The Joker: dari Masa ke Masa di Layar Lebar

1
[Comic Book]

Tahta The Clown Prince of Crime terus bergulir dari satu aktor ke aktor lainnya di Hollywood. Berikut adalah sederet aktor pemeran The Joker dari masa ke masa.

Memerankan badut sadistik yang suka bercanda bukanlah lelucon ringan bagi setiap aktor yang sedang mendapatkan kesempatan tersebut. The Joker adalah salah satu karakter villain ikonik dan memiliki ciri khas penokohan yang sangat kuat.

Memerankan The Joker bukan pekerjaan mudah. He’s is a villain people hate-to-love. Kritik akan lebih pedas kalau seorang aktor gagal membawakan peran maniak dari kriminal satu ini.

Baca juga: Pahlawan-Pahlawan Super dari Indonesia

Sebelumnya, memang sempat muncul nama baru yang kabarnya akan menambah panjang deretan pemeran The Joker. Pemeran antagonis kawakan, Commodus dalam film ‘The Gladiator’, dia adalah Joaquin Phoenix.

Phoenix sedang dipertimbangkan sebagai pemeran terbaru The Joker untuk film terbaru Todd Phillips – bercerita tentang asal mula pelaku kriminal terpopuler dari kota Gotham. Rencana pengerjaan film sementara masih dalam proses negosiasi dengan Warner Bros.

Sambil menunggu kepastian informasi, ayo kita tengok saja ke belakang legasi The Joker dari satu aktor ke aktor lainnya.

CESAR ROMERO, ‘Batman’ (1966-1968)

[Remezcla]
Aktor pertama yang mendapat kesempatan untuk memerankan The Joker adalah Cesar Romero. Meski sebelumnya lebih dikenal sebagai seorang gentlemen pada sederet film romantis, Cesar Romero ternyata mampu berubah menjadi seorang maniak dengan selera fashion yang buruk. Berbeda dengan The Joker di era milenial, The Joker versi Cesar Romero lebih memilik kesan jenaka dan konyol (in an evil way).

Satu fakta menarik tentang Romero selama pengerjaan film ‘Batman’ adalah, ketika ia menolak untuk mencukur kumis hitamnya. Kondisi yang sempat membuat tim perias artis harus teliti menyamarkan kumis Romero dengan cat khusus wajah berwarna putih.

Kemunculan pertama The Joker di layar lebar dengan Cesar Romero sering dikategorikan sukses oleh para kritikus film. Penampilan pertama yang menghidupkan sempurna The Joker seperti pada edisi komik.

JACK NICHOLSON, ‘Batman’ (1989)

[Comic Book]
Setelah hiatus beberapa tahun dari film live-action, pada tahun 1989, Tim Burton kembali membangkitkan musuh utama Batman, yang diidolakan banyak penggemar, ke layar lebar.

Memasuki era 19800-an, The Joker tampakmulai berhenti bersikap norak meski gaya berbusananya masih mengadaptasi tampilan orisinil si karakter badut yang mencolok. The Joker yang diperankan oleh Jack Nicholson sudah mulai menampilkan sisi radikal dengan perspektif yang lebih gelap dan sarkastik.

Nicholson banyak menuai apresiasi positif. Penampilan Nicholson merupakan salah satu aspek penting yang membuat installment Batman pada tahun 1989 dapat diterima dengan baik. The Joker versi Jack Nicholson merupakan awal dari evolusi penokohan The Joker ke sisi yang lebih gelap.

HEATH LEDGER, ‘The Dark Knight’ (2008)

[Lasexta]
Sosok The Joker idaman sejuta umat. Perfoma Heath Ledger pada ‘The Dark Night garapan Christopher Nolan mendulang pundi-pundi ulasan positif. Bahkan bagi sejumlah kritikus film, penampilan Ledger pada ‘The Dark Night’ adalah yang terbaik di sepanjang karirnya, yang sayang harus berakhir cepat.

Heath Ledger meninggal terlebih dahulu, sebelum ‘The Dark Knight’ resmi berputar di bioskop-bioskop seluruh dunia. Berkat penampilan eksperimentalnya juga, Heath Ledger berhasil memenangkan Academy Award untuk kategori Best Supporting Actor pada ajang Oscar 2009.

Benar, penampilan The Joker ala Heath Ledger merupakan hasil dari uji coba yang berhasil. Sebelum memulai perannya sebagai The Joker, Ledger melakukan banyak riset mendalam seputar sosok The Joker, melalui novel grafis ‘The Killing Joke’ 1988. Pada novel tersebut, cerita berfokus bagaimana The Joker  mengalami kerusakan jiwa dan berubah menjadi super-villain yang mengganggap manusia dan kehidupan sebagai permainan dan bahan candaan.

The Joker versi Heath Ledger adalah sosok tergelap yang pernah dihidupkan ke layar lebar.

JARED LETO, ‘Suicide Squad’ (2016)

[Asian Age]
Merupakan tantangan dan tekanan besar bagi Jared Leto untuk mengambil peran sebagai villain ikonik The Joker. Apalagi di saat bayang-bayang performa fenomenal Heath Ledger masih meninggalkan kesedihan bercampur kekaguman. Leto pun dituntut harus bisa tampil sebagai sosok ‘pengganti’ yang lebih baik, atau paling tidak, sama-sama mengagumkan.

Menjadi sosok “pengganti” dan mencoba mengimitasi performa Heath Ledger tentu bukan pilihan bijak. Leto memahami hal tersebut. Leto pun memang merupakan salah satu aktor berbakat yang eksperimental dan suka menerima tantangan baru dalam pekerjaannya. Leto hanya perlu menemukan formula yang tepat untuk ditampilkan.

Meski belum dapat berdiri sejajar dengan Heath Ledger, Jared Leto masih dapat disebut berhasil dalam membawakan peran The Joker. Ia tampil dengan membawa The Joker yang lebih esentrik dan mampu “bergaya”.

Bagi para penonton justru yang mengecewakan adalah sutradara David Ayer. Ia menyajikan hasil editing film yang memotong durasi tampil Jared Leto. Akting maksimal Leto lantas hanya meninggalkan kesan sedikit saja di mata para penonton.

Sekuel ‘Suicide Squadpun segera dituntut agar menjadi kesempatan kedua bagi Jared Leto agar tampil memukau.

Kita bisa melihat bagaimana satu karakter esentrik bernama The Joker dapat ditampilkan dengan berbagai gaya sesuai kemampuan aktor. Naskah penulisan film serta arahan sutradara juga mempengaruhi performa aktor dalam memainkan peranya.

So now the question is…