Melancholia: Gambaran Kelapangan Dada Manusia Menghadapi Kiamat

0
melancholia
[Screen Goblin]

Teori tentang bagaimana berakhirnya Planet Bumi masih menjadi topik yang dicari kebenarannya oleh para ilmuwan humanoid. Namun yang menjadi masalah, apakah umat manusia siap menghadapi akhir dunia? Itulah yang menjadi tema dari Melancholia.

Melancholia mengkisahkan Justine (Kristen Dunst) yang sedang merayakan pernikahannya di sebuah mansion kediaman kakaknya, Claire (Charlotte Gainsbourg) ketika sedang terjadi fenonema antariksa yaitu penampakan planet biru bernama Melancholia yang mendekati bumi.

Dibutuhkan kesabaran dalam menonton film satu ini karena alur ceritanya yang cukup lambat. Namun bila kalian tak terburu-buru, niscaya kalian akan melihat akhir kisah yang inspiratif sekaligus membuat kalian merenung tentang apa yang sebenarnya kalian inginkan di dunia. Pasalnya, berbeda dari film-film tentang akhir dunia yang pernah diciptakan, film yang satu ini lebih fokus pada kejiwaan umat manusia saat menghadapi akhir jaman.

Baca juga: The Equalizer, Film Aksi Antara Masa Lalu dan Kemanusiaan 

Layaknya film-film bertema kiamat pada umumnya, efek visual dalam Melancholia cukup menarik. Selain itu, film arahan Lars von Tier ini merupakan film yang menyuguhkan keindahan dalam kesedihan, sangat cocok bagi paran humanoid yang menyukai film dengan aura melankolis.

[SPOILER ALERT]

Melancholia dibagi menjadi dua bagian; Part One, dimana kita akan melihat kisah ini melalui sudut pandang Justine dan Part Two, melalui sudut pandang Claire. Dua karakter saudara ini merupakan gambaran dari bagimana kira-kira kondisi kejiwaan manusia detik-detik menuju akhir dunia.

FENOMENA PLANET MELANCHOLIA

Justine sedang merayakan pernikahaan di kediaman mewah miliki kakaknya Claire sementara sedang terjadi fenomena antariksa Planet Melancholia yang sedang mendekati Bumi. Semuanya tampak baik saja hingga secara perlahan kita akan diperlihatkan perubahan emosi Justine yang nampak sedang tidak dalam keadaan yang baik. Yang semakin lama semakin memburuk dan menjadi akhir dari pesta pernikahannya yang tadinya sempurna.

Tidak terlalu ditunjukan apa yang melatarbelakangi amarah Justine. Namun apa yang sudah tersirat cukup memberikan definisi bahwa Justine sedang mengalami depresi.

Sementara itu, Claire, sang kakak akhirnya merawat adiknya di rumah mewahnya tersebut. Ia memiliki suami seorang ilmuan antariksa yang sedang meneliti fenomena Planet Melancholia. Claire menympan kecemasan akan kehadiran planet asing tersebut dan terus dihantui rasa takut akan teori bahwa planet itu akan menghantam Bumi, meski suaminya telah memastikan bahwa secara berlahan pelanet tersebut akan segera menjauhi Bumi.

DUA JENIS MANUSIA SAAT MENGHADAPI AKHIR DUNIA

[That Was Good]

Kami memprediksi, pada umumnya para manusia pastinya akan kalang kabut dan merasa takut dan panik ketika akhir zaman tiba. Akhir zaman itu biasa ditandai dengan fenomena bencana alam dalam skala yang sangat besar.

Namun, mungkin saja pada akhir dunia nanti ada manusia yang menghadapi kehancuran planet Bumi dengan lapang dada seperti Justine. Dalam kisah ini, Justine merupakan karakter yang mengalami depresi dan memandang dunia sebagai planet yang kejam dan memang akan mengalami kehancuran.

Tidak semua umat manusia di muka Bumi ini memiliki kehidupan sempurna dan jiwa yang cukup waras untuk mensyukuri dan merangkul erat apa yang ia miliki di dunia ini. Justine merupakan representasi dari umat manusia yang depresi dan sering kali berpikir untuk mengakhiri hidup. Mereka kaum putus asa yang merasa telah diperlakukan dengan kejam oleh dunia dan terus mengalami kekecewaan sehingga tidak mempercayai surga mau pun neraka dan khawatir akan kematian.

Kaum ini akan lebih lapang dada dan pasrah saat kehancuran melanda bumi.

“This Earth is evil, we don’t need to grieve for it. Nobody will miss it” – Justine

Sementara itu, Claire merupakan representasi dari umat manusia yang memiliki kehidupan normal dengan keluarga, orang-orang tercinta, dan harta yang membuat mereka berat untuk melepaskan duniawinya.

Claire terus mengalami kegelisahan bahkan merencanakan upaya bunuh diri karena takut menghadapi akhir jaman secara langsung. Kaum satu ini akan lebih sensitif dengan rasa sakit dan kengerian karena hidupnya selama ini sempurna dan bahagia. Mereka tidak mengalami kepedihan mendalam yang sudah biasa dirasakan oleh kaum manusia yang memiliki pandangan negatif tentang dunia.

Oleh karena itu, mereka akan cenderung lebih panik, gelisah, dan ketakutan. Mereka bahkan merasa ketakutan justru karena mempercayai alam baka dan takut menghadapi itu semua. Mereka telah merasakan kenyamanan di bumi dan kebanyakan orang lebih suka hidup dalam zona nyaman.