Liner Notes: Californication oleh Red Hot Chili Peppers

2
[nerve.com]

‘Californication’ menegaskan kembali pentingnya kehadiran John Frusciante di tubuh Red Hot Chili Peppers.

Medio 1990-an merupakan salah satu periode sulit bagi Red Hot Chili Peppers, tapi pembuka dan penutup dekade 1990-an adalah waktu dimana kuartet funk-rock asal California tersebut berhasil menelurkan dua album terbaik sepanjang karir mereka di industri musik. Adalah ‘Blood Sugar Sex Magik’ di tahun 1991 dan ‘Californication’ di tahun 1999.

Menariknya, kedua album itu sama-sama menyajikan John Frusciante, mantan gitaris Red Hot Chili Peppers yang ikonik, berpengaruh, dan juga salah satu yang terbaik di planet Bumi.

Menjalani tur pendukung album ‘Blood Sugar Sex Magik’, Frusciante untuk pertama kalinya keluar dari RHCP – terbebani oleh eksplosifnya popularitas band pada masa-masa itu, dan mulai terjebak oleh rasa candu akan obat-obatan terlarang.

Baca juga: Alien Mengenal Indonesia – Lily of The Valley

Lantas demi melanjutkan petualangan di dunia musik, RHCP terpaksa bergonta-ganti gitaris. Mulai dari Arik Marshall, lalu Jesse Tobias, hingga akhirnya Dave Navarro dari Jane’s Addiction di tahun 1993, tepat sebelum menginjak proses pengerjaan album keenam, ‘One Hot Minute’.

Sayang, ketika dirilis pada tahun 1995, ‘One Hot Minute’ justru panen kritik dan reaksi negatif yang cukup banyak – meski sebenarnya dari sudut pandang penjualan masih tergolong sukses. Perubahan karakter musik dan suara adalah salah satu penyebab kekecewaan yang paling sering diungkapkan oleh para pendengar.

Navarro pun pergi dari band di tahun 1998.

[Ultimate Classic Rock]

Pada tahun 1999, Frusciante kembali bergabung dengan RHCP, setelah mampu mengatasi masalah kecanduannya akan heroin dan kokain. Flea, si pembetot bass, merupakan nama yang berperan besar atas kepulangan Frusciante sebagai gitaris band. Dia tanpa henti mengunjungi Frusciante di panti rehabilitasi, memperbaiki hubungan pertemanan, dan mengundang si gitaris untuk kembali bermain musik bersama.

Pada Guitar Player Frusciante menjelaskan, “Kami memulai [proses rekaman] di bulan Juni 1998, tapi kami sempat mengambil beberapa waktu istirahat untuk sejumlah alasan. Kami mungkin menghabiskan waktu total selama empat bulan untuk latihan dan menulis, lalu kami pergi ke studio dan merekam semuanya dalam waktu tiga minggu.”

Sementara vokalis band, Anthony Kiedis, mengingat latihan pertama RHCP bersama Frusciante lagi dengan bercerita, “Ketika John sedang bersemangat, dia seperti listrik bertegangan delapan milyar volt. Dia mengetuk ini itu – tentu saja ricuh, seperti seorang anak kecil yang sedang mencoba mendekorasi pohon natal. Dan ketika dia memulai tiga kord pertama, benar-benar sempurna – perpaduan suara dari orang-orang yang sudah lama tidak bermain bersama.” [via Rolling Stones]

Nyatanya, memang benar RHCP sedang menuju hari-hari yang besar. Memulai tahun 1999, mereka menampilkan ‘Scar Tissue’, ‘Otherside’, dan sedikit cuplikan ‘Californication’ untuk pertama kalinya ke hadapan manajer band, dan mereka pun sepakat RHCP sedang berada di jalan yang tepat. ‘Scar Tissue’ kemudian disepakati sebagai lead single album, dan pada bulan Mei 1999 mulai diperdengarkan lewat sejumlah stasiun radio.

Hasilnya?

Positif masif.

‘Scar Tissue’ duduk selama 16 pekan di kursi nomor 1 tangga lagu Rock Modern Billboard, 10 pekan di kursi nomor 1 tangga lagu Rock Mainstream, dan penghargaan dari Grammy untuk kategori Best Rock Song di tahun 2000.

Kehadiran Frusciante benar-benar berpengaruh besar. Memakai Strat ’55 dan amplifier Showman, si gitaris nan eksperimental memperkenalkan penikmat musik akan suara gitar yang berkarakter unik. Ia juga menciptakan harmoni-harmoni menarik dan sesuai dengan lirik-lirik lagu yang ditulis oleh Kieidis – tentang perlawanan terhadap kecanduan narkoba dan juga argumen-argumen pro-kontra yang menyertainya.

Bersenjatakan satu hit populer, tibalah waktunya RHCP merilis album ‘Californication’, tepatnya pada tanggal 8 Juni 1999. Penggemar dan pencinta musik pun akhirnya dapat mendengarkan karya kolektif yang sudah diantisipasi tinggi sejak ‘Scar Tissue’ pertama kali diperkenalkan.

Setelah mendominasi industri di tengah tahun, RHCP berusaha melanjutkan popularitas album dengan merilis track ‘Around The World’ sebagai single kedua.

Sayang, track ‘Around The World’ kurang mendapat apresiasi positif oleh stasiun-stasiun radio. Hanya empat singgah di peringkat 7 tangga lagu Rock Modern dan peringkat 16 di tangga lagu Rock Mainstream.

Kiedis sendiri mencari inspirasi dari sejumlah sumber untuk penulisan liriknya. Salah satunya berasal dari jurnal pribadinya selama menjalani aktivitas sebagai musisi. Ia juga menyebutkan film ‘Life Is Beautiful’ karya Roberto Benigni menjadi sumber idenya. Putri dari Flea pun juga berperan pada bagian akhir lagu.

Menurut buku biografi band, ‘By The Way’ karya Dave Thompson, Kiedis sempat mengalami kebuntuan ketika menulis ‘Aroud The World’ dan hanya menghasilkan corat-coret lirik sembarang dan kurang disepakati oleh band. Flea, Chad, dan Frusciante lalu mencoba mencari alternatif lain, namun anak perempuan Flea segera menyampaikan kekecewaan ketika mengetahui lirik sebelumnya akan digantikan.

Ketika halaman kalender telah berganti menjadi tahun 2000, RHCP memilih ‘Otherside’ sebagai single nomor tiga. Sekali lagi, Kiedis mengambil ide dari rasa candu kepada obat-obat terlarang, namun kali ini ia mencoba sudut pandang dari Hillel Slovak, mantan gitaris band, dan juga salah satu pendiri RHCP yang meninggal dunia di tahun 1988 akibat overdosis penggunaan heroin.

Berbekal pengalaman perih, ‘Otherside’ sempat nyaman selama 13 pekan di peringkat 1 tangga lagu Rock Modern.

Track keempat dari album ketujuh RCHP selanjutnya adalah single yang berjudul sama dengan album, ‘Californication’. Track yang memakan waktu cukup lama untuk dituliskan. Frusciante baru selesai melengkapi keseluruhan bagian gitar tepat dua hari sebelum band memulai rekaman. Beruntung segera dilanjutkan oleh Kiedis dengan lirik-lirik terbaik yang pernah ia tuliskan. ‘Californication’ kemudian menjelma, menjadi karya satire yang indah tentang sisi gelap industri Hollywood – menyindir subjek-subjek pornografi dan operasi plastik.

‘Californication’ pun memuncaki tangga lagu Rock Modern dan Rock Mainstream pada perilisannnya di radio-radio.

Dua track lainnya yang juga mendukung kualitas album ‘Californication’ adalah ‘Road Trippin’ – lahir ketika Kiedis, Flea, dan Frusciante sedang berkelana, keluyuran di jalanan besar Pantai Pasifik sepanjang California, dan ‘Parallel Universe’, yang punya atmosfer penuh distorsi dan energi.

Album ‘Californication’ berperan penting bagi RHCP untuk mengangkat nama mereka yang sempat tenggelam dan menjadi alternatif terbaik bagi John Frusciante agar tetap jauh dari pengaruh buruk heroin dan kokain. Terjual sampai lebih dari 15 juta copy, lantas menjadi batu loncatan tertinggi RHCP untuk menerima satu tempat di Rock And Roll Hall of Fame pada tahun 2012 yang lalu.