup jadi pekerjaan utama The Stone Roses dan kolega di industri musik. Beruntung saja salah satu tim sepakbola kota mereka, Manchester United, justru sedang mendekati periode emas dan popularitas internasional. The Stone Roses pun jadi berhutang banyak pada Setan Merah, sebab ‘This Is The One’ selalu diputar ketika para pemain sedang melangkah masuk ke lapangan Old Trafford.

LISZTOMANIA oleh PHOENIX

Seri-seri permainan sepakbola selepas ‘Like A Stone’ dan Winning Eleven memang selalu menghadirkan musik yang berkualitas. Mulai dari ‘Cousins’ oleh Vampire Weekend, sampai ‘Let’s Go Surfing’ oleh The Drums, hingga ‘Somebody New’ oleh Joywave, begitu banyak yang menjadi populer berkat installment setiap tahun oleh PES dan FIFA.

Tapi, mari mengingat ‘Lisztomania’ saja sebagai bom atom dari ranah sepakbola digital.

LA COPA DE LA VIDA oleh RICKY MARTIN

Membicarakan sepakbola dan musik, memang sudah sewajarnya menyebut lagu-lagu kebangsaan World Cup. Ada Shakira dan ‘Waka-Waka’, ada Herbert Grönemeyer dan ‘Celebrate The Day’, ada K’naan dengan ‘Wavin’ Flag’, lalu masih banyak lagi yang lainnya. Dan untuk menasbihkan yang terpopuler? “Ole-ole” tentu jawaban yang tepat.

That’s all human!

Delapan lagu yang jadi populer berkat sepakbola.

Enjoy!