Menertawakan Tabunya Tindak Kriminal dalam ‘Game Night’

1

Terkadang cara terbaik untuk menikmati sebuah film ialah membiarkan diri terbuai dalam cerita, terlepas dari segala logika, ekspektasi, dan pesan moral. 

Lupakan sejenak film-film refleksi hidup dengan deretan penghargaan semacam ‘Lady Bird’ atau ‘Shape of Water’. Deretan film, baik lokal maupun internasional, telah ramai terpampang sebagai alternatif hiburan di bulan ini.

Nah, apabila para alien dari negeri Sigur mencari film alternatif selain aksi keren Alicia Vikander atau debu peri di ‘Wrinkle in Time’, film ‘Game Night’ yang dibintangi Jason Bateman dan Rachel McAdams bisa menjadi pilihan hiburan berkualitas.

Bahkan, situs Rotten Tomatoes pun memberi rating 82%.

Baca juga: Film-Film dengan Tema Coming Age

‘Game Night’ merupakan sebuah film black-comedy yang berkisah tentang sepasang suami istri, Max dan Annie. Bersama dengan teman-teman sepermainannya, game night telah menjadi semacam ritual mereka. Suatu ketika, Max juga mengundang adiknya, Brooks, untuk ikut.

Masalah dimulai ketika Brooks mengajak Max dan teman-temannya untuk ikut bermain di rumah sewaannya. Ia merencanakan sebuah permainan spesial, memecahkan misteri yang dirancang senyata mungkin, seakan-akan mereka terlibat dalam masalah kriminal.

Pada saat yang sama, sekelompok orang mengincar Brooks dan menculiknya dari rumah. Para tamu  mengira kejadian tersebut sebagai bagian dari permainan, pun membiarkan kejadian tersebut, malah berusaha memenangkan game night. Mereka pun akhirnya terlibat dalam permainan yang tidak terduga dan juga berbahaya.

Terlepas dari plausabilitas cerita, sesungguhnya ‘Game Night’ memiliki banyak nilai jual kepada para penonton. Premis cerita berupa permainan sudah menjadi jaminan bahwa film akan menuntun rasa penasaran penonton dalam memecahkan misteri demi misteri. Belum lagi deretan aktor yang siap menghibur penonton selama 100 menit film berlangsung.

Ya, komedi menjadi kekuatan dalam ‘Game Night’. Namun tidak seperti film komedi romantis atau komedi slapstick misalnya, menonton ‘Game Night’ membuat kita ingin tertawa dan merasa malu pada diri sendiri saat melakukan hal tersebut.

Sesuai dengan semangat yang diusung oleh black-comedy, menertawakan sesuatu yang sejatinya tabu dan tidak manusiawi. Perbuatan kriminal itu tidak sesuai dengan nilai moral manusia, begitu pula penculikan, namun keduanya menjadi bahan bakar tawa.

Dialog cerdas dan ringan, ditambah kemampuan para aktor dalam menyampaikan, membuat humor-humor yang ditawarkan – meski tabu – tetapi tetap mudah diterima oleh penonton. Adegan operasi dadakan Rachel McAdams dan Jason Bateman, atau karakter Gary, polisi quirky dan menyeramkan yang merupakan tetangga Max dan Annie, mampu menimbulkan impresi tersendiri bagi penonton.

Buat para pecinta film, mungkin trivia-trivia seputar film di dalam ‘Game Nights’ bisa menjadi hiburan sendiri. Selain itu, film ini juga menjadi sedikit hiburan bagi penggemar ‘Dexter’ yang sudah rindu dengan akting Michael C. Hall.