Alien Baca Novel: Animal Farm oleh George Orwell

1
34
views
[cortlandvoice.com]

“The only good human being is a dead one,” sebut seekor babi lucu bernama Snowball di dalam imajinasi George Orwell pada suatu pagi yang cerah di bulan April.

Kutipan di atas bukanlah satu-satunya kalimat kontroversial dari ‘Animal Farm’, melainkan hanya sebagian kecil dari beribu juta jenis sindiran oleh si penulis ‘1984’ ketika sedang asyik memperhatikan kehidupan umat manusia Uni Soviet di bawah kumis tebal Joseph Stalin.

Sebagian besar pembaca sering menilai kalau ‘Animal Farm’ adalah tamparan keras untuk para pencinta komunisme di planet bumi. Tapi bagi kami – makhluk Sigurian, ‘Animal Farm’ justru lebih dari sekadar menyerang buah pikiran Karl Marx. Fiksi satire tersebut juga menghadirkan pandangan baru tentang nilai revolusi.

Kenapa?

Silakan berkelana di ringkasannya lebih dulu. Seperti yang sudah-sudah, SPOILER ALERT.

RINGKASAN

Suatu hari di peternakan Manor, seekor babi tua bernama Major baru saja terbangun dari mimpi yang begitu indah tentang masa depan umat binatang di tempat tinggalnya. Maka, Major kemudian dengan segera mengumpulkan para binatang, agar dapat memberi inspirasi berdasarkan mimpi yang entah dari mana datangnya.

Mungkin jawabnya ada di ujung langit.

Major mengatakan kalau umat manusia adalah satu-satunya makhluk di peternakan yang kerjanya hanya mengonsumsi semua hal, namun tidak produktif sama sekali – tumbuhan menghasilkan oksigen, sedangkan binatang dapat memberi pupuk dan daging lezat penuh kolestrol yang super-duper gurih. Major lantas juga menyimpulkan kalau satu-satunya hal yang menghalangi para binatang untuk dapat hidup bebas dari ancaman sembelih adalah keberanian mereka melawan Jones, si penjaga ternak.

Manusia dianggap musuh, api pemberontakkan mulai dinyalakan. Lalu esok harinya, Major meninggal karena sudah terlalu lanjut usia.

Selanjutnya, Napoleon si babi hutan dan Snowball si babi biasa, mengambil alih mimpi tertunda si babi tua Major. Mereka berdua mengajak seluruh umat binatang agar bersatu padu menyatukan kekuatan, lalu menendang keluar si penjaga ternak keluar dari wilayah Manor.

Perlawanan berhasil, bendera revolusi pun berkibar.

Dikomandoi oleh Napoleon dan Snowball, umat binatang mulai menerapkan idealisme baru di wilayah Manor. Mereka sebut dengan ANIMALISME, berisikan 7 macam rukun.

[thereandtheir.com] Tujuh aturan hidup animalisme.

Hari-hari umat binatang berlanjut tentram. Tak ada lagi ancaman sembelih dari si penjaga ternak, tak ada lagi tekanan dari para manusia penguasa, makanan selalu tersedia sama rata, dan hubungan sesama binatang berjalan harmonis. Snowball mulai mengajarkan baca-tulis kepada para binatang, sementara Napoleon mulai giat mendidik anak-anak anjing tentang rukun-rukun ANIMALISME.

Tapi sayang, semacam hipster, pahit juga mulai mengintai. Napoleon dan Snowball mulai saling beradu argumen, ingin dominasi penuh atas peternakan Manor. Sedangkan di luar peternakan, Jones, yang dibantu oleh sejumlah manusia lainnya, kembali datang menyerang umat binatang.

Perang lagi-lagi berkecamuk. Binatang lagi-lagi menang. Snowball dan Napoleon pun lagi-lagi berdebat.

Kali ini seputar keinginan Snowball untuk membangun kincir angin sebagai pembangkit listrik di wilayah peternakan.

Ketika sebagian besar binatang lebih memilih berdiri di belakang Snowball, Napoleon beranjak geram. Maka dengan bantuan anak-anak anjing didikannya, ia lantas menerapkan rasa takut demi mengusir Snowball dari peternakan, tanpa sepengetahuan binatang-binatang lainnya.

Sebab babi takut anjing, esok harinya Napoleon mendeklarasikan dirinya sebagai penguasa baru di peternakan Manor, juga mengklaim rencana pembangunan kincir angin sebagai ide murni dari kepalanya.

Napoleon lalu mendirikan komite pemerintahan yang terdiri dari sejumlah ekor babi. Napoleon juga memerintahkan seekor babi imut bernama Squealer, untuk menjadi agen propaganda di peternakan Manor. Tugas pertama Squealer adalah menyebarluaskan berita palsu kalau Snowball sebenarnya merupakan pengkhianat umat binatang.

Setelah Napoleon resmi berkuasa atas Manor, pembangunan kincir angin pun dilaksanakan. Tapi si babi hutan itu segera menyadari kalau ada sejumlah peralatan yang sulit didapatkan tanpa bantuan manusia. Jadi, ia terpaksa bernegosiasi dan melakukan bisnis dengan kaum manusia, yang notabene disebut musuh oleh ANIMALISME.

Satu rukun mulai dilanggar.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, satu per satu rukun ANIMALISME mulai “dibengkokkan” oleh Napoleon dan babi-babi lainya. Sedikit demi sedikit, hingga pada suatu hari hanya bersisa, “All animals are equals, but some animals are more equal than others.”

[animalfarmrevisited.wordpress.com] Mulai nakal.

Pada epilog, diceritakan bila karakter Napoleon dan babi-babi lainnya di komite pemerintahan Manor berakhir menyerupai para penguasa sebelum revolusi. Seperti Jones, seperti si penjaga ternak, seperti umat manusia. Mereka berjalan dengan dua kaki, sambil membawa pecut penindasan di tangannya.

Lalu yang terjadi… there ain’t nobody who can tell the difference between pigs and humans.

Ouh… f***ing yeah.

SUNGGUH-SUNGGUH REVOLUSI

‘Animal Farm’ bukanlah sekadar khayalan biasa George Orwell di siang bolong. Seperti saat menulis ‘1984’, Orwell menciptakan Napoleon dan Snowball sebagai senjata alegori. Bedanya, kali ini tentang terbit dan tenggelamnya Uni Soviet.

Major, Snowball, Napoleon, Squealer, dan babi-babi lainnya di peternakan Manor adalah representasi para pelaku buah pikiran Karl Marx di negeri beruang merah. Napoleon mencerminkan Joseph Stalin, si diktator berkumis tebal, sementara Snowball mencitrakan Leon Trotsky, pemimpin komunis yang ditendang keluar dari Uni Soviet akibat sering mengeluh kalau bulu-bulu kumis Stalin sudah terlalu tebal. Squealer, si babi imut bermulut manis, mengacu pada Pravda, media cetak Uni Soviet yang konon selalu membagi berita palsu demi menjaga nama baik pemerintahan Stalin. Lalu si babi tua Major, merupakan kolaborasi Karl Marx dan Vladimir Lenin, otak di balik revolusi dan lahirnya Uni Soviet.

Ketika si tua Major berorasi di peternakan Manor, irama ucapannya menyentuh literatur ‘Communist Manifesto’.

“They [the communist] openly declare that their ends can be attained only by the forcible overthrow of all existing social conditions. – WORKING MEN OF ALL COUNTRIES, UNITE!”

Pun pemberontakan oleh umat binatang yang terjadi pada bab ke-2, juga menyerempet catatan sejarah Revolusi Bolshevik di bulan Oktober tahun 1917, melawan dinasti Tsar Nicholas II, yang dianalogikan oleh Orwell sebagai Jones si penjaga ternak. Dan usaha para manusia untuk merebut kembali peternakan Manor pada bab ke-4, adalah ilustrasi perang sipil antara loyalis Russia dan Bolshevik di tahun 1918.

Sekarang, yang jadi tanya, kenapa Orwell rela bersusah-susah menggunakan binatang sebagai bahan pokoknya menulis satire tentang Uni Soviet?

Jawabnya ada di ujung langit. Kita kesana dengan seorang anak. Anak yang tangkas dan juga pemberani. Karl Marx.

“…man [The worker] in his human functions no longer feels himself to be anything but an animal. What is animal becomes human and what is human becomes animal.”

‘Animal Farm’ menunjukkan kebenaran legit tentang umat manusia di planet bumi. Lewat Napoleon, lewat Snowball, Orwell menyatakan kalau kekuasaan dan otoritas selalu punya potensi mengorupsi pikiran siapapun.

Sederhananya, komunisme boleh saja sering dianggap sebagai konsep hidup yang ideal, karena meniadakan kotak-kotak sosial dan memukul sama rata semua manusia… tapi, praktiknya akan senantiasa gagal. Sebab namanya juga manusia, sudah sewajarnya selalu punya ego.

Lalu kenapa kami sebut “sungguh-sungguh revolusi”?

Perhatikan sekali lagi, ‘Animal Farm’ bukan sekadar menyindir tajam komunisme di belahan dunia Uni Soviet. ‘Animal Farm’ justru lebih menampar keras kenyataan pahit tentang revolusi. Tentang perlawanan. Pergerakan menentang kekuasaan.

Revolusi bukan selamanya berarti perubahan tata negara. Malah menurut definisi lainnya, justru punya makna “berakhir di titik mulai”. You know, semacam revolusi planet bumi dan planet-planet lainnya terhadap matahari.

Jones si penjaga ternak ditendang keluar, berganti Napoleon si babi revolusioner yang ujung-ujungnya sama saja. Sama-sama menindas umat binatang peternakan Manor. Epilog jadi prolog. Kalau kata Viktor Reznov dari seri permainan Call of Duty: Black Ops,

“The flags maybe different, but the methods are the same.”

Moral of the story? Revolusi ini itu akhirnya akan sama saja. Sama-sama seperti sebelum revolusi.

Damn…

[e-biznes.info] Look at me! I am the captain now.

That’s it human!

The great depression point of view dari ‘Animal Farm’, beda pendapat?

Maklum. Yang di atas suka iseng cipta yang beda-beda.