OK Computer oleh Radiohead: Imajinatif, Namun Relevan

15
OK Computer Radiohead
[Flickr]

OK Computer. Salah satu album musik terbaik yang pernah singgah di planet Bumi. Album wajib untuk umat manusia dengan julukan “generasi Y”. Album yang juga pernah memberi nuansa baru pada industri musik rock-alternatif, sampai menyenggol popularitas grunge dari kota Seattle. Lalu mengawali langkah Radiohead menuju sebutan The Beatles of The 21st Century.

Berlebihan? Mungkin saja.

Para pendengar OK Computer memang masih selalu berdebat menentukan apakah album tersebut adalah yang terbaik dari Radiohead atau bukan. Ada yang mengatakan Kid A jauh lebih baik, atau menilai Amnesiac jauh lebih sempurna. Ada pula yang lebih senang dengan Hail To Thief, ada lagi yang meninggikan In Rainbows, atau ada juga yang menyebut A Moon Shaped Pool lebih punya kelas.

Tapi bisa dipastikan, mereka semua tahu betul kalau OK Computer punya pengaruh besar di catatan sejarah industri musik planet Bumi, baik dari sisi musikal, penulisan lirik, ataupun sikapnya.

Sama seperti Nevermind pada awal periode 1990-an, OK Computer turut serta menasbihkan diri jadi karya yang menginspirasi sejumlah musisi. Coldplay, Muse, Keane, Peterpan (Noah), Efek Rumah Kaca adalah sebagian kecil dari contoh nyata adiksi tingkat tinggi OK Computer.

Baca juga The Joker: Satu Hari yang Buruk agar Kita Menjadi Badut Kriminal

OK Computer salah satu album terpenting pada catatan sejarah industri musik, meski dengan fakta bahwa lagu-lagu di dalamnya begitu jarang terdengar pop dan radio-friendly.

Bagaimana bisa?

OK Computer adalah lebih dari sekadar album musik, lebih dari sekadar kumpulan lagu-lagu saja. Seperti David Bowie pada masa-masa Ziggy Stardust, OK Computer adalah karya seni dari musik progresif yang sarat akan atmosfer dan kedalaman. Keberanian Radiohead melakukan eksperimen di luar standar rock-alternatif adalah kunci untuk membuka pintu terbaru di industri musik.

Pada tahun 1997, nuansa musik alternatif masih kebanyakan dipengaruhi oleh Seattle Sounds dan skena musik kota Manchester. Seperti The Stone Roses, Happy Mondays, Foo Fighters, Pearl Jam, Smashing Pumpkins, atau Radiohead sendiri. Benar, sebelum OK Computer diperkenalkan, Radiohead sempat lebih dulu dikenal sebagai band rock-alternatif generik dengan kedua album mereka, Pablo Honey dan The Bends.

Lalu dengan OK Computer, Thom Yorke, Ed O’brien, Phil Selway, Colin, dan Jonny Greenwood menyajikan atmosfer yang berbeda dari Pablo Honey dan The Bends, dan tentu juga jauh berbeda dari album-album lainnya yang sedang ada di pasaran.

OK Computer menunjukkan keberanian Radiohead untuk bereksperiman, menulis musik rock-alternatif dengan format yang anti-konvensional. Mereka menambahkan banyak jenis instrumen di luar bass, drum, dan gitar. Mereka menambahkan electric-piano, mellotron, glockenspiel, cello, dan macam-macam suara electronic-effect lainnya.

Sementara pada penulisan lirik, mereka mulai menghadirikan suasana yang jauh lebih imajinatif daripada kedua album pendahulunya. Membelot dari tema percintaan yang klise, menghindar jauh dari kisah klasik “penolakan” yang seringkali dikeluhkan oleh remaja.

Mendengarkan OK Computer bukan lagi sekadar mendengarkan musik alternatif, tapi ibarat menikmati seni kontemporer yang visioner. Seperti mendengarkan kolaborasi Hans Zimmer dan Ennio Morricone, seperti menonton 2001: A Space Odyssey dalam format musikal, atau seperti membaca The Hitchhiker’s Guide To The Galaxy dalam medium opera klasik.

Daya tarik utama OK Computer lainnya adalah konsep yang rapi dan menatap masa depan. Mungkin mereka menggunakan banyak suara-suara elektronik memang untuk mendukung konsep terusung. Tapi bukan sekadar suara-suara elektronik untuk nuansa masa depan saja, OK Computer juga berani membicarakan efek-efek gelap dan alienasi akibat perkembangan teknologi modern di planet Bumi.

Tambah menarik lagi, karena dengan begitu OK Computer seakan-akan menjadi metafora perdebatan di antara umat manusia tentang teknologi. Memberi kritik pada teknologi modern, sedangkan mereka menggunakan sejumlah teknologi modern untuk menghasilkan musik.

Dengan OK Computer, Radiohead membawakan tema-tema yang kelak hangat pada sejarah budaya pop, dari sudut pandang di sekitar tahun 1997. Seperti cerita-cerita fiksi distopia, kritik atau satire terhadap kapitalisme, indahnya kematian dan pikiran gila, lalu disorientasi pada teknologi digital yang berujung pada rasa takut.

Semakin modern kehidupan manusia, semakin relevan juga atmosfer yang ditawarkan oleh OK Computer.

OK Computer memiliki trek Airbag, balada korban kecelakaan mobil, dan menyajikan premis bagaimana teknologi bisa mengambil nyawa manusia, tapi kemudian juga bisa menyelamatkan. Kemudian juga ada salah satu musik terbaik sepanjang masa, Paranoid Android, dengan nuansa menyampaikan satire tentang alienasi akibat perkembangan teknologi modern. Lalu Subterranean Homesick Alien, yang menampilkan fantasi tentang dunia yang baru dan juga indah; No Surprises yang menceritakan krisis eksistensi; dan Exit Music (For Film), yang menjadikan kisah Romeo dan Juliet bukan lagi narasi klise.

Lewat media kata dan musik, OK Computer menyempurnakan usaha Radiohead agar tampil lebih matang daripada Pablo Honey atau The Bends. Pasca OK Computer, mereka pun lantas mulai sering membicarakan tema-tema di luar banal dan klise. Mereka menulis tentang pemanasan global lewat trek Daydreaming, filosofi George Orwell lewat trek 2+2=5, atau mimpi buruk perang nuklir lewat trek Idioteque.

Imajinatif.