Liner Notes: OK Computer oleh Radiohead

14
134
views
[flickr.com]

Salah satu album terbaik yang pernah singgah di muka Bumi. Album wajib untuk umat manusia dengan julukan ‘generasi Y’. Album yang juga pernah memberi nuansa baru pada industri musik rock-alternatif, mendobrak dominasi MADchester, dan sampai menyenggol popularitas grunge dari kota Seattle. Lalu mengawali langkah Radiohead menuju sebutan ‘The Beatles of The 21st Century’.

Berlebihan? Boleh jadi.

Subjektif para pendengarnya saja? Tanggung jawab yang di atas.

Para pendengar ‘OK Computer’ memang masih terus berdebat menentukan apakah album ini adalah yang terbaik dari Radiohead atau bukan. Ada yang mengatakan ‘Kid A’ jauh lebih baik, atau menilai ‘Amnesiac’ jauh lebih sempurna. Ada pula yang lebih senang dengan ‘Hail To Thief’, ada lagi yang meninggikan ‘In Rainbows’, atau ada juga yang menyebut ‘A Moon Shaped Pool’ lebih punya kelas.

Tapi bisa dipastikan, mereka semua tahu betul kalau ‘OK Computer’ adalah album yang punya pengaruh besar di catatan sejarah industri musik planet Bumi, baik dari sisi musikal, penulisan lirik, ataupun attitude.

Sama seperti Nevermind di awal periode 90-an, ‘OK Computer’ turut serta menasbihkan diri jadi karya yang menginspirasi sejumlah musisi. Coldplay, Muse, Keane, Peterpan (Noah), Efek Rumah Kaca adalah sebagian kecil dari contoh nyata adiksi tingkat tinggi ‘OK Computer’.

‘OK Computer’ is one of the most important albums in music history, meski dengan fakta bahwa lagu-lagu di dalamnya tidak ada satu pun yang terdengar pop-catchy atau berirama radio-friendly.

Kenapa bisa?

ALTERNATIF BERUJUNG EKSPERIMENTAL

‘OK Computer’ adalah lebih dari sekadar album musik, lebih dari sekadar kumpulan lagu-lagu saja. Seperti David Bowie pada masa-masa Ziggy Stardust, ‘OK Computer’ is a work of art comprised of progressive music brimming with atmosphere and depth.

Keberanian Radiohead melakukan eksperimen di luar standar rock alternatif 90-an adalah penyebab yang utama.

Tahun 1997, kabar-kabarnya nuansa musik alternatif masih kebanyakan dipengaruhi oleh Seattle Sounds dan skena musik kota Manchester. Seperti The Stone Roses, Happy Mondays, Foo Fighters, Pearl Jam, Smashing Pumpkins, atau Radiohead sendiri. – Yes, sebelum ‘OK Computer’, Radiohead sempat lebih dulu merilis ‘Pablo Honey’ dan ‘The Bends’, yang notabene masih bersuara di rentangan standar rock-alternatif juga. Coba dengarkan lagi ‘Creep’, ‘Fake Plastic Trees’, ‘My Iron Lung’, ‘High And Dry’, atau ‘Just’.

Those songs are still great, rite?

Anyway, dengan ‘OK Computer’, Thom Yorke, Ed O’brien, Phil Selway, Colin, dan Jonny Greenwood menyajikan atmosfer yang berbeda dari ‘Pablo Honey’ dan ‘The Bends’, dan tentu juga jauh berbeda dari album-album lainnya yang sedang ada di pasaran.

‘OK Computer’ menunjukkan keberanian Radiohead untuk bereksperiman, menulis musik rock-alternatif dengan format yang anti-konvensional. Mereka menambahkan banyak jenis instrumen di luar bass, drum, dan gitar. Mereka menambahkan electric-piano, mellotron, glockenspiel, cello, dan macam-macam suara electronic-effect lainnya.

Sementara penulisan liriknya? Mereka mulai menghadirikan suasana yang jauh lebih imajinatif dari kedua album pendahulunya. Membelot dari tema percintaan yang klise, menghindar jauh dari kisah klasik keluhan para remaja.

Mendengarkan ‘OK Computer’ bukan lagi sekadar mendengarkan musik alternatif, tapi ibarat menikmati seni kontemporer yang visioner. Seperti mendengarkan kolaborasi Hans Zimmer dan Ennio Morricone, seperti menonton ‘2001: A Space Odyssey‘ dalam format musikal, atau seperti membaca ‘The Hitchhiker’s Guide To The Galaxy’ dalam format opera klasik.

Abstrak, eksperimental, imajinatif, lantas menjadi pijakan kuat bagi evolusi album-album Radiohead selanjutnya. Menjadi inspirasi bagi band-band muda yang baru saja lahir di periode akhir 90-an.

KONSEP VISIONER

Kalau mendengarkan ‘OK computer’ coba taruh persepsi sedang berada di tahun 1997.

Daya tarik utama ‘OK Computer’ lainnya adalah konsep yang rapi dan menatap masa depan – mungkin mereka menggunakan banyak suara-suara elektronik memang untuk mendukung konsep yang diusung. Tapi bukan sekadar suara-suara elektronik saja, ‘OK Computer’ juga merupakan album rock-alternatif pertama yang berani membicarakan efek-efek gelap dan alienasi akibat perkembangan teknologi modern di planet Bumi.

Tambah menarik lagi, karena dengan begitu ‘OK Computer’ seakan-akan menjadi metafora perdebatan di antara umat manusia tentang teknologi. Memberi kritik pada teknologi modern, sedangkan mereka menggunakan sejumlah teknologi modern untuk menghasilkan musik.

Dengan ‘OK Computer’, Radiohead membawakan tema yang kelak hangat (persepsinya sedang ada di tahun 1997) pada sejarah budaya pop. Seperti cerita-cerita fiksi dystopian, kritik atau satire terhadap kapitalisme, indahnya kematian dan pikiran gila, lalu disorientasi pada teknologi digital yang berujung rasa takut.

Semakin modern kehidupan manusia, semakin relevan atmosfer yang ditawarkan ‘OK Computer’.

Seperti fiksi 1984 karya George Orwell.

LIRIK ABSTRAK dan IMAJINATIF

Menilai lirik memang subjektif, tapi yasudahlah… toh banyak penggemar musik yang setuju kalau ‘OK Computer’ memang punya lirik-lirik penuh diksi dan khayalan.

Ada ‘Airbag’, balada korban kecelakaan mobil yang sedang berjuang hidup – liriknya beri pesan bagaimana teknologi bisa mengambil nyawa manusia, tapi kemudian juga bisa menyelamatkan. Ada salah satu single terbaik sepanjang masa, ‘Paranoid Android’, yang menyampaikan satire tentang alienasi akibat perkembangan teknologi modern. Ada ‘Subterranean Homesick Alien’, menampilkan fantasi melihat dunia yang baru dan juga indah. Ada ‘No Surprises’ yang menceritakan krisis eksistensi ala-ala Nietzsche. Lalu ada ‘Exit Music (For Film)’, yang menjadikan kisah Romeo dan Juliet bukan lagi narasi klise.

Lewat media kata, Thom Yorke menyempurnakan usaha ‘OK Computer’ sebagai album dengan tema yang jauh lebih baik daripada ‘Pablo Honey’, jauh lebih berkelas daripada ‘The Bends’. Kemudian mematangkan Radiohead sebagai band yang tidak lagi bicara gelap karena masalah asmara saja. Thom lantas mulai sering membicarakan krisis-krisis yang tidak klise lagi lewat lirik-liriknya, seperti pemanasan global lewat single ‘Daydreaming’, filosofi George Orwell lewat single ‘2+2=5’; atau mimpi buruk perang nuklir lewat single ‘Idioteque’.

Imajinatif.

RESONANSI DENGAN WEIRDO

“But I’m a creep… I’m a weirdo…”

Thom, Jonny, Colin, Ed, dan Phil adalah sekelompok weirdo – not in a bad way tho.

Untuk penikmat musik, Radiohead memang sudah lekat dengan persona alien, outcast, orang-orang aneh, a non-conformist who just always do what they feel right, or a neurotic who just always questioning everything, who does not follow trends or a subculture. Dan persona itu hadir pertama kali di saat ‘OK Computer’ meluncur ke pasaran. ‘Kid A’, ‘Amnesiac’, ‘Hail To Thief’, ‘In Rainbows’, ‘The King of Limbs’, atau ‘A Moon Shaped Pool’ hanyalah terusan dari eksperimen besar Radiohead di tahun 1997.

‘OK Computer’ adalah awal mula.

Thom boleh menulis lirik “I’m a weirdo…” pada lagu debut Creep, tapi nuansa musik mereka pada masa-masa tersebut masihlah seragam dengan rock alternatif kebanyakan. Suara distorsi telecaster Jonny Greenwood di sepanjang Pablo Honey masih kental akan pengaruh Kurt Cobain dan Seattle Sounds. Lirik-lirik sebelum OK Computer, masih berkutat pada society-rejection, self-destruction, self-pity, the classic teenage stuff, yang memang selalu jadi kesukaan pasar musik mainstream pada saat itu.

Ibarat ikut mendewasakan diri, ‘OK Computer’ jadi momen Radiohead menerima fakta kalau mereka adalah alien. Enggan ikut arus menyusun musik yang radio-friendly lagi, and then, next thing we know… we got a very deep philosophical album with an imaginative view.

Yang lalu beresonansi dengan weirdo-weirdo lainnya di planet bumi, yang suka tidak suka, jumlahnya terus bertambah seiring dengan waktu yang semakin modern. Lantas seperti biasa, sudah jadi hukum rimbanya, kalau mampu beresonansi, bonusnya adalah menjadi catatan sejarah.

That’s all nerds! You fucking weirdos. Penyebab ‘OK Computer’ sering disebut yang terbaik dan berpengaruh besar.

Terakhir, mari dengarkan Exit Music (For Film).